Holiday Blues: Bagaimana Cara Mengatasinya?
Perasaan sedih atau cemas bisa muncul ketika liburan | Unsplash/Abigail

Bagi sebagian besar orang, liburan dianggap sebagai momen yang menyenangkan. Namun, ada juga orang-orang yang merasa waktu liburan dapat menimbulkan kesedihan, kecemasan, bahkan depresi. Perasaan sedih yang terjadi selama mendekati atau saat liburan, biasanya pada bulan November dan Desember, disebut sebagai holiday blues.

Melansir dari Very Well Mind, holiday blues juga bisa dirasakan oleh orang-orang yang senang berlibur. Salah satu alasan banyak orang yang merasakan perasaan emosional saat liburan adalah karena terpaku dengan masa lalu, lalu meyakini bahwa banyak hal yang belum tercapai. Selain itu, liburan seringkali menjadi momen yang menguras emosi atau memiliki tuntutan tinggi, karena adanya ekspektasi mengenai liburan yang ideal. Pikiran-pikiran ini rentan membuat orang merasa kelelahan dan stres. 

Berbagai perasaan yang muncul ini bisa membuat seseorang berusaha terlihat baik-baik saja, padahal realitanya jauh dari kenyataan. Meski tidak seserius depresi klinis, holiday blues dapat menghambat seseorang untuk beraktivitas selama periode liburan. Maka, sebaiknya masalah mental satu ini segera diatasi. 

Bagaimana Gejala Holiday Blues?

Gejala paling umum adalah merasakan perasaan sedih yang terus-menerus atau berulang selama masa liburan, dengan intensitas dan durasi yang berbeda di setiap orang. 

Selain itu, ada juga beberapa gejala lain yang muncul. Di antaranya perasaan lelah, kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasanya disukai, tidur lebih lama atau sedikit dibandingkan biasanya, sulit berkonsentrasi, sulit membuat keputusan, mengisolasi diri dari teman dan keluarga, merasa kesepian, kehilangan minat untuk beraktivitas normal, dan lain-lain. 

Bagaimana Tips Mengatasi Holiday Blues?

Olahraga ringan secara rutin bisa mengurangi emosi negatif | Unsplash/Kelly Sikkema

 

Berikut beberapa tips dan saran yang bisa Kawan lakukan untuk membantu mencegah atau mengatasi holiday blues:

  • Luangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Meski sangat sibuk dengan berbagai tugas atau pekerjaan, usahakan untuk mencari waktu bagi diri Kawan sendiri. Gunakan waktu luang ini untuk merefleksikan hal-hal apa saja yang menurut Kawan penting dan tidak penting. Bayangkan rencana apa saja yang sudah dan belum dilakukan, lalu ambil hikmahnya. 

Selain refleksi, pastikan juga Kawan memiliki waktu untuk rileks dan beristirahat. Sekedar 15-20 menit setiap hari untuk meditasi, membaca buku, mendengarkan musik, yoga, atau kegiatan relaksasi lainnya. Jalani semua kegiatan me-time ini dengan hati senang dan pikiran yang mindful, ya. 

  • Berani Menolak Kegiatan Tertentu

Saat musim liburan, kemungkinan besar banyak relasi yang mengadakan acara atau meminta waktu serta kehadiran Kawan. Misalnya, mengajak bertemu untuk makan, belanja, jalan-jalan, atau menghadiri acara resmi seperti tunangan, pernikahan, dan lain sebagainya. 

Meski kegiatan sosial itu penting, Kawan tetap harus membuat batasan bagi diri sendiri dan orang lain. Pasalnya, terkadang kegiatan seperti ini dapat membuat kelelahan atau stres, apalagi jika memang tidak terlalu wajib untuk dihadiri. Berikan kesempatan diri Kawan untuk bernapas dan lebih selektif dalam memilih kegiatan. 

  • Kenali Diri Sendiri

Berusaha mengenali diri sendiri adalah sesuatu yang sebaiknya Kawan lakukan. Caranya, tanyakan dan evaluasi beberapa hal. Misalnya tanyakan siapa saja orang-orang yang ingin Kawan temui saat liburan? Hal apa yang membuat Kawan senang? dan lain-lain. Jika sudah, Kawan bisa membuat tulisan khusus dan menyusun jadwal liburan agar lebih tertata rapi.

  • Lakukan Olahraga Rutin

Berbagai riset menunjukkan bahwa olahraga fisik secara rutin dalam membantu mengurangi dan mencegah perasaan sedih atau depresi. Kawan tidak perlu khawatir, semua aktivitas fisik baik ringan maupun berat dapat membantu mengatasi emosi negatif. Jadi, tidak harus selalu olahraga berat seperti ke gym, olahraga sederhana dengan berjalan atau berlari 20-30 menit perhari juga dapat membantu atasi holiday blues. 

  • Sediakan Waktu untuk Orang-Orang Tersayang

Jika Kawan memiliki teman atau keluarga dekat yang sudah lama tidak bertemu, bahkan bertukar kontak, Kawan bisa coba menghubungi mereka. Berhubungan kembali dengan orang-orang yang Kawan sayangi bisa membantu mengurangi perasaan sedih atau kesepian. 

Apabila mereka berada di tempat yang jauh dan belum memungkinkan untuk bertemu, Kawan bisa memanfaatkan teknologi. Seperti untuk call, video call, bahkan mengerjakan aktivitas bersama misalnya menonton netflix dari rumah masing-masing. 

  • Susun Rencana Realistis untuk Liburan dan Tahun Baru 

Terakhir, sah-sah saja Kawan merasa tidak sabar untuk menyusun segala macam rencana liburan. Namun, jangan lupa untuk berpikir realistis dan sewajarnya. Sepanjang tahun ini, semua orang mengalami perubahan, banyak juga orang yang datang dan pergi dalam kehidupan Kawan. Jadi, jangan terlalu merisaukan hal-hal yang tidak bisa dikontrol. 

Kuncinya adalah untuk fokus kepada orang-orang terdekat saat ini, lakukan kebiasaan liburan yang menurut Kawan menyenangkan, dan nikmati momen yang ada di depan mata. Jangan banyak melihat ke belakang atau terjebak di masa lalu. Ingat juga bahwa liburan tidak harus selalu ideal, selama Kawan masih bisa merasakan momen-momen berharga. 

Sama halnya dengan saat menyusun rencana tahun baru, tidak apa-apa melakukan flashback untuk menentukan rencana ke depan. Tapi, jangan terlalu berekspektasi tinggi dan memaksakan diri. Susun standar yang sekiranya mampu Kawan capai, sehingga dapat terhindar juga dari perasaan kecewa nantinya. 

Last but least, jika Kawan merasa bahwa holiday blues menjadi sangat serius, bahkan jika tidak ada perubahan setelah liburan usai, bisa jadi gejala ini merupakan tanda gangguan kesehatan mental yang lain. Misalnya karena disebabkan oleh gangguan depresi mayor, sehingga sebaiknya Kawan segera berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental untuk penanganan lebih lanjut. 

Referensi:

10 Ways to Fight the Holiday Blues | Psychology Today

Holiday Depression: Definition, Symptoms, Causes, Diagnosis, and Coping (verywellmind.com)

9 Ways to Beat the Holiday Blues (healthline.com)

https://www.halodoc.com/artikel/lebaran-dan-holiday-blues-ini-4-cara-menghadapinya

5 Fakta Holiday Blues, Momen Liburan Membawa Emosi Negatif (idntimes.com)