6 Investasi yang Perlu Mahasiswa Ketahui!
Ilustrasi | Foto: Pexels.com

Investasi? Apa Perlu Saya Mulai dari Sekarang?

Bagi mayoritas mahasiswa, hidup hanyalah untuk hari ini. Bagaimana dengan besok? Gimana besok aja deh!

Namun, nyatanya kamu sedang berada dalam masa transisi menuju kehidupan pekerjaan, dimana biasanya kamu dituntut untuk mengatur keuangan secara mandiri serta mempersiapkan masa depanmu.

Lalu, dari mana saya harus memulai dan jenis investasi apa yang cocok?

3 Jenis Investasi untuk Mahasiswa

Ternyata, jenis investasi sangatlah beragam dan bisa disesuaikan dengan karakteristik kamu lho.

Kamu bisa membandingkan beberapa jenis investasi berikut dan memilih jenis investasi yang cocok dengan harapanmu.

 

Investasi untuk Mahasiswa yang Tancap Gas

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan adalah, “Jenis investasi apa yang dapat memberikan pengembalian besar dalam jangka waktu pendek?” Itu adalah ciri-ciri mahasiswa yang tancap gas.

Dengan kata lain, kamu tidak sabar ingin memperoleh keuntungan dan menginginkan investasi yang pergerakannya cenderung cepat.

 

#1 Trading Forex

Forex merupakan instrumen investasi perdagangan mata uang asing dengan mata uang asing lainnya. Keuntungan dari trading forex diperoleh dari perubahan nilai tukar mata uang tersebut.

Kunci sukses dalam investasi forex yaitu membeli pada harga terendah dengan perkiraan harga akan naik (trend bullish), dan menjual pada harga tertinggi dengan perkiraan harga akan turun (trend bearish).

Jika kamu masih pemula, tentunya bingung untuk memulai dari mana. Kapan waktunya membeli dan menjual? Darimana kita mengetahui bila harga saat ini adalah harga terendah, dan dari mana kita mengetahui bila harga saat ini adalah harga tertinggi?

Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan belajar dari pengalaman dan pengamatan yang rutin. Kondisi pasar tidak pernah dapat ditebak secara akurat, namun setidaknya akan dapat diprediksi dengan melakukan analisis berdasarkan data terkait.

#2 Trading Saham

Jika kamu suka bermain aman, pastinya trading saham terdengar sangat menyeramkan. Banyak anggapan bahwa saham merupakan investasi yang sangat berisiko dan berbahaya.

Memang betul, risiko tinggi umumnya berpengaruh pada tingkat pengembalian yang tinggi, kecuali kamu memiliki kendali terhadap kontrol investasi tersebut, maka kamu dapat memperoleh low risk high return.

Trading saham sendiri pada dasarnya hanya memperjualbelikan lembar saham dimana harganya akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar dan perusahaan tersebut.

Bermain saham belum tentu membutuhkan banyak uang. Kamu dapat memulainya dengan jumlah yang sedikit dan memulai permainan dengan jual beli harian.

Investasi untuk Mahasiswa yang Cari Aman

Cari aman disini bukan berarti buruk lho, karena terkadang investasi lebih baik dijalankan dengan kepala dingin.

Jangan fokus pada kemenangan-kemenangan karena sebuah keberuntungan, luck atau hoki. Fokus untuk belajar dan menjadi seorang professional trader.

 

Kamu bisa baca buku Trading for A Living oleh Alexander Elder. Beliau mengajarkan 3M: Mindset, Method, dan Money Management untuk menjadi seorang professional trader.

 

#3 Obligasi

Obligasi merupakan surat perjanjian utang yang dikeluarkan oleh pihak pertama (atau pihak yang mengeluarkan obligasi) kepada pihak kedua (atau pihak pemegang obligasi) dengan tujuan memanfaatkan dana pihak kedua dan mengembalikannya beserta keuntungan berupa bunga dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Disini kamu berperan sebagai pemberi utang kepada perusahaan yang biasanya membutuhkan dana dalam jumlah banyak dan cepat. Obligasi dapat bersumber dari negara atau pemerintah dan dari perusahaan.

Di Indonesia terdapat 3 instrumen investasi obligasi: obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

#4 Reksa Dana

Investasi reksa dana cocok bagi mahasiswa yang belum memahami dunia saham dan obligasi karena dalam skema investasi reksa dana akan ada Manajer Investasi (MI) yang membantu mengelola uang kamu.

Reksa dana merupakan jenis investasi yang tidak membutuhkan banyak modal, karena uang tersebut akan digabungkan dengan orang lain yang akan dikelola bersama demi memperoleh keuntungan.

Investasi untuk Mahasiswa yang Santai

Tipe mahasiswa ketiga adalah mahasiswa yang tidak terburu-buru dan memiliki modal yang merupakan uang dingin (idle money). Daripada didiamkan, uang tersebut lebih baik diinvestasikan lho.

Nah, jika kamu merupakan mahasiswa yang santai dan tidak terburu-buru, kamu bisa mencoba jenis investasi berikut ini:

#5 Emas

Investasi emas sering kali disarankan untuk pemula karena aman dan cenderung memiliki risiko inflasi yang kecil.

Selain itu, produk investasi emas bersifat likuid sehingga mudah diperjualbelikan. Jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan dana cepat, menjual emas tentunya lebih cepat.

Keuntungan dari investasi emas cenderung kecil, yaitu sekitar 2% – 4% per tahun tetapi skemanya stabil cenderung naik.

#6 Deposito

Jenis investasi aman bagi mahasiswa santai lainnya yakni deposito.

Deposito merupakan produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja. Umumnya, berkisar antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun.

Suku bunga yang ditawarkan pun cukup tinggi, yakni 4% – 8%, namun jangan lupa suku bunga tersebut belum dipotong pajak sebesar 20%

Investasi untuk Mahasiswa yang Masih “Belum Dulu” “Masih Pikir-Pikir” “Nanti Dulu”: Silakan Ulangi Kesalahan yang Saya Lakukan

Tidak berinvestasi apa pun adalah zonk. Masih muda saja tidak mau tahu apalagi setelah tua nanti? Agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, berikut sekilas kisah saya yang masih saya sesali hingga saat ini:

Saat saya masih berstatus mahasiswa, boro-boro berpikir untuk berinvestasi, saya hanya berpikir bahwa yang penting uang saya untuk bulan ini cukup. That’s all!

Kini setelah saya menikah dan berumah tangga, barulah saya belajar berinvestasi dari suami saya. Namun saya merasa semuanya sudah terlambat. Coba saya memulai dari dulu, mungkin saat ini saya sudah bisa memiliki uang tambahan untuk menyekolahkan anak saya, serta untuk tambahan biaya hidup.

Saya langsung berinvestasi setelah menikah, namun tetap terasa terlambat karena setelah menikah kebutuhan hidup otomatis naik, sehingga makin sedikitlah peluang saya untuk menabung dan berinvestasi.

 

Investasi Pendidikan dan Link adalah Keharusan

Artikel tadi melulu membahas melalui investasi keuangan. Namun, selain investasi pada produk keuangan, setiap mahasiswa harus berinvestasi pada pendidikan, baik soft skill maupun hard skills. Jangan remehkan link yang dapat Anda miliki selama menjadi mahasiswa.

Sumber : Finansialku.com