Jurusan Sastra Asing yang Tak Banyak Tersedia di Perguruan Tinggi Indonesia
Jurusan sastra asing di Indonesia | Foto: Clem Onojeghuo/Pexels

Jurusan sastra menjadi primadona bagi sebagian calon mahasiswa. Bukan tanpa sebab, dalam jurusan ini mereka akan mendapat pengetahuan yang lebih dalam mengenai bahasa terkait.

Tak hanya itu, mahasiswa sastra juga akan belajar tentang kebudayaan dari sastra yang ia pelajari karena banyak mengkaji literasi dari negara tersebut. Maka, jurusan sastra cocok bagi Goodmates yang menyukai bahasa dan kebudayaan suatu negara.

Di Indonesia sendiri beberapa jurusan sastra yang populer adalah sastra Indonesia, sastra Inggris, dan sastra Korea. Namun ada juga jurusan sastra yang tidak banyak tersedia di perguruan tinggi Indonesia.

Artinya, hanya ada sedikit sekali perguruan tinggi yang memiliki jurusan sastra tersebut. Hmm, ada apa saja kira-kira? Berikut daftarnya.

1. Sastra Belanda

Sastra Belanda, mempelajari tata bahasa hingga kebudayaan Belanda | Foto: ambrosiniv/Pexels

Mendengar kata Belanda, Goodmates sudah pasti terbayang akan sejarah panjang negara kita dengan Belanda di masa lalu. Bahkan, ada beberapa kata yang biasa kita gunakan sehari-hari ternyata merupakan kata serapan dari bahasa Belanda.

Baca juga: Mendengar Cerita Pelajar Muslim Indonesia yang Berpuasa di Luar Negeri

Misalnya, kata kantor menyerap dari kantoor hingga kata karcis yang berasal dari kata kaartjes. Meski demikian, jurusan yang mempelajari struktur hingga literatur Belanda, yaitu Sastra Belanda sangat jarang di Indonesia, bahkan seantero Asia Tenggara.

Indonesia menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang memiliki jurusan ini di perguruan tinggi, tepatnya hanya ada di Universitas Indonesia. Pada jurusan ini Goodmates akan belajar tentang tata bahasa Belanda, kesusastraan Belanda, budaya, hingga komposisi pemahaman teks. Harapannya, Goodmates dapat menguasai kemampuan kepenulisan, bicara, dan mendengar dalam bahasa Belanda.

2. Sastra Jerman

Sastra Jerman juga mempelajari perkembangan Jerman dari abad sebelum masehi hingga abad modern | Foto: Shvets Anna/Pexels

Lebih dari sekadar mempelajari bahasa dan karya sastra, jurusan Sastra Jerman akan mengajak Goodmates mempelajari sejarah dunia. Hal itu karena Jerman memiliki peran penting di setiap pembabakan sejarah dunia, mulai dari zaman klasik hingga perang dunia.

Goodmates juga akan berpetualang mempelajari karya-karya sastra Jerman pada abad Yunani dan Romawi, abad pertengahan, abad pencerahan, hingga abad modern.

Mata kuliah tentang kenegaraan dan perkembangan bahasa tentunya berbeda. Misalnya, mata kuliah tentang perkembangan negara Jerman dan karya-karya sastra di zaman itu bernama Deutsche Litratur und Landeskunde.

Kemudian, ada pula mata kuliah tentang tata bahasa Jerman dari sebelum masehi hingga sekarang bernama Sprachwissenchaft. Adapun hanya lima perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan jurusan ini, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Sam Ratulangi, dan STBA Yapari.

Baca juga: Kebiasaan Sederhana Berikut Bisa Bantu Jaga Kelestarian Lingkungan

3. Sastra Rusia

Belajar sastra Rusia cukup menantang karena Rusia punya abjad yang berbeda dari abjad biasa | Foto: Dmitry Artamonov/Pexels

Mempelajari bahasa Rusia merupakan suatu tantangan berhubung negara ini memiliki aksara sendiri yang bernama Kiril (кириллица). Namun, hal tersebut tidak menyurutkan peminat jurusan yang hanya ada di dua perguruan tinggi ini, yaitu di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran.

Hal-hal yang akan Goodmates pelajari di jurusan Sastra Rusia adalah kemampuan berkomunikasi secara lisan maupun tertulis. Tak hanya itu, Goodmates juga akan belajar dengan bahasa Rusia hingga analisa gejala bahasa, sastra, dan budaya Rusia serta negara-negara Slavia dan Eropa Timur lainnya.

Baca juga: Lakukan 5 Rekomendasi Kegiatan Produktif Selama Ramadan

Adapun Rusia sendiri memiliki karya-karya sastra besar yang menarik, seperti The Brothers Karamazov dan War and Peace. Jurusan ini cocok bagi Goodmates yang menyukai hal-hal berbau Rusia dan Eropa Timur yang kaya akan sejarah.

Demikian ulasan mengenai tiga jurusan sastra asing yang tidak banyak tersedia di perguruan tinggi Indonesia. Itulah yang membuat jurusan-jurusan tersebut menjadi istimewa.

Adapun lulusan sastra sendiri memiliki prospek kerja yang luas, seperti menjadi penulis, penerjemah, bekerja di biro wisata, hingga di Kementerian Luar Negeri. Apakah Goodmates tertarik untuk mendaftarkan diri pada salah satu jurusan sastra di atas?

Referensi: Halo Kampus | Pahamify | Gramedia