Indonesia jadi Salah Satu Wilayah dengan Gravitasi Terkuat di Bumi
Ilustrasi gravitasi | Foto: news.ucsb.edu

#FutureSkillsGNFI

Gravitasi sangat penting untuk kehidupan kita. Kita tidak dapat hidup di bumi jika tidak ada gravitasi. Gravitasi matahari membantu membuat bumi tetap berputar pada orbitnya, dengan jarak yang pas, dan membuat semua manusia dapat menikmati kehangatan dan cahaya matahari dengan nyaman.

Gravitasilah yang menahan planet-planet untuk berputar mengelilingi matahari dan membuat bulan tetap pada orbitnya mengitari bumi. Tarikan gravitasi bulan menarik laut kearah bulan, dan menyebabkan gelombang laut. Gravitasi menciptakan bintang-bintang dan planet-planet dengan menyatukan bahan dari tempat pembuatannya.

Namun, tahukah kamu jika gravitasi di bumi tidak semuanya memiliki kekuatan yang sama? Ternyata ada beberapa tempat yang memiliki kekuatan gravitasi lebih tinggi dibandingkan tempat yang lain.

National Aeronautics and Space Administration atau NASA menunjukan visualisasi dari pemodelan data yang ditangkap oleh Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) terkait perbedaan tingkat gravitasi di berbagai wilayah di dunia dengan menggunakan animasi 3D. Dalam vidio tersebut, diperlihatkan kekuatan gravitasi ditandai dengan warna merah untuk menyoroti gravitasi yang lebih kuat dari nilai ideal, dan warna biru untuk menyoroti wilayah dengan kekuatan gravitasi yang lebih lemah jika dibandingkan dengan nilai ideal.

Melalui cuplikan vidio tersebut, dapat dilihat bahwa untuk wilayah Indonesia, terkhususnya pulau Jawa, kekuatan gravitasinya ditandai dengan warna merah kehitaman. Hal ini menunjukan bahwa tekanan gravitasi di Indonesia tergolong sangat tinggi jika dibanding negara-negara lain.

Tidak hanya di Indonesia, ternyata masih ada beberapa wilayah di bumi yang memiliki kekuatan gravitasi lebih besar dibadingkan nilai standar yaitu wilayah Peru hingga Chile.

Perbedaan kekuatan gravitasi di wilayah bumi | Foto : USS Feed

Penyebab Perbedaan Kekuatan Gravitasi

Dikutip dari National Geographic Indonesia, penyebab perbedaan gravitasi di setiap wilayah ditentukan oleh beberapa hal.

Pertama, dikarenakan adanya efek garis lintang.

Bumi tidak berbentuk bulat sempurna, tetapi lebih datar di daerah kutup, dan menonjol di sekitar wilayah khatulistiwa. Kondisi ini mengakibatkan jarak dari pusat bumi ke permukaan laut di khatulistiwa lebih besar 21 kilometer dibandingkan di kutub. Jadi, lintang di kutub memiliki berat 0,5 persen lebih besar dibanding di khatulistiwa.

Kedua, efek ketinggian. Tarikan gravitasi bumi bergantung pada jarak objek dari pusat gravitasi. Berarnya gravitasi berkurang seiring dengan naiknya ketinggian dengan efek yang cukup terbatas.

Ketiga, tempat-tempat yang memiliki lebih banyak massa akan memiliki kekuatan gravitasi yang lebih tinggi juga. Pernyataan ini sesuai dengan teori gravitasi, dimana semakin besar konsetrasi massa sebuah benda, maka semakin besar medan gravitasi yang dihasilkan.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa gravitasi di Indonesia termasuk salah satu yang paling kuat.

Menurut Guru Besar Fisika Teori FMIPA IPB, Husin Alatas, dilansir dari Kompas.com, menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan banyak pegunungan aktif, terutama di pulau Jawa. Banyaknya pegunungan aktif tersebut menandakan besarnya konsentrasi massa yang menjadi penyebab besarnya medan gravitasi.

Apa Dampak Perbedaan Kekuatan Gravitasi Bagi Kita?

Wilayah di bumi | Foto: Pexels

Untuk objek-objek keseharian seperti manusia, mobil, motor, bola, pesawat, dan sebagainya, gaya gravitasi antara objek-objek ini kecil dan tidak signifikan. Gravitasi hanya dapat dirasakan kekuatanya apabila sebuah objek berukuran sangat besar, seperti bumi dan planet-planet lain dalam tata surya.

Oleh karena itu, meskipun ada perbedaan kekuatan gravitasi di setiap wilayah, hal tersebut tidak bisa dirasakan. Hal ini dikarenakan perbedaannya yang cukup kecil dan tidak signifikan.

Referensi: Kompas.com | NASA | National Geographic