Hindari Kebiasaan Buruk Saat Bulan Ramadan
Ilustrasi ramadan | Foto: Ahmed Aqtai/pexels

#FutureSkillsGNFI

Apakah Goodmates tahu bahwa banyak dari masyarakat Indonesia melakukan kebiasaan yang tidak boleh saat bulan ramadan? Biasanya, mereka melakukan hal tersebut karena belum terbiasa dengan masuknya bulan ramadan.

Untuk itu, berikut penulis paparkan kebiasaan tersebut dan cara mengatasinya. Simak sampai akhir, ya.

1. Tidak Melaksanakan Sahur

Sahur bersama | Foto: RODNAE

Goodmates pasti ingat, waktu masih kecil dulu selalu sulit untuk bangun waktu sahur. Sampai sekarang masih enggan makan sahur? Hmmm, padahal banyak sekali keutamaan sahur yang bisa kita dapatkan jika melaksanakannya, lo.

Untuk tetap bisa beraktivitas di siang hari bulan Ramadan, kita tentunya butuh tenaga, ya, Goodmates. Nah, dengan sahur, kita akan mendapat tenaga dan semangat lebih saat menjalankan ibadah puasa, sebagaimana kata Imam Nawawi rahimahullah:

"Barokah makan sahur amat jelas yaitu semakin menguatkan dan menambah semangat orang yang berpuasa." (Syarh Shahih Muslim, 7: 206).

Baca juga: Hikmah Malam Lailaturqadar, Apa Sajakah Itu?

Tak hanya itu saja, siapa yang tidak ingin mendapatkan waktu yang Allah SWT berkahi? Semua orang tentunya ingin mendapatkan waktu tersebut. Salah satunya waktu sepertiga malam.

Ya, itulah waktu sahur saat Allah akan turun ke langit dunia. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: "Rabb kita tabaroka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: "Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

2. Tidur Setelah Salat Subuh

Tidur setelah subuh dan bangun siang | Foto: Pexels

Ayo ngaku, siapa nih yang suka tidur setelah salat subuh? Perasaan nyamannya punya sensasi tersendiri, bener kan? tidur setelah salat subuh ternyata bukan hal yang baik, lo, Goodmates. Kenapa, ya?

Nah, dalam riwayat Ibnu Abbas yang Imam Tabrani riwayatkan, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

إِذا صَلَّيْتُمُ الفَجْرَ فَلَا تَنامُوا عَن طَلَبِ أرزاقكم

"Idza shalaytumul-fajra fala tanamuu 'an thalabi arzuqakum."

Artinya: “Ketika kalian sudah selesai melaksanakan shalat subuh, janganlah (mementingkan) tidur yang menjadi penyebab hilanya rezekimu.

Baca juga: Rekomendasi Film Tema Ramadan untuk Temani Ngabuburit

Dalam hadis tersebut jelas bahwa tidur setelah salat subuh justru bukan lagi akan menghambat datangnya rezeki, bahkan menjadi penyebab hilangnya rezeki. Jika pagi hari sudah bermalas-malasan, sepanjang hari itu tentu akan perpengaruh.

Godaan tidur setelah subuh sejujurnya sungguh besar, ya, Goodmates. Namun, sekarang sudah tahu kan bahwa tidur setelah salat subuh adalah hal yang buruk? Jadi, tidak ada alasan untuk mengeluh lagi jika hari-harinya berantakan karena sering tidur setelah salat subuh.

Melansir dari laman resmi halodoc, tidur setelah sahur (subuh) memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Di antaranya penimbunan lemak, peningkatan asam lambung, gangguan saluran pencernaan, dan stroke. Hal ini dapat terjadi karena jika langsung tidur setelah sahur, kinerja lambung dalam memproses makanan akan terganggu.

Baca juga: Hore! Mudik Lancar, Ekonomi Berputar

3. Terlalu Banyak Tidur

Terlalu lama tidur | Foto: Ivan Oboleninov

Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk tidur. Apa saja dampak terlalu banyak atau terlalu lama tidur? Ada sejumlah bahaya jika kebanyakan tidur. Di antara dampak tersebut seperti menurunkan daya ingat, sakit kepala, bahkan merusak otak.

Selain itu, kebanyakan tidur juga dapat menyebabkan kelebihan berat badan (obesitas), menjadi pemicu sakit punggung kronis, stroke, badmood, mengurangi keinginan untuk bersosialisasi, berisiko depresi sampai risiko kematian.

Daripada melakukan hal-hal tersebut, langkah baiknya dapat kita isi waktu tersebut dengan hal-hal yang bermanfaat. Antara lain berzikir, ikut kajian, olahraga ringan, dan masih banyak lagi kegiatan bermanfaat yang dapat menggantikan waktu tidur yang terlalu banyak.

Referensi: Halodoc | Republika | Dinkes DI Yoyakarta