Kebiasaan Positif Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19
Ilustrasi bukber saat ramadan | Foto: Rodnae/Pexels

#FutureSkillsGNFI

Bulan Ramadan menjadi hal yang paling setiap umat muslim nantikan, tentunya dalam rangka mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, keadaan memaksa kita untuk mengubah kebiasaan kita di tengah pandemi COVID-19.

Tentunya hal tersebut tidak akan menjadi halangan umat muslim dalam beribadah meskipun kegiatan sempat terbatasi. Istilah PPKM ataupun social distancing bukanlah hal baru yang kita temui. Pada tahun sebelumnya pun istilah itu telah menjadi mimpi buruk bagi masyarakat untuk tetap menjaga jarak dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19.

Kurang lebih satu tahun lamanya COVID-19 telah menyebar di Indonesia, bahkan sampai ada puluhan juta orang yang terkena dampaknya. Semangat sekaligus antusias umat muslim dalam beribadah dapat terlihat pada keramaian masjid dalam melaksanakan salat jamaah dalam ibadah tarawih.

Dengan menaati protokol kesehatan, mereka tetap berbodong-bondong untuk melaksanakan ibadah tersebut. Berbagai kajian kitab, tadarus, serta kegiatan rutin ba'an bahkan banyak umat muslim lakukan. Bahkan, tidurnya orang muslim yang sedang berpuasa pun bernilai ibadah.

Baca juga: Rekomendasi 5 Aplikasi yang Bisa Memudahkan Mahasiswa

Manfaatkan Kecanggihan Teknologi

Manfaatkan teknologi | Foto: Antono Shkraba

Seimbang dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, tentunya akan memudahkan kita untuk dapat meminimalisir kegiatan yang kita lakukan di luar rumah. Tak hanya menimbulkan sisi positif, tapi ada juga sisi negatif yang akan timbul.

Maka, para generasi muda harus dapat berpikir kritis di tengah kecanggihan teknologi supaya dapat berkembang dan dapat bersaing dengan negara lain yang telah maju.

Oleh sebab itu, dengan adanya teknologi dapat, memudahkan umat muslim untuk dapat melaksanakan kegiatan yang bernilai ibadah. Antara lain tadarus Al- Qur'an, membayar zakat, bersedekah, menyebarkan informasi yang positif melalui media sosial, mendengarkan ceramah, dan sebagainya.

Baca juga: Forum Indonesia Mudah, Wadah Buat Kamu yang Ingin Nongkrong Idealis

Pada bulan ramadan, tentunya terdapat permasalahan sampah yang timbul karena banyaknya pedagang dan antusias umat muslim dalam menyambut bulan puasa dan hari raya. Maka, banyak sampah dari masyarakat yang tidak tertangani.

Nah, dengan adanya teknologi inilah yang mampu menjadi sumber kemudahan bagi masyarakat, hal itu dapat masyarakat memanfaatkan dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

Misalnya aplikasi bebas sampah yang mampu mengangkut sampah dari masyarakat untuk terolah menjadi barang yang bermanfaat. Kemudian adanya e-book yang dapat mengelola berbagai informasi penting dalam bulan Ramadan, serta keadaan lingkungan saat ini.

Supaya tidak bosan, tentunya terdapat game-game menarik yang dapat menambah semangat masyarakat dalam menjalankan ibadah di tengah pandemi. Misalnya kuis terkait bulan ramadan ataupun hal lainnya.

Baca juga: Ramadan Produktif dengan Membangun Kebiasaan Baru

Pesantren Kilat Ramadan

Ilustrasi pesantren kilat | Foto: Thirdman

Tak asing pula bagi kita untuk mengenal pesantren kilatan di pondok pesantren. Di dalamnya, terdapat berbagai kegiatan positif untuk kamu lakukan, termasuk mengaji, ziaroh pada alim ulama, tadarus, mengkaji berbagai kitab, salat jamaah, dan hal-hal lainnya.

Metode tersebut sudah lama ada. Oleh sebab itu, banyak umat muslim yang berusia remaja memilih melakukan kegiatan positif di dalam pondok pesantren.

Dengan demikian hal tersebut dapat mengurangi dan membina anak-anak menjadi sosok yang bertanggung jawab, mudah bersosialisasi, disiplin, jujur, sekaligus menjauhkan mereka dari sikap egois, melakukan narkoba, tawuran, dan pemarah.

Meskipun di tengah pandemi, tak akan menjadi halangan bagi kita untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Belum lagi dengan perkembangan teknologi yang dapat memudahkan kita untuk melakukan berbagai kegiatan di rumah.

Tak hanya itu saja, kegiatan yang kita lakukan dapat meminimalisir penyebaran COVID-19. Maka, penting bagi kita sebagai generasi muda untuk menjadi agent of change dengan membangun kebiasaan baru di Ramadan ini.