Hindari Kebanyakan Tidur Saat Puasa, Berikut Alasannya!
Ilustrasi kebanyakan tidur | Foto: Andrea Piacquido

#FutureSkillsGNFI

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama lebih dari 12 jam. Wajar jika tubuh kerap kali terasa lemas, mudah lelah, dan sering mengantuk. Tidak sedikit orang memilih menghabiskan waktu dengan tidur.

Namun, terlalu banyak tidur justru akan membawa sejumlah risiko kesehatan. Ada banyak kekurangan dan bahaya yang akan bermunculan. Mulai dari turunnya daya tahan tubuh, menurunnya kinerja otak, hingga munculnya risiko diabetes.

Untuk itu, meskipun sedang berpuasa kita harus tetap produktif menjalankan aktivitas. Supaya kamu makin produktif dan tidak tidur terlalu banyak, ini alasan tidur terlalu banyak saat puasa tidak baik bagi kesehatan.

1. Tubuh Semakin Lemas

Ilustrasi tubuh lemas | Foto: Cottonbro

Terlalu banyak tidur akan membuat tubuh menjadi pasif. Otot dan anggota tubuh tidak bisa bergerak dan tidak bekerja dengan maksimal sehingga seseorang akan mudah lemas. Tidur berlebihan juga akan membuat tubuh tidak menghasilkan metabolisme dengan maksimal.

Baca juga: Cara Mengontrol GERD Saat Puasa

2. Menurunkan Sistem Kekebalan Tubuh

Tubuh kurang sehat | Foto: Ron Lach

Tidur berlebihan bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh. Kurangnya aktivitas organ tubuh sangat berpengaruh terhadap produktivitas sel-sel tubuh. Penting untuk olahraga sesekali agar sistem kekebalan tubuh kamu terjaga.

3. Risiko Obesitas

Ilustrasi tubuh obesitas | Foto: Andres Ayrton

Kebanyakan tidur bisa memicu kadar lemak dalam tubuh akan meningkat perlahan. Kegemukan akibat tidur berlebih saat puasa dapat menyebabkan penyakit, seperti risiko obesitas, kerusakan hati, dan penyakit organ vital lainnya.

Baca juga: Tradisi Unik Selama Ramadan di Seluruh Dunia

4. Menurunkan Kinerja Otak

Pusing tugas | Foto: Karolina Grabowska

Tidur memang penting untuk fungsi otak. Saat tidur, otak akan membersihkan produk limbah, menyeimbangkan neotransmitter, memproses memori, dan meningkatkan suasana hati.

Namun, proses tersebut akan terganggu jika seseorang tidur terlalu sebentar atau terlalu lama. Tidur yang ideal adalah sekitar 6--8 jam. Sementara itu, tidur lebih dari 9 jam dapat memengaruhi kinerja otak dan fungsi kognitifnya.

Menurut para peneliti, jika tidur selama 7 jam menunjukkan kemampuan positif pada fungsi kognitif. Sebaliknya, ada penurunan fungsi kognitif pada orang yang tidurnya lebih lama.

5. Meningkatkan Risiko Depresi

Depresi | Foto: Cottonbro

Masalah tidur dan depresi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Masalah yang sama juga bisa terjadi ketika kita tidur berlebihan pada siang hari.

Kebiasaan tidur lebih dari 10 jam bisa membuat perasaan kemudian meningkat menjadi depresi. Maka, isi waktu luang dengan berbagai kegiatan positif agar selain menambah pahala, kondisi tubuh, dan kesehatan mental kita dapat terjaga dengan baik.

Baca juga: Yuk, Masak Menu Takjil untuk Temani Waktu Ngabuburit Kamu!

6. Mengganggu Kesehatan Jantung

Ilustrasi cek kesehatan | Foto: Pexels

Ada sebuah riset yang mengatakan bahwa tidur lebih dari 8 jam sehari bisa berakibat buruk bagi kesehatan jantung. Tidur terlalu lama juga bisa memicu risiko terkena angina atau nyeri dada.

Akibatnya, akan ada rasa tak nyaman yang biasanya karena kurang aliran darah ke jantung 2x lebih banyak. Melansir dari Medical News Today, orang yang tidur lebih dari 9 jam akan memiliki risiko 34 persen lebih tinggi terkena penyakit jantung.

7. Meningkatkan Risiko Diabetes

Diabetes | Foto: Pavel Danilyuk

Kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes. Hal yang sama terjadi juga pada orang yang terlalu banyak tidur. Mereka yang tidur lebih dari 9 jam setiap malam, memiliki 50 persen risiko lebih besar menderita diabetes.

Tidak ada aktivitas seharian pun akan membuat kinerja organ pada tubuh berkurang. Tak hanya itu saja, aliran darah menjadi tidak lancar, bisa membuat kadar gula darah pada tubuh meningkat, dan membuat orang terserang penyakit diabetes.

Kurang tidur bisa mengakibatkan banyak masalah serius. Meskipun demikian, bukan berarti kita bisa tidur berlebihan apalagi saat berpuasa. Pastikan tubuh tetap aktif bergerak dan berolahraga ringan, agar kesehatan dan imunitas tubuh tetap terjaga.

Referensi: Liputan6 | Fimela | Halodoc