Trans Siberia, Jalur Kereta Api Lintas Benua Terpanjang di Dunia
Jalur kereta api Trans Siberia | Foto: Virail

Trans Siberia merupakan jalur kereta api terpanjang di dunia. Memiliki panjang 9.288 kilometer, jalur ini melintasi Eropa bagian timur (Rusia) hingga menuju Cina, Mongolia, dan Korea Utara. Praktis, kita bisa menggolongkan Trans Siberia sebagai jalur kereta api lintas benua antara Eropa dengan Asia.

Jalur kereta populer ini memiliki rute utama bernama The Great Siberian. Penumpang akan berangkat dari Moskow lalu melintasi kota-kota besar seperti Irkutsk dan Ulaanbataar, kemudian tiba di Beijing dalam waktu 15 hari. 

Tak hanya sebagai moda transportasi biasa, kereta di jalur Trans Siberia juga menjadi pilihan wisata bagi banyak traveller di seluruh dunia. Bahkan, ada banyak agen travel yang menyediakan berbagai variasi paket tur untuk mengakomodasi keinginan traveller menikmati perjalanan melintasi Trans Siberia dengan rute berbeda-beda.

Sudah Ada Sejak 1891

Kereta api zaman dulu di jalur Trans Siberia | Foto: Vox

Pembangunan jalur kereta api Trans Siberia secara resmi mulai pada 31 Mei 1891. Saat itu, pewaris kekaisaran Rusia Nicholas II meletakkan batu pertama di jalur dekat Kota Vladivostok (bagian Rusia yang berbatasan dengan Cina dan Korea Utara).

Baca juga: Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Fenomena Crazy Rich Palsu

Trans Siberia sendiri merupakan ide dari seorang menteri Rusia bernama Sergei Witte. Ia percaya bahwa kekuatan politik berasal dari kekuatan ekonomi. Maka, melihat kondisi Siberia yang kurang tereksploitasi pada waktu itu, membuatnya berpikir untuk membangun jalur kereta api. Tujuannya, agar perdagangan hasil sumber daya alam dapat semakin maju hingga mencapai Asia Timur.

Akhirnya, kereta pertama yang membawa penumpang dari Moskow ke Vladivostok melaju di tahun 1903, meski keseluruhan konstruksi belum selesai. Barulah pada tahun 1916, seluruh jalur Trans Siberia berhasil terbangun secara total.

Sementara itu, selama perang dunia kedua, kereta api yang melintasi jalur ini memainkan peran penting untuk mengevakuasi masyarakat sipil hingga membawa pasukan militer menuju zona perang. Setelah perang usai, Trans Siberia pun mengalami banyak modernisasi.

Baca juga: Mengenal Dunia Perfilman Bersama Si Damar

Punya Tiga Kelas Kabin Berbeda

Kabin kelas tiga di kereta api Trans Siberia | Foto: Trans-Siberian Express

Perjalanan yang memakan waktu panjang membuat kereta api jalur Trans Siberia memiliki fasilitas nyaman untuk penumpang. Semua gerbong kereta memiliki AC dan sprei. Meski begitu, layaknya moda transportasi lain, ada tingkatan kelas di kereta Trans Siberia yang memberi fasilitas berbeda.

Kabin kelas pertama memiliki jendela yang besar, dua tempat tidur, serta meja kecil di antaranya. Tersedia pula TV dan soket listrik berdaya 220V untuk mengisi daya peralatan elektronik penumpang. Terdapat sekitar 8 hingga 9 kabin seperti ini di tiap gerbong.

Berbeda dengan kabin kelas pertama yang bisa jadi pilihan untuk perjalanan dua orang, kabin kelas kedua paling populer karena menampung lebih banyak orang. Dalam satu kabin, tersedia dua tempat tidur tingkat sehingga muat untuk 4 orang. 

Terakhir, kabin kelas ketiga juga memiliki tempat tidur dan sprei, tetapi tidak memiliki pintu seperti kelas lainnya. Penumpang kelas ini dalam satu gerbong bisa mencapai 54 orang sehingga kurang cocok bagi penumpang yang menginginkan privasi serta ketenangan selama perjalanan.

Jalur Kereta Api Trans Siberia memiliki panjang ribuan kilometer. Selama perjalanan, penumpang akan mengalami perbedaan zona waktu hingga delapan kali. Negara Rusia sendiri memiliki 11 perbedaan zona waktu. Maka, masuk akal bila zona waktu berganti-ganti selama perjalanan dengan jalur Trans Siberia karena melintasi wilayah yang begitu luas.

Referensi: The Trans-Siberian Express | Vox | Ikasslav