Hati-hati! Ini Cara Identifikasi Kolesterol Sejak Dini
Ilustrasi Layanan Kesehatan Digital © Unsplash/National Cancer Institute

Pernah merasa nyeri dada secara tiba-tiba disertai tubuh yang cepat lelah? Hati-hati, kamu bisa saja menderita kolesterol. Kolesterol merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan kadar lemak yang berlebihan, di atas normal, pada pembuluh darah atau badan, yang menyebabkan penderitanya dapat mengalami serangan jantung, stroke, dan lain-lain.

Menilik dampak kolesterol yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia, sedari dini kita harus mulai menyadari anomali dan gejala di dalam tubuh kita. Perlu dideteksi sedari dini supaya tidak semakin berisiko saat kolesterol sudah mencapai tingkat tinggi. Selain itu, kolesterol dapat menyerang siapa saja dan kapan saja. Kolesterol tidak melihat usia, baik dari anak muda sampai tua bisa saja mengalami penyakit kolesterol.

Kolesterol disebabkan oleh banyak hal, baik itu faktor genetik maupun pola makan yang tidak sehat. Apabila kamu merupakan orang yang senang memakan makanan dengan kadar lemak dengan intensitas tinggi, jarang berolahraga, dan memiliki berat badan yang di atas rata-rata, hal tersebut juga merupakan gaya hidup yang dapat membawamu ke penyakit, salah satunya kolesterol.

Memiliki kolesterol yang tinggi memang terkadang tidak spesifik gejalanya maupun tidak terlalu terasa oleh kebanyakan orang. Menurut Dr. Ayustawati dalam bukunya yang bertajuk Mengenali Keluhan Anda: Info Kesehatan Umum untuk Pasien (2013), gejala kolesterol tinggi merupakan penyakit dengan gejala yang tidak spesifik.

Memiliki kolesterol tinggi terkadang juga tidak menunjukkan sebuah gejala khusus sampai timbul sebuah komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung yang menyerang tiba-tiba. Meskipun terkadang tidak menunjukkan gejala khusus, tetapi hal-hal di bawah ini perlu diwaspadai sebagai tanda kolesterol tinggi.

Cepat lelah

Cepat Lelah © Unsplash/Elisa Ventur
Cepat Lelah © Unsplash/Elisa Ventur

Keadaan seperti rasa cepat lelah dapat menjadi salah satu tanda kolesterol tinggi. Hal tersebut terjadi sebagai dampak dari munculnya timbunan lemak di pembuluh darah akibat kadar kolesterol tinggi, yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jaringan tubuh. Badan akan terasa lemas dan tidak bertenaga.

Sering mengantuk

Sering Mengantuk © Unsplash/Dmitry Schemelev
Sering Mengantuk © Unsplash/Dmitry Schemelev

Sama seperti gejala sebelumnya, dengan adanya sumbatan pada pembuluh darah, seseorang dapat sering mengantuk. Sumbatan pada pembuluh darah ini pada akhirnya juga dapat menyebabkan kesemutan, yang biasanya kita alami ketika keram. Hati-hati, kesemutan juga dapat mengindikasikan kolesterol!

Nyeri dada

Nyeri Dada © Unsplash/Nopphon Pattanasri
Nyeri Dada © Unsplash/Nopphon Pattanasri

Gejala ini merupakan penumpukan lemak pada pembuluh darah yang berada di jantung. Hal ini menyebabkan darah yang dipompa menuju dan keluar jantung menjadi terhambat dan tidak normal, menghasilkan rasa nyeri yang mengganggu di bagian dada. Keadaan seperti ini pula yang nantinya dapat menjadi salah satu pemicu penyakit jantung atau serangan jantung sebagai komplikasi kadar kolesterol tinggi.

Selain nyeri di dada, nyeri-nyeri yang dirasakan di bagian tubuh lain terutama yang memiliki pembuluh darah besar seperti leher juga dapat menjadi sebuah gejala kolesterol. Penyebabnya masih sama, yaitu menumpuknya lemak dan membuat penyumbatan di dalam aliran darah tersebut.

Xanthelasma dan Xanthomata

Xanthelasma © Lampung.co
Xanthelasma © Lampung.co

Xanthelasma merupakan penyakit berupa kadar kolesterol tinggi pada darah yang ditandai dengan adanya Xanthelasma, yaitu bercak kuning pada kelopak mata bagian bawah. Bercak kuning tersebut mengindikasikan lemak yang telah menumpuk di satu tempat.

Sama seperti Xanthelasma, Xanthomata merupakan gejala saat kadar kolesterol tinggi yang dapat ditandai dengan pembengkakan berbentuk bulat dan berwarna kekuningan di dalam jaringan tubuh, terutama pada urat dan kulit manusia.

Meskipun gejala kolesterol tidak begitu spesifik untuk diidentifikasi, penting sekali untuk kita dalam terus memperluas wawasan akan penyakit ini. Beranjak ke umur 20 tahun, kamu harus mencoba tes darah untuk mengetahui kadar lemak di dalam darahmu. Ini merupakan cara yang paling umum dalam mendeteksi kolesterol.

Apabila kamu telah merasakan gejala-gejala di atas, segera cek dan ikuti penanganan selanjutnya. Kamu bisa memulai untuk diet dengan makan makanan rendah lemak, protein berupa kacang-kacangan dan ikan, sayur, dan buah yang kaya akan serat.

Jangan lupa juga untuk berolahraga berupa jalan cepat 30 menit setiap harinya, untuk menurunkan kadar lemak di dalam tubuh kita. Untuk orang-orang yang kita cintai, maupun diri kita sendiri.

Referensi: Kompas | Anlene | Informasi Medika