Intip Tradisi Perayaan Tahun Baru Imlek di Berbagai Belahan Dunia
ilustrasi perayaan Tahun Baru China. | Sumber: Sandy Millar/Unsplash

Dekorasi yang dominan dengan warna merah, bunyi petasan dan kembang api, dan bagi-bagi angpao bersama keluarga. Tampilan serba merah memang identik dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Tidak hanya di Cina, Tahun Baru Imlek juga dirayakan di berbagai negara di seluruh dunia.

Pada tahun 2022 ini, Tahun Baru Cina jatuh pada Selasa (01/02) kemarin. Perayaan tahun baru ini biasanya dijadikan ajang untuk berjumpa dengan keluarga dan para kerabat. Tahun Baru Cina juga umum dimeriahkan dengan festival pertunjukan barongsai yang menarik.

Meski perayaannya telah berlalu, tapi mungkin Goodmates masih dapat merasakan euforianya hingga hari ini. Selain tradisi-tradisi tadi, kira-kira bagaimana ya negara lain merayakan Tahun Baru Imlek? Yuk, kita simak!

Tradisi unik berbagai negara saat merayakan Tahun Baru Imlek

ilustrasi angpau. | Sumber: Jason Leung/Unsplash
ilustrasi angpau. | Sumber: Jason Leung/Unsplash

Di Cina, menurut Elite Traveler, Tahun Baru Imlek dapat dirayakan hingga 16 hari yang berpuncak pada Festival Lentera tahunan. Sebelum tahun baru, umumnya banyak keluarga membersihkan rumah mereka untuk membersihkan nasib buruk.

Setelah dibersihkan, biasanya banyak orang mendekorasi rumah mereka dengan warna merah dengan lentera, lukisan dan lainnya. Dikutip dari Good Housekeeping, warna merah cerah disebut sebagai warna utama pesta yang memiliki simbol kesehatan, keberuntungan, kekayaan, kemakmuran dan umur panjang.

Pada perayaan tahun baru juga dikenal dengan tradisi memberikan amplop merah atau yang disebut hóngbāo dalam bahasa Mandarin, diberikan dari orang tua kepada anak-anak atau pada mereka yang belum menikah. Tradisi memberikan koin ini dipercaya dapat mengusir roh jahat.

Masyarakat Vietnam juga menyebut perayaan Imlek sebagai Tết atau Tết Nguyên án. Perayaan tahun baru ini sering difokuskan pada harapan keberuntungan yang dilambangkan dengan bunga, tanaman dan pohon persik. Perayaan Tahun Baru Imlek di Vietnam dapat berlangsung tiga hingga tujuh hari.

Sama seperti perayaan di negara lain, momen ini juga digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, memberikan hormat pada leluhur dan mengadakan pesta yang diisi dengan berbagai macam makanan tradisional.

Salah satunya mam ngũ qu (nampan lima buah) dan bánh chưng (kue persegi yang terbuat dari ketan yang diisi dengan kacang dan babi). Masyarakat Vietnam juga mengadakan tradisi bagi-bagi angpao yang disebut dengan Li Xi atau uang keberuntungan.

Jika masyarakat Vietnam menyebutnya sebagai Tết atau Tết Nguyên án, berbeda lagi dengan masyarakat Korea Selatan yang merayakan Imlek dengan sebutan Seollal. Selama perayaan Imlek, masyarakat Korea Selatan mengenakan pakaian tradisional mereka yang dikenal dengan hanbok. Kemudian bermain permainan tradisional dan saling menghibur dengan cerita rakyat kuno.

Berbeda dengan tradisi bagi-bagi angpao menggunakan amplop merah,  tradisi bagi-bagi angpao di Korea disebut dengan Sae Bae Don atau uang tahun baru yang biasanya diberikan dalam amplop putih atau bermotif.

Perayaan Tahun Baru Imlek di Korea Selatan biasanya dirayakan selama dua hingga tiga hari. Dikutip dari Elite Traveler, menariknya terdapat festival kedua yang juga dirayakan pada waktu ini yakni Jeongwol Daeboreum. Sebuah festival yang merayakan bulan purnama pertama dari kalender lunar.

Nah, itu dia beberapa tradisi dari negara-negara yang merayakan Tahun Baru Cina. Tradisi mana yang paling kamu sukai saat perayaan Tahun Baru Cina?

Referensi: Elite Traveler | Good Housekeeping | Tirto.id