Kebiasaan Sederhana Berikut Bisa Bantu Jaga Kelestarian Lingkungan
Ilustrasi manusia yang menyatu dengan lingkungan | Foto: Pexels

Menjalankan aktivitas dan kegiatan sehari-hari sudah menjadi rutinitas. Mulai dari makan, membersihkan rumah, dan kegiatan lainnya. Dalam melakukan kegiatan, kita pasti berhubungan erat dengan lingkungan di sekitar kita.

Seringkali juga kita memerlukan lingkungan untuk menjalankan kegiatan. Namun, tak jarang kegiatan kita malah merusak kelestarian dan keasrian lingkungan.

Untuk itu, perlu langkah memperbaiki lingkungan yang telah kita rusak. Berikut ini hal-hal sederhana yang bisa kamu lakukan, tapi membawa dampak besar bagi pelestarian lingkungan.

1. Membuang Sampah pada Tempatnya

Ilustrasi tempat sampah | Foto: D-Laundry

Tentu saja, membuang sampah pada tempatnya akan sangat membantu untuk menjaga kebersihan lingkungan. Membuang sampah di tempatnya akan sangat mengurangi kemungkinan terjadinya banjir akibat sungai yang penuh dengan sampah.

Tidak berhenti sampai di situ, dengan kamu membuang sampah sesuai dengan kategorinya juga sudah melakukan upaya dalam menjaga lingkungan. Terdapat tiga jenis kategori sampah, yaitu organik, non-organik, dan B3.

Baca juga: Mengenal Segudang Khasiat Matoa, Buah Eksotis Khas Papua

Sampah organik merupakan sisa-sisa dari makhluk hidup dan bisa terurai secara alami, seperti ranting dan daun. Kemudian ada non-organik sebagai sampah yang sulit terurai secara alami, seperti plastik dan kaleng.

Terakhir ada sampah B3 yang berasal dari aktivitas rumah tangga dengan mengandung bahan beracun, seperti bekas pengharum ruangan dan pestisida.

Setiap jenis sampah memiliki tempat pembuangannya sendiri. Membuang sampah sesuai dengan jenis tempat sampah akan membantu pengelolaan sampah TPA oleh petugas, guna memilah sampah dan melakukan penguraian.

2. Membawa Tas Belanja

Ilustrasi belanja dengan tas belanja | Foto: Pexels

Kebiasaan ini sudah mulai orang-orang terapkan. Membawa tas belanja sendiri tentunya mengurangi penggunaan kantong plastik sebagai tas belanja. 

Seperti yang kita tahu, plastik adalah salah satu komponen yang sangat sulit untuk terurai. Plastik membutuhkan sekitar 100 tahun agar bisa terurai. Bahkan, plastik yang sudah terurai pun akan menjadi berbahaya apabila terserap air tanah.

Membakar sampah plastik juga bukan solusi yang baik. Pembakaran sampah plastik dapat menghasilkan asap yang dapat menambah polusi di udara. Satu-satunya langkah tepat untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan mengurangi penggunaannya.

Dengan membawa tas belanja atau reusable bag, kita bisa membantu dalam upaya untuk mengurangi sampah plastik. Pemerintah pun juga mendukung gerakan tanpa plastik ini dengan cara mengenakan biaya tambahan untuk penggunaan plastik.

Banyak tempat perbelanjaan dan pasar swalayan yang sudah menerapkan aturan ini. Bahkan, banyak tempat perbelanjaan yang sudah tidak menyediakan plastik sama sekali. Oleh karena itu, membawa tas belanja tentunya akan memudahkanmu sekaligus dapat menjaga kelestarian lingkungan.

Baca juga: Sedang hits, Ini Tips Memiliki Kamera Analog Bekas

3. Naik Kendaraan Umum

Ilustrasi naik kendaraan umum | Foto: Pexels

Jika kamu ingin bepergian ke suatu tempat yang tidak begitu jauh, kamu bisa berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan pribadi. Selain menghemat energi, kamu juga bisa sekaligus berolahraga.

Namun, jika jarak yang kamu tempuh cukup jauh dari titik berangkat, kamu bisa mengkonsiderasikan kendaraan umum sebagai pilihan transportasi. Ketika kamu hendak bepergian dengan teman, alangkah baiknya jika kamu memilih transportasi umum.

Bayangkan jika kamu pergi dengan 3 orang temanmu dan masing-masing membawa kendaraan pribadi. Tentu akan menambah polusi udara dan boros energi.

Transportasi umum dapat sangat membantu mengurangi volume kendaraan yang ada di jalan. Dengan begitu, udara di lingkungan sekitar lambat laun akan menjadi lebih bersih.

Menggunakan kendaraan umum tentunya juga akan menghemat bensin dan biaya yang perlu kamu keluarkan. Jadi, jika tidak terlalu mendesak, gunakanlah kendaraan umum sebagai alternatif bepergian.

Baca juga: Menilik Program Kampung Iklim Pemerintah Indonesia

4. Melakukan Thrifthing Pakaian

Ilustrasi thrifting | Foto: Pexels

Limbah tekstil merupakan salah satu sumber kerusakan lingkungan. Dari data United Nations Environment Programme (UNEP), industri fashion menggunakan 93 miliar kubik air per tahunnya. Sekitar 20 persen air limbah industri fashion di seluruh dunia berasal dari pencelupan dan pengolahan kain.

Riset dari YouGov Omnibus menyatakan bahwa 66 persen orang dewasa di Indonesia membuang pakaian dalam satu tahun terakhir. Bahkan, 25 persen di antaranya telah membuang lebih dari sepuluh item pakaian.

Melihat banyaknya dampak produksi pakaian terhadap lingkungan membuat kita harus melakukan sesuatu. Oleh karena itu, dengan memanfaatkan pakaian bekas yang masih layak pakai merupakan salah satu upaya yang bisa kamu lakukan untuk menjaga lingkungan.

Akhir-akhir ini, sedang ramai online shop maupun toko offline yang melabelkan diri mereka sebagai thrift shop. Toko- toko ini menjual pakaian yang sudah pernah terpakai (second hand) dengan harga yang lebih murah.

Referensi: Liputan 6 | Kompas | Kata Data