Peduli Lingkungan, Kampus Berikut Terapkan Konsep Eco Friendly
Ramah lingkungan merupakan konsep penting untuk dilakukan | Foto: Pexels

Saat ini, dunia sedang menghadapi masalah iklim yang serius. Sebagian orang di dunia, sudah sadar akan hal ini dan mulai melakukan sesuatu untuk bumi.

Berbagai institusi dan organisasi juga sudah mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan iklim ini, termasuk universitas. Beberapa universitas di dunia sudah mulai menerapkan prinsip ramah lingkungan atau eco friendly dalam beroperasi.

Berikut ada beberapa universitas di dunia yang sudah menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam melakukan kegiatan.

1. Algebra University College

Gedung Algebra University College | Foto: Algebra

Pertama ada Algebra University College, salah satu kampus swasta yang berdiri di Kroasia. Universitas ini berdiri pada 1998 dan telah meraih poin sempurna dalam program Erasmus Charter for Higher Education (ECHE). Program ini menekankan pada praktik universitas yang ramah lingkungan dan digitalisasi.

Algebra University College juga tengah mencanangkan pengimplementasian program Erasmus Without Paper untuk 2021--2027 mendatang.

Selain itu, universitas ini pernah menjadi tuan rumah bagi puluhan mahasiswa untuk menghadiri program ASEF (Asia Europe Foundation). Program tersebut merupakan ajang kerja sama mahasiswa internasional dari 50 negara untuk membangun proyek pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Baca juga: Cari Tahu Asal Usul Hamburger, dari Jerman atau Amerika?

2. Universitas Bina Nusantara

Gedung kampus Alam Sutera Universitas Bina Nusantara | Foto: Suara.com

Beralih ke Indonesia, Universitas Bina Nusantara kampus Alam Sutera juga termasuk ke universitas yang sudah menerapkan “gaya hidup” ramah lingkungan. Kampus ini menggunakan teknologi mechanic engineering untuk menghemat penggunaan listrik.

Binus memiliki banyak ruang terbuka yang berfungsi sebagai ventilasi udara. Ruang terbuka tersebut berbentuk balkon dan memiliki pintu sebagai jalur angin masuk ke ruangan sehingga dapat menghemat penggunaan AC.

Lebih lanjut, Binus memanfaatkan air hujan untuk keperluan kampus, seperti air untuk kloset toilet dan untuk menyiram tanaman. Air hujan tersebut sebelumnya sudah tertampung dan kemudian dapat terpakai untuk berbagai keperluan kampus. Hal ini bertujuan tentunya untuk menghemat penggunaan air.

Baca juga: Penyebab dan Cara Atasi Susah Tidur Karena Gadget

3. Universitas Aarhus

Gedung Universitas Aarhus yang dikelilingi rerumputan dan pohon | Foto: The United Nations

Selanjutnya ada universitas yang satu ini sudah mengimplementasikan konsep eco friendly untuk keberlanjutan lingkungan sekitarnya. Misalnya pada saat menggelar konferensi, pihak universitas akan memberikan botol air minum bebas BPA, alih-alih menggunakan botol plastik.

Pastinya, botol yang ada pun dapat terpakai kembali berulang-ulang sehingga akan membantu mengurangi sampah botol plastik.

Selain menyelenggarakan pembelajaran dan penelitian mengenai solusi dan inovasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim, universitas di Denmark ini juga memiliki program climate strategy.

Tujuannya tentu saja sebagai upaya mereka untuk berkontribusi dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Program tersebut berfokus di empat area, yaitu operasi kampus, transportasi, limbah, dan pengadaan. 

Pihak kampus melihat operasi kampus, transportasi, dan pengadaan adalah tiga area yang potensial untuk mengurangi jejak iklim. Transportasi di kampus akan fokus ke tiga jenis, yaitu perjalanan udara, kendaraan umum untuk perjalanan bisnis, dan commuter.

Dalam pengadaan barang dan kebutuhan kampus, pihak universitas akan fokus dalam pengadaan yang bersifat climate-friendly. Keberlanjutan atau sustainability juga harus menjadi pertimbangan dalam pengadaan produk dan berfokus untuk daur ulang atau penggunaan kembali (reused and recycle).

Baca juga: Mengatasi Dismenore, Rasa Sakit Akibat Menstruasi

4. Universitas & Pusat Penelitian Wageningen

Penampakan di dalam gedung Universitas & Pusat Penelitian Wageningen yang rindang | Foto: Yenlo

Berpindah ke negara Belanda, terdapat Universitas & Pusat Penelitian Wageningen. Kampus ini berhasil mencapai netralitas iklim pada 2015 yang berguna untuk penurunan kadar CO2.

Universitas Wageningen juga menawarkan program yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Program ini termasuk dalam program internal dari pihak universitas.

Melihat lingkungan kampus sebagai wilayah perkotaan yang sedang berkembang, pengelolaan ruang hijau publik di Universitas Wageningen akan bertempat dalam perspektif alam untuk ruang publik (nature for the public space).

Taman dan perkebunan yang ada, tidak hanya sebagai pendukung alam untuk mengurangi dampak perubahan iklim, tetapi juga sebagai living lab.

Referensi: Aarhus University | Educations | Okezone