Jangan Merasa Terpuruk Bila Kamu Mengalami Ini...
Ilustrasi Keterpurukan © Unsplash/Fizkes

Penulis: Fishya Elvin

Kawan, pernahkah kamu mengalami kegagalan berulang ketika melaksanakan sesi interview

Saat ini, di tengah pandemi Covid-19 yang membuat banyak kegiatan beralih ke ruang virtual, ternyata memberikan dampak yang cukup besar bagi sebagian orang. Banyak yang berlomba-lomba mengadu kegiatan mereka dengan aktif di segala bentuk organisasi hingga kerja, sampai tidak terpikirkan waktu bagi mereka untuk beristirahat. Fenomena hustle culture dan meningkatnya insecurity dalam diri seseorang terkadang juga membuat seseorang terpuruk ketika menghadapi penolakan sampai kegagalan.

Padahal tidak perlu terpuruk loh, Kawan. Tidak peduli kamu undergraduate yang tengah mencari magang,  fresh graduate yang baru mencari kerja, ataupun orang yang sudah memiliki pengalaman kerja tetapi belum menemukan pekerjaan yang cocok, semua orang bisa saja mengalami kegagalan dalam sesi interview. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kesalahan dari pihak recruiter, ataupun dari dalam diri kita sendiri.

Untuk itu, Minka telah merangkumkan beberapa hal yang mungkin Kawan belum persiapkan di interview sebelumnya.

  • Kamu kurang tahu culture dari perusahaan yang kamu ikuti

Mencari tahu latar belakang perusahaan adalah hal pertama yang penting dan harus Kawan persiapkan sebelum sesi interview. Kamu bisa menelusurinya melalui internet, ataupun menanyakan kepada orang-orang yang berpengalaman di dunia kerja maupun secara langsung di perusahaan yang diikuti. Selain itu, kamu juga bisa menyamakan latar belakang atau budaya kerja perusahaan tersebut dengan kualifikasi yang dirimu miliki.

  • Kamu belum sesuai dengan persyaratan dari posisi yang dibutuhkan perusahaan

Setelah beralih dari langkah yang sudah disebutkan sebelumnya, tiba-tiba Kawan merasa latar belakang atau budaya kerja perusahaan dirasa tidak sesuai dengan kualifikasi diri? Tenang, kamu bisa membuat sebuah tabel dimana kawan dapat menuliskan persyaratan yang dibutuhkan di kolom kiri, dan menuliskan kualifikasi diri sebagai bukti bahwa kamu telah sesuai dengan persyaratan tersebut di kolom kanan. Jangan takut ketika kamu tidak dapat menyesuaikan semua persyaratan yang dibutuhkan. Gunakan waktu sebelum sesi interview dilaksanakan untuk memenuhi kriteria atau persyaratan agar kemudian Kawan bisa memenuhi kriteria atau persyaratan yang tidak dimiliki. Penting diingat juga bahwa recruiter pasti menganggapmu sudah sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan apabila kamu dipanggil untuk sesi interview.

  • Resume atau CV yang belum merepresentasikan pengalamanmu

Resume atau CV merupakan dua hal yang penting dalam perekrutan dan sangat penting pula untuk membuatnya rapi dan mudah terbaca. Akan tetapi, Kawan harus tetap memperhatikan substansi dari resume atau CV yang kamu miliki juga. Resume atau CV merepresentasikan sejarahmu, sehingga, setiap hal dari apa yang sudah kamu lakukan di masa lalu dan tercantum di resume atau CV akan sangat diperhatikan.

  • Gugup, kurang mempersiapkan diri

Gugup yang Kawan rasakan kemungkinan disebabkan karena oleh perasaan kurang mempersiapkan diri. Penting bagimu untuk mencari tahu pertanyaan-pertanyaan apa saja yang biasa ditanyakan dalam sesi interview kerja, bisa dari orang-orang di sekelilingmu yang berpengalaman dalam dunia kerja maupun dari sumber lain seperti internet. Persiapkan jawaban yang beralasan untuk menjawab pertanyaan yang mungkin ditanyakan, biasanya berhubungan dengan waktu kosong di dalam resume atau CV yang kamu miliki. Apa yang kamu lakukan saat periode waktu kosong yang tidak tertera apapun dalam CV mu? Mengikuti pelatihan? Atau kamu benar-benar tidak melakukan apapun? Persiapkan diri juga untuk pertanyaan akan kenapa pengalaman kerjamu berlangsung sangat singkat. Bersikaplah jujur dan jangan menutupi sesuatu, karena recruiter dapat membedakanmu saat kamu berkata jujur atau tidak.

Terlepas dari beberapa hal yang dapat Kawan persiapkan sebelum mengikuti sesi interview, janganlah terlalu menyalahkan diri atas apa yang terjadi saat sesi interview ataupun hasilnya nanti. Perusahaan bisa saja mengubah keputusan atau kebijakan apapun, termasuk kualifikasi ataupun posisi kerja yang dibutuhkan. Selain itu, perusahaan bisa juga berakhir tidak merekrut siapapun dalam memilih kandidat ideal mereka.

Selamat menjalani sesi interview yang lebih baik lagi!

 

Referensi: Cultivated Culture | Qualitative Research | De Gruyter