Mari Mengenal Jurusan Sastra Arab di Indonesia
Ilustrasi Mahasiswa Jurusan Sastra Arab | Sumber Foto: BBC News Indonesia

#FutureSkillsGNFI

Sesungguhnya jurusan dalam kuliah sangat banyak ragamnya, setiap jurusan dalam Universitas memiliki nilai sendiri terkait karakter, pengetahuan bahkan orang-orang didalamnya. Jurusan apapun yang dipilih oleh mahasiswa  S1, S2, dan S3 semuanya tergantung tingkat keminatan mahasiswa tersebut untuk mengetahui lebih lanjut ilmu pengetahuan yang mereka interest didalamnya.

Ya, karena pada dasarnya di dalam jurusan tersebut pasti memiliki khazanah keilmuan dan cerita-cerita unik yang hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh mahasiswa yang memilihnya untuk dijadikan sebuah sejarah juga kenangan yang bisa kembali diceritakan di kehidupan di masa yang akan datang.

Jurusan Sastra Arab. Banyak yang belum mengetahui terkait jurusan ini. Sekalipun tau, banyak orang yang menganggap jurusan sastra Arab menyeramkan, karena mereka berfikiran jika mengambil jurusan ini maka bahasa sehari-hari yang akan dipakai ketika pembelajaran adalah Bahasa Arab dan skripsi nya pun menggunakan bahasa Arab.

Anggapan mereka yang mengatakan jurusan Sastra Arab ini tidak sepenuhnya salah, Ya memang diakui ketika kamu masuk ke dalam jurusan ini, maka kamu akan mengerjakan skripsi dengan bahasa Arab. Namun, tidak semuanya dosen yang mengajar di jurusan sastra Arab ini, menggunakan bahasa Arab untuk pembelajarannya. Mereka malah lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dengan tujuan agar Mahasiswa yang mendengarkan dan belum bisa berbahasa Arab mudah faham.

Berikut ini akan dikupas beberapa cerita tentang bagaimana kehidupan, pembelajaran juga keseharian mahasiswa Sastra Arab yang akan memperluas pengetahuan kamu yang bisa dijadikan referensi untuk study lanjut.

Bagi mahasiswa sastra Arab, jurusan ini tidak hanya belajar terkait sastra yang bisa berupa puisi, cerpen maupn novel, melainkan mereka juga harus belajar dan mempelajari Bahasa Arab seperti Nahwu, Sharf, Balaghah. Dalam jurusan ini,mahasiwa juga diajarkan keterampilan dalam menyimak dan memahami bahasa Arab, diantaranya adalah: mahasiswa akan diajarkan cara mahir untuk menyimak bagaimana memahami orang yang berbicara dengan bahasa Arab (mahaarat al-kalam), memahami bagaimana cara membaca tulisan bahasa Arab (mahaarat al-qira’ah), memahami bagaimana cara menulis bahasa Arab (mahaaarat al-kitabah), memahami bagaimana cara mengucapkan kalimat bahasa Arab (mahaarat al-kalam).

Apa itu doing kak yang dipelajari oleh mahasiswa sastra Arab ?, eitss... tunggu dulu GoodMates, selain mempelajari sastra dan bahasa Arab, menjadi mahasiswa di jurusan ini juga akan mempelajari tentang ilmu bahasa (linguistic), Jurnalistik, kebudayaan Arab bahkan geopolitik dunia Arab. Mahasiswa disini akan diajarkan keterampilan bahasa sebagai alat untuk memahami masyarakat Arab sebagai penutur asli, termasuk seni budaya mereka, bahkan kehidupan social, politik dan ekonominya. Cocok banget bukan untuk kalian yang mempunyai keinginan bekerja di diplomat atau Kementrian Luar Negeri?.

GoodMates perlu tahu nih, ketika kalian lulus dari jurusan ini akan ada banyak pekerjaan yang ditawarkan bagi mereka yang kuliah di jurusan Sastra Arab. Diantaranya adalah bekerja di kementrian luar negeri, kantor diplomat atau kantor lainnya yang berurusan dengan Negara –negara Arab. Bahkan lulusan Sastra arab ini, bisa bekerja di media dalam negeri maupun luar negeri karena ketika masa perkuliahan mereka akan diajarkan ilmu jurnalistik dan sastra berupa tulisan-tulisan yang saling berkaitan untuk bekal kamu menjadi seorang jurnalistik di bidang content writer dan copy writer. Selain pekerjaan-pekerjaan ersebut, jurusan sastra Arab bisa menjadi seorang guru, baik guru bahasa Arab maupun non Arab. Namun, dibalik itu semua kalian juga harus mempelajari dan mendalami skill yang dimiliki agar mudah dicari oleh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kalian dibidangnya. Nah, jangan jadikan pekerjaan sebagai tujuan kalian ketika belajar ya GoodMates. Karena sesungguhnya tujuan belajar itu bukan hanya untuk bekerja saja, banyak nilai-nilai tertinggi didalamnya. Salah satunya adalah menjadi manusia yang memiliki wawasan luas yang dapat membedakan mana yang benar dan salah yang bisa jjga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Balik lagi yuk GoodMates, kalau kalian bertanya “aku bukan lulusan pesantren nih kak, apa aku bisa mendaftar di jurusan tersebut ?”. Hmm,,, jangan khatawir GoodMates, walaupun perlu diakui di jurusan ini banyak sekali yang memiliki latar belakang dunia pesantren, namun GoodMates yang bukan lulusan pesantren juga bisa kok mendaftar di jurusan ini. Karena banyak yang bukan dari pesantren juga belajar di jurusan ini salah satunya adalah temanku. Jadi, teman-teman GoodMates yang khawatir tentang hal itu bisa lega dan memantapkan niat untuk belajar dalam jurusan Sastra Arab.

Semakin tertarik bukan dengan jurusan Sastra Arab ? hehe. walaupun kesehariannya jurusan Bahasa dan Sastra Arab membaca dan menulis, skripsinya juga menggunakan bahasa Arab, tapi tetap menyenangkan karena kita akan menjadi seseorang yang istimewa ketika mengambil jurusan ini. Gak percaya ? boleh di coba.