Ingin Belajar Coding? Pahami Perbedaan HTML & CSS, Python, dan SQL
Ilustrasi Coding © Unsplash/James Harrison

Pada era yang semakin canggih ini, banyak tuntutan akan keahlian atau kemampuan yang harus kamu miliki untuk bersaing di dunia kerja atau sekadar beradaptasi dengan teknologi yang ada. Pengaplikasian-pengaplikasian perangkat lunak dan juga mengelola gawai yang semakin banyak fitur-fiturnya, menjadi satu hal yang harus dimiliki seseorang.

Oleh karena itu, banyak kursus-kursus yang membuka pembelajaran mengenai penggunaan teknologi ini karena semakin tingginya kebutuhan dan minat pengguna. Salah satu hal yang gemar dipelajari seseorang adalah coding.

Kalau kamu pernah mendengar kata programmer atau developer, seharusnya kamu juga harus tahu bahwa orang-orang tersebut adalah sebutan bagi orang-orang yang memiliki kemampuan coding. Seperti namanya, coding yang berdasar dari kata kode adalah menyusun rentetan kode menjadi sebuah bahasa pemrograman yang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan perangkat lunak atau software.

Rentetan kode ini kemudian menjadi bahasa dan cara berkomunikasi manusia sebagai programmer atau developer dapat berkomunikasi dengan komputer. Berbeda dengan bahasa manusia, dengan coding, komputer dapat menerima dan mentransmisikan rentetan kode tersebut dan mengaplikasikannya ke perangkat lunak mereka.

Sebelum memulai pembelajaran coding, kamu harus tahu terlebih dahulu tujuan kamu mempelajari coding itu sendiri. Dengan mengetahui tujuan, kita dapat menentukan jenis coding apa yang seharusnya kita pelajari.

Perbedaan HTML & CSS, Python, dan SQL

Coding © Unsplash/Florian Olivo
Coding © Unsplash/Florian Olivo

Pertama, ada HTML & CSS. HTML atau Hypertext Markup Language dan CSS atau Cascading Style Sheets sangat cocok dipelajari, bagi kamu yang ingin memiliki kemampuan dasar membangun website dan pengaplikasiannya. Dua teknologi ini menjadi inti untuk membangun halaman website yang biasa kamu akses dalam kehidupan sehari-hari.

HTML menyediakan struktur halaman website, sedangkan CSS berfungsi untuk mengatur tata letak berupa visual dan aural untuk berbagai perangkat seperti mobile view atau desktop view. Seiring dengan grafik dan scripting, HTML dan CSS menjadi dasar untuk membangun halaman website dan aplikasi website.

Setelah mengembangkan HTML & CSS, kamu dapat mengembangkan Python. Python merupakan bahasa yang paling populer dan luas penggunaannya. Cukup digemari saat ini, Python dapat bermanfaat untuk berbagai macam kegunaan, dari data analisis, website, mobile, gaming, dan IoT.

Phyton adalah salah satu bahasa pemrograman yang sudah berusia cukup tua, berkembang sejak tahun 1980-an. Python memungkinkan kamu untuk melakukan coding secara dinamis, karena mampu mendukung object oriented, gaya pemrograman fungsional, ataupun prosedural.

Dikutip dari Coursera, umumnya Python digunakan untuk mengembangkan website dan perangkat lunak, otomatisasi tugas, analisis data, dan visualisasi data. Relatif mudah dipelajari, Python telah diadopsi oleh banyak non-programmer seperti akuntan dan ilmuwan, untuk berbagai tugas sehari-hari, seperti mengatur keuangan.

Selanjutnya SQL atau Structured Query Language adalah jenis coding yang dapat kamu pelajari untuk meningkatkan skill dasar tentang database dan pengolahannya. Jenis coding ini cocok untuk yang ingin jago mengolah data dan membantu perusahaan membuat keputusan bisnis berbasis data.

Beberapa kegunaan dari SQL adalah dapat mengambil data, menyisipkan, memperbarui, menghapus catatan dari database, sampai membuat database baru. Banyak sumber yang dapat kamu gunakan untuk untuk mempelajari coding pada saat ini, mulai dari kursus berbayar, game, Youtube, ataupun website untuk memulai latihanmu.

Contoh kanal yang dapat kamu akses untuk mempelajari coding adalah Coursera, Udemy, Codecademy, dan lain-lain. Jangan takut untuk belajar, dengan memulainya melalui pemahaman mengenai dasar pemrograman diperlukan untuk kamu yang ingin belajar coding.

Setelah memahaminya, jangan berhenti untuk latihan. Dengan begitu, kemampuanmu mempelajari coding dapat terus teringat dan terus berkembang sehingga dapat bermanfaat di kemudian hari.

Referensi: CloudHost | Coursera | Glints | W3C