Refleksi Penghujung Ramadan: Benarkah Puasa Bermanfaat bagi Lingkungan?
Ilustrasi ibadah puasa | Foto: Monstera/Pexels

Bulan Ramadan akan segera berakhir, menandakan ibadah puasa umat muslim di seluruh dunia pun juga akan menemui ujungnya di tahun ini. Setelah berpuasa selama sebulan, ada banyak orang yang merasakan perubahan. Namun, apakah ibadah yang satu ini juga memiliki manfaat bagi kelestarian lingkungan?

Seperti yang kita tahu, permasalahan lingkungan dan kelestariannya tengah menjadi tantangan tersendiri bagi kita semua. Mulai dari polusi, food waste, hingga pemanasan global, ada begitu banyak hal yang harus kita benahi agar bumi tetap lestari.

Nah, karena Ramadan akan segera usai, GoodSide ingin mengajak Goodmates untuk merefleksikan ibadah puasa yang telah berlangsung ini. Apakah dampak lingkungan dari berpuasa? 

1. Berpotensi Tingkatkan Kesadaran Lingkungan

Meningkatnya kesadaran beribadah di bulan puasa berbanding lurus dengan peningkatan kesadaran lingkungan | Foto: Monstera/Pexels

Menurut Dr Mohamed Abdel Raouf, seorang peneliti lingkungan independen, berpuasa khususnya di bulan Ramadan dapat memberi kita kesempatan untuk melakukan perubahan positif dalam sikap kita terhadap lingkungan.

Perubahan sikap tersebut berpotensi terjadi karena di bulan Ramadan banyak orang cenderung berusaha meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. Sementara dalam ajaran tersebut juga turut tercantum anjuran untuk mencintai lingkungan.

Baca juga: Selain Ecosia, Aplikasi Berikut Bantu Jaga Bumi

Terlebih, kondisi dunia yang tengah menghadapi wabah hingga penyakit-penyakit seperti sekarang membutuhkan kepedulian yang besar dari kita sebagai penduduknya. Maka, kesadaran agama yang meningkat selama menjalankan ibadah puasa juga memiliki korelasi dengan peningkatan kesadaran untuk mencintai lingkungan.

2. Mengikis Keinginan Mengeksploitasi Lingkungan

Ilustrasi tindakan eksploitasi lingkungan | Foto: Piotr Arnoldes/Pexels

Menjalankan ibadah puasa, sedekah, dan jenis ibadah lainnya merupakan kebiasaan yang menjadi ciri khas bulan Ramadan. Menurut KH Dr Cholil Nafis selaku Ketua Komisi Dakwah MUI, ibadah-ibadah tersebut merupakan momentum yang baik untuk membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Apalagi di bulan suci ini, umat muslim juga wajib membayar zakat atau menyisihkan sebagian hartanya dalam bentuk bahan pokok. Selain sebagai bentuk ibadah, pembayaran zakat juga merupakan bentuk kepedulian lingkungan, khususnya kepada sesama manusia. 

Lebih jauh, KH Dr Cholil Nafis dalam tulisannya juga menyinggung adanya kecenderungan manusia untuk menjadi baik atau buruk, sesuai dengan ayat yang tercantum dalam kitab suci.

Nah, harapannya bulan Ramadan dapat mengikis sifat anthroposentris (memandang manusia sebagai pusat alam semesta) yang selama ini membuat banyak oknum berbuat buruk dengan sengaja mengeksploitasi lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa memikirkan masa depan generasi selanjutnya.

Baca juga: Ilmuwan Ciptakan Robot Lendir, Bagaimana Fungsinya?

3. Melatih Pengendalian Nafsu Merusak Lingkungan

Ibadah puasa berfungsi untuk mengendalikan hawa nafsu | Foto: Monstera/Pexels

Masih bersinggungan dengan poin sebelumnya, tindakan eksploitasi lingkungan yang manusia lakukan selama ini merupakan dorongan dari hawa nafsu untuk menguasai dan mengambil keuntungan dengan cara merusak.

Dalam hal ini, ibadah berpuasa berperan untuk menjadi ajang latihan bagi kita agar dapat mengendalikan hawa nafsu tersebut. Sehingga, hendaknya hawa nafsu yang kita kendalikan bukan cuma yang bersifat personal.

Misalnya seperti menahan diri untuk tidak berkata kasar atau menggunjing orang lain. Namun, kita juga harus berusaha untuk mengendalikan hawa nafsu yang berkaitan dengan hajat hidup orang lain, seperti menahan diri untuk tidak mengotori lingkungan atau membuang-buang makanan.

Baca juga: Tidak Selalu Buruk, Menyediri Ada Manfaatnya

4. Kesempatan Emas Mengubah Gaya Hidup

Ibadah puasa merupakan kesempatan emas untuk merubah gaya hidup agar lebih ramah lingkungan | Foto: cottonbro/Pexels

Bulan Ramadan merupakan kesempatan emas bagi kita untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan. Meski saat berpuasa kita sering menginginkan banyak menu makanan hingga minuman tertentu, saat berbuka puasa kita cenderung menyadari bahwa tidak banyak hidangan yang bisa kita habiskan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, Goodmates bisa mulai mengurangi porsi hidangan selama berbuka dan sahur. Hal ini akan melatih Goodmates untuk mengurangi sampah makanan (food waste) yang dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan gas metana.

Selama berpuasa, Goodmates juga lebih bisa menghemat penggunaan air. Utamanya karena aktivitas mencuci piring bisa Goodmates lakukan setelah buka puasa dalam jumlah yang banyak sehingga lebih menghemat air dan sabun.

Sebagai kesimpulan, manfat dari ibadah puasa terhadap lingkungan tetap kembali pada kebijaksanaan kita sebagai manusia. Semoga bulan Ramadan memberi kita kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan sehingga kita bisa selalu menerapkannya setiap hari.

Referensi: Gulf News | PDAM Tirta Benteng | EcoMENA