Nikmatnya Ilabulo, Makanan Khas Gorontalo untuk Buka Puasa
Ilabulo makanan Gorontalo | Foto: @ilabulobakar_grntlo

#FutureSkillsGNFI

Setiap bulan Ramadan, Ilabulo menjadi salah satu makanan khas yang sering masyarakat Gorontalo buru. Dulunya, makanan ini sering para raja di Gorontalokonsumsi sebagai simbol perdamaian “Totombowata” atau yang artinya “bersatu padu”.

Makanan ini sukses menjadi sarana perdamaian antara dua kerajaan di Gorontalo yang berselisih. Melansir dari banthayo.id menurut Karim Laia, seorang tokoh lembaga Adat Kota Gorontalo, bercerita bahwa dahulu ada konflik antara Kerajaan Hulonthalangi dan Limutu. Di selang waktu, seorang juru masak Kerajaan Hulonthalangi menyajikan makanan ini ke sang raja.

Dengan keistimewaan rasa dari Ilabulo, sang raja pun melarang rakyat hingga pengikutnya untuk mencicipi makanan ini selain dirinya. Informasi keberadaan makanan khas tersebut di dengar oleh Raja Limutu dan memerintahkan pengikutnya untuk menghentikan serangan kepada pihak Hulonthalangi.

Tujuannya tentu agar Raja Limutu bisa mencicipi Ilabulo yang hanya ada di Kerajaan Hulonthalangi sehingga terciptanya kerja sama antara dua kerajaan tersebut.

Baca juga: Mengenal Amparan Tatak, Menu Wajib Buka Puasa Kalimantan Selatan

Resep Membuat Ilabulo

Ilabulo Gorontalo | Foto: Liputan6

Ilabulo terbungkus dengan daun pisang sehingga sekilas makanan ini mirip dengan pepes asal Provinsi Jawa Barat padahal isinya berbeda. Makanan ini sendiri dalam bahasa Gorontalo berarti sagu ati ampela, dengan bahan dasar pembuatan ilabulo adalah tepung sagu yang pada umumnya berisi hati dan ampela ayam. Teksturnya sedikit kenyal dengan sedikit rasa pedas.

Daun pisang tidak hanya sebagai pembungkus saja, tetapi juga sebagai penambah citarasa pada kuliner satu ini. Terdapat dua proses penyajian berbeda yang ada pada pembuatan Ilabulo, yakni bisa dengan cara kukus atau bakar. Melansir dari Fimela, berikut cara pembuatan Ilabulo.

  1. Rebus ati ampela dan kulit ayam hingga matang, tiriskan dan bilas bersih. Potong-potong kecil.
  2. Panaskan minyak kelapa secukupnya, sekitar 3 sampai 4 sendok makan. Masukkan bumbu halus, tumis hingga matang.
  3. Masukkan ati ampela kulit ayam, tumis sebentar. Matikan api.
  4. Campurkan tepung dengan santan dan air, aduk rata.
  5. Masukkan ke dalam tumisan, masak aduk terus hingga mengental. Jika sudah tidak basah dan asin pedasnya sudah pas, angkat.
  6. Bungkus dengan daun pisang mirip pepes. Kukus selama 20 menit.
  7. Angkat dan bakar sebentar hingga daun pembungkusnya kering dan harum.
Baca juga: Buah-Buah Segar Bikin Puasa Kamu Tambah Lancar

Makanan khas Gorontalo ini bisa kamu konsumsi bersama dengan Binte Biluhuta yang juga makanan khas Gorontalo. Binde biluhuta sendiri merupakan sup yang terdiri dari jagung, ikan, atau udang yang cara masaknya berbeda hingga menghasilkan menu yang sangat lezat. Sup ini enak tersaji saat panas serta memiliki tiga rasa yang khas, yakni manis, asin, dan pedas.

Kandungan Gizi Ilabulo

Makanan Illabulo | Foto: Cookpad

Ilabulo mempunyai kadar air 73,96 persen, kadar abu 0,22 persen, dan kadar karbohidrat 21,49 persen. Komposisi gizi tersebut hasilnya dari data penelitian laboratorium untuk pembuatan Ilabulo dari jeroan ayam dan menggunakan tepung sagu.

Pada penelitian yang Nadirah (2019) lakukan, perlakuan terbaik dengan penambahan 50 gram ampela dan 50 gram sagu menghasilkan kadar protein Ilabulo tertinggi sebesar 8,99 persen dan kadar lemak Ilabulo 2,4 persen.

Baca juga: Intip 8 Tempat Rekomendasi Bukber di Jakarta Selatan

Untuk Goodmates yang penasaran dan ingin mencicipinya lezatnya santapan Ilabulo, silakan mengunjungi tempat penjualan Ilabulo yang terletak di Jalan Diponegoro Kota Gorontalo. Biasanya buka mulai dari pukul 15.00 WITA.

Makanan ini bisa juga kamu jadikan sebagai oleh-oleh karena bisa bertahan cukup lama. Ilabulo rata-rata bisa bertahan mulai dari 2 sampai 3 hari apabila masuk ke dalam lemari pendingin. Selamat mencoba Ilabulo, Goodmates!

Referensi: Kumparan | Fimela | Jurnal Unigo