Inilah Sumber Energi Ramah Lingkungan yang Bisa jadi Pengganti Bahan Bakar Minyak
Ilustrasi│mrganso/Pixabay

Bahan bakar minyak seperti bensin dan solar telah menjadi bahan bakar utama yang digunakan manusia selama puluhan tahun ke belakang. Dengan penggunaan dalam skala besar seperti saat ini, diprediksi bahan bakar minyak akan habis pada tahun 2050-an.

Selain akan habis pada suatu saat, penggunaan bahan bakar minyak juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Berkat dua alasan itu, sumber energi ramah lingkungan pengganti bahan bakar minyak diperlukan manusia saat ini. Sumber energi ramah lingkungan dapat menekan polusi yang disebabkan bahan bakar minyak, serta menjadi solusi apabila suatu saat bahan bakar minyak akan benar-benar habis. 

Manusia saat ini telah menemukan beberapa sumber energi ramah lingkungan. Hanya saja penggunaannya belum bisa menggantikan peran bahan bakar minyak. Namun, bukan berarti suatu saat sumber energi ini akan menjadi pilihan utama untuk menggantikan bahan bakar minyak. 

Nah, kali ini kita akan melihat apa saja sumber energi ramah lingkungan yang bisa saja menggantikan bahan bakar minyak. Selengkapnya, simak di bawah ini!

Sinar Matahari

Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing dengan sumber energi satu ini. Bahkan, sudah cukup banyak ditemui penggunaan panel surya untuk menghasilkan energi listrik di Indonesia.

Sinar matahari adalah solusi tepat sebagai sumber energi masa depan, terlebih lagi untuk wilayah Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Berada di wilayah garis khatulistiwa memungkinkan wilayah Indonesia untuk mendapatkan sinar matahari yang melimpah setiap tahunnya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, saat ini sudah cukup banyak pengguna panel surya di Indonesia. Hanya saja, panel surya yang memiliki fungsi merubah sinar matahari menjadi energi listrik adalah barang yang saat ini masih cukup mahal. Hal inilah yang membuatnya penggunaan panel surya masih cukup sedikit.

Tenaga Angin

Ilustrasi│EdWhiteImages/Pixabay

Banyak negara maju yang telah menggunakan tenaga angin sebagai pembangkit listrik, salah satu yang terkenal adalah Belanda yang dikenal sebagai negara kincir angin. Angin adalah sumber daya yang dapat ditemui di segala penjuru dunia, tidak seperti sinar matahari yang tidak banyak menyinari di beberapa belahan bumi. 

Tenaga angin digunakan untuk memutar kincir angin, yang kemudian kincir angin akan memutar turbin dan menghasilkan energi listrik. Tentunya, pembangkit listrik tenaga angin tidak menyebabkan pencemaran lingkungan.

Geothermal

Geothermal atau panas bumi adalah sumber energi yang berasal dari dalam bumi. Panas bumi adalah sumber energi utama dalam pembangkit listrik energi panas bumi. 

Pembangkit listrik tenaga panas bumi sendiri telah banyak dibangun di Indonesia untuk mencukupi kebutuhan energi listrik. Dilansir dari website Kementerian ESDM, Indonesia memiliki sebanyak 13 pembangkit listrik tenaga panas bumi, yang menghasilkan hingga ribuan megawatt energi listrik.

Tenaga Air

Seperti angin, tenaga air digunakan untuk memutar turbin agar menghasilkan energi listrik. Terdapat beberapa untuk menghasilkan listrik dari air,  yang paling umum adalah bendungan pada sungai yang digunakan untuk memutar turbin.

Terdapat banyak PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air di Indonesia), salah satu yang terbesar adalah PLTA Sungai Kayan di Kalimantan Utara yang dapat menghasilkan listrik hingga 9.000 megawatt.

Biomassa

Ilustrasi│recyclind/Pixabay

Biomassa adalah sumber energi yang dihasilkan dari pemrosesan bahan organik, seperti hewan dan tumbuhan. Pemrosesan biomassa pada umumnya melalui proses pembakaran, tetapi saat ini pemrosesan biomassa sudah jauh lebih bersih dan hemat energi.

Biomassa dapat menjadi sumber energi listrik, atau bahkan menjadi bahan bakar seperti etanol dan biodiesel. Meski saat ini pengembangan biomassa di Indonesia belum terlalu serius, tapi Indonesia memiliki potensi yang besar untuk beralih ke penggunaan biomassa.

Referensi: EDFEnergysageEcoview Homes