Jaga Kesehatan Tubuh, Penting Perhatikan Kalori Takjil Puasa
Ilustrasi takjil puasa | Foto: Pojok Jakarta

Saat momen ramadan, berbuka puasa merupakan salah satu waktu yang sangat banyak orang tunggu. Umumnya, ketika berbuka puasa kita juga sibuk menyiapkan berbagai macam takjil. Mulai dari takjil yang manis dan menyegarkan hingga takjil yang asin juga gurih.

Tak jarang, kita menjadi lapar mata ingin membeli berbagai macam takjil. Salah satu hal yang sering terlupakan adalah kalori yang terkandung dalam setiap hidangan takjil.

Memperhatikan jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh kita termasuk hal yang penting. Pasalnya, setiap orang memiliki jumlah kebutuhan kalori tubuh yang berbeda.

Hal ini terpengaruh dari berbagai macam faktor mulai dari tinggi badan, berat badan, usia, jenis kelamin, hingga tingkat aktivitas fisik.

Mengetahui seberapa banyak jumlah kebutuhan kalori yang kita butuhkan juga dapat membantu untuk menciptakan pola makan dengan gizi yang seimbang. Cara ini juga efektif untuk membantu penurunan berat badan atau menjaga berat badan. 

Takjil Puasa Berkalori Tinggi

ilustrasi takjil puasa berkalori tinggi | Foto: shutterstock/Detik
Takjil puasa berkalori tinggi | Foto: shutterstock/Detik

Siapa yang tak suka gorengan? Berbagai jenis gorengan ini hampir selalu berhasil memanjakan lidah. Meski rasanya begitu lezat, gorengan termasuk salah satu takjil puasa yang memiliki kalori cukup tinggi.

Baca juga: Cegah Dehidrasi, Begini Jadwal Minum Air Putih Selama Ramadan

Misalnya saja satu buah tempe goreng mengandung 34 kkal. Kemudian, ada pisang goreng yang mengandung 68 kkal, tahu goreng 35 kkal, ubi goreng 48 kkal per 30 gram, dan singkong goreng 57 kkal per 20 gram.

Tak hanya berbuka dengan gorengan, sebagian orang juga berbuka dengan bubur candil, sumsum, kolak atau es campur. Nah, keempat hidangan ini juga patut kamu waspadai untuk tidak mengkonsumsinya terlalu banyak.

Meski telah menjadi salah satu takjil favorit kebanyakan orang, semangkok bubur candil bisa mencapai 364 kkal. Jumlah kalorinya bisa semakin tinggi apabila kamu campur dengan bubur sumsum.

Bahkan, kolak justru memiliki kalori yang lebih tinggi lagi. Takjil yang identik dengan bulan ramadan ini bisa mencapai hingga 826 kkal.

Tingginya kalori pada kolak juga terpengaruh dengan bahan-bahan yang terdiri dari santan, gula, pisang, singkong, ubi serta berbagai macam bahan pendukung lainnya.

Terakhir, idola masyarakat yang bisa menuntaskan rasa haus dan dahaga. Yap! Es campur juga mengandung jumlah kalori yang tak kalah tinggi, yakni 200 hingga 300 kalori. Jumlah ini bisa lebih tinggi lagi apabila bersama dengan bahan-bahan lainnya.

Baca juga: Simak Cara Hitung Kebutuhan Kalori Selama Puasa

Takjil Puasa Berkalori Rendah

ilustrasi takjil berkalori rendah | Foto: Adira Finance
Takjil berkalori rendah | Foto: Adira Finance

Meski begitu, tidak perlu kebingungan menentukan menu berbuka puasa. Masih banyak kok pilihan takjil puasa lainnya yang memiliki kalori cukup rendah, seperti kurma.

Buah satu ini sangat identik dengan bulan ramadan. Mengonsumsi kurma juga merupakan salah satu sunnah dari Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa mengkonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Buah kurma juga sangat kaya akan manfaat. Di antaranya, kurma mengandung nutrisi seperti potasium, magnesium, zat besi, vitamin B6 juga fiber yang bisa memperlancar pencernaan.

Ingin sesuatu yang manis dan menyegarkan? Cobalah untuk mengonsumsi salad buah. Namun, kamu juga perlu memperhatikan kandungan buah serta saus atau topping yang ada. Kalori salad buah akan semakin tinggi apabila kamu mencampur dengan berbagai macam bahan seperti susu kental manis.

Baca juga: Jaga Bumi dengan Terapkan Green Ramadan

Selain salad buah, kamu juga bisa berkreasi mengolah buah-buahan menjadi takjil lainnya. Seperti jus buah, smoothies buah, atau pudding buah.

Lagi-lagi kamu bebas bereksperimen sesuai selera. Kamu bisa mencampur smoothies dengan campuran susu atau yoghurt atau juga dengan aneka sayuran.

Namun, perlu kamu perhatikan mengenai susu atau yoghurt yang kamu pilih. Kamu bisa memilih produk yang rendak lemah dan tidak perlu menambahkan gula atau susu kental manis agar kalorinya tetap rendah.

Apapun hidangan berbuka puasamu hari ini, jangan lupa untuk lebih bijak memilih takjil yang akan dikonsumsi, ya. Selamat berbuka puasa, Goodmates!

Referensi: Hello Sehat | cnbc Indonesia | Katadata | Halodoc