Jefri Nichol Vs. Netizen: Pentingnya Menghargai Hak Cipta dan Etika di Media Sosial
Jefri Nichol | Foto: @jefrinichol/Instagram

Artis kenamaan dalam negeri, Jefri Nichol menjadi perbincangan hangat jagat media sosial belakangan ini. Pasalnya, perseteruannya dengan warganet di Twitter menjadi sorotan banyak masyarakat pengguna media sosial.

Permasalahan artis di Indonesia memang tiada habisnya. Ada banyak pro dan kontra yang melibatkan figur terkemuka dalam negeri. Termasuk belakangan ini kasus yang melibatkan Jefri Nichol dengan salah satu warganet Twitter.

Tak main-main, kasus ini berlanjut hingga pertarungan di atas ring tinju. Awalnya, Jefri Nichol ingin mencari sebuah akun yang mendukung pembajakan film, hingga berujung terjadinya gesekan dengan pengguna lain.

Salah satu hal penting yang patut kamu perhatikan adalah bagaimana pentingnya menghargai hak cipta dan penerapan etika di media sosial. Lalu, bagaimana kronologinya? Berikut penjelasannya.

Krononologi Kasus Jefri Nichol

Illustrasi kasus Jefri Nichol | Foto: @jefrinichol/Instagram

Pada awalnya, Jefri Nichol mencari netizen dengan nama akun unmagnetism, yang membicarakan mengenai pembajakan film terbaru dari Jefri Nichol "Jakarta vs Everybody". Jefri kemudian sadar bahwa akun tersebut telah memblokir dirinya.

Baca juga: Belajar Jaga Sikap Saling Menghargai dari Kasus Will Smith dan Chris Rock

Saat itu, pemilik @keanupahlevi membalas cuitan Jefri Nichol dengan kata-kata kasar. Hal tersebut membuat Jefri tampak berang dan mengajak pemilik akun tersebut untuk bertemu dan bertarung di atas ring tinju.

Awalnya, Keanu tidak begitu yakin kalau Jefri Nichol akan menghampiri untuk benar-benar bertarung. Akan tetapi, Jefri datang menghampiri Keanu dan berduel di kawasan Bandung.

Pentingnya Menghargai Hak Cipta

Illustrasi menghargai hak cipta | Foto: Unsplash

Salah satu hal yang bisa kamu pelajari dari kasus Jefri Nichol adalah selalu menghargai hak cipta. Bagi mereka yang bekerja dalam industri kreatif, pembajakan karya bukanlah hal yang mudah untuk mereka terima.

Sebagai masyarakat, menghargai hak cipta sejatinya bukanlah hal yang susah. Bisa kamu mulai dari hal kecil, seperti menonton film di bioskop atau platform streaming resmi. Melakukan pelanggaran hak cipta juga bisa menimbulkan kerugian bagi kamu.

Film atau produk sinematografi adalah jenis hak kekayaan intelektual yang terlindungi, khususnya hak cipta yang merupakan hal eksklusif yang memiliki hak moral, hak ekonomi, dan hak terkait lainnya. Menyebarkan situs streaming ilegal hingga mendukung pembajakan termasuk dari pelanggaran hak cipta.

Baca juga: Susah Berhenti Nonton Film Seri? Waspada Binge Watching!

Konsekuensinya, bagi kamu yang melakukan pelanggaran hak cipta bisa terkena sanksi berupa denda dan ganti rugi hingga pidana. Media sosial juga akan memblokir akun kamu jika terbukti melakukan pelanggaran hak cipta.

Penerapan Etika di Media Sosial

Illustrasi penerapan etika di media sosial | Foto: Unsplash

Selain menghargai hak cipta, kamu juga harus paham bagaimana penerapan etika di media sosial. Pertikaian antara Jefri Nichol dengan pemilik akun @keanupahlevi tidak terlepas dari sikap abai pada etika di media sosial.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Seperti tidak menjelek-jelekkan seseorang dan jangan sesekali merendahkan orang lain di media sosial. Bukan tanpa sebab, hal tersebut akan berpotensi menimbulkan konflik antar pengguna.

Baca juga: Memahami Netiquette, Etika Berkomunikasi Menggunakan Internet

Selain itu, kamu juga perlu untuk menghargai orang lain dan tidak bersikap offensive. Ada banyak kasus yang menunjukan sikap netizen dengan penggunaan kata-kata kasar yang mereka tujukan kepada pengguna lainnya.

Sikap menyerang pribadi, fisik, hingga sara juga tidak patut untuk kamu lakukan. Pastikan kamu menghindari sikap-sikap buruk tersebut. Cerminkan bahwa kamu adalah orang yang cerdas, mengerti sopan santun, dan taat pada tata krama di masyarakat termasuk di media sosial.

Hal yang harus kamu refleksikan dari kasus perseteruan Jefri Nichol adalah menjaga sikap saling menghargai. Entah itu terkait hak cipta maupun penerapan etika di media sosial. Sudah selayaknya sebagai masyarakat Indonesia mengerti untuk menjaga sikap, meskipun di media sosial.

Referensi: CNN Indonesia | Universitas Udayana | Popmama