Hindari 6 Kebiasaan Teman Kelas yang Menyebalkan
Ilustrasi suasana kelas yang menyenangkan | Foto: Pexels

#FutureSkillsGNFI

Tidak ada yang lebih indah dari pada masa sekolah. Ini adalah kata-kata yang sering kita dengar dari orang-orang. Dari sana, selain mendapatkan ilmu pengetahuan, kita bisa belajar dan mengenal berbagai macam karakter orang, terutama teman-teman sekelas kita. Pun, terkadang kita merasa tercengang dengan perilaku teman yang di luar kebiasaan.

Jika diperhatikan, di dalam kelas pun kita biasa menjumpai jenis-jenis kebiasaan teman yang menyebalkan. Anehnya, kita terbiasa menyimpan rasa sebal itu atau membicarakannya di belakang. Berikut ini akan dipaparkan 6 kebiasaan teman kelas yang menyebalkan versi pengalaman penulis yang mungkin kamu juga mengalaminya.

  1. Numpang nama di tugas kelompok

Kegiatan di sekolah tidak lepas dari yang namanya tugas kelompok. Tidak jarang tugas yang diberikan oleh guru adalah membuat makalah dan mempresentasikannya. Kalau anggota kelompoknya kompak, tentu tidak ada masalah. Kita bisa membagi tugas tersebut dengan adil. Akan tetapi, tidak jarang kita menemui sosok teman yang ketika proses pengerjaan tugas menghilang. Lalu, ketika akan melaksanakan presentasi baru muncul. Sungguh menyebalkan!

  1. Bertanya di menit-menit terakhir pelajaran usai

Suara deringan bel terdengar merdu ketika pikiran dan fisik kita sudah lelah mengikuti serangkaian kegiatan di kelas, baik bel itu untuk menandakan jam istirahat atau jam pulang. Bisa dipastikan kedatangannya sangat dinantikan. Rasanya kita sudah tidak sabar untuk membeli jajan di kantin langganan. Tapi eh tapi, hal itu tidak begitu menyenangkan ketika jam pelajaran hampir usai tiba-tiba ada seorang teman yang memberikan pertanyaan kepada sang guru. Kalau pertanyaannya membutuhkan jawaban yang singkat, padat, dan jelas sih oke-oke saja, ya. Lain cerita kalau pertanyaan yang diberikan membutuhkan jawaban yang panjang lebar. Mari kita tahan lapar.

  1. Meminjam barang tidak dikembalikan

Adalah sesuatu yang wajar jika manusia lupa membawa sesuatu, begitu juga dengan teman sekelas kita. Tidak jarang kita sendiri pun lupa tidak membawa alat tulis atau perlengkapan sekolah lainnya. Jika untuk mengambil di rumah tidak memungkinkan dan uang saku pas-pasan, maka jalan tengahnya adalah meminjam barang yang ketinggalan tersebut kepada teman. Sedihnya, sering kali teman yang meminjam barang tersebut keterusan memakai barang yang dipinjamkan. Pernah mengalaminya? Ya sudahlah, ikhlaskan saja.

  1. Susah bayar kas, tapi kalau beli jajan langsung gas

Kas merupakan iuran wajib anggota kelas yang dikumpulkan guna mengantisipasi adanya kegiatan yang membutuhkan dana. Adanya uang kas tersebut akan meringankan beban kita. Biasanya kas ditarik seminggu sekali oleh bendahara kelas. Seringkali bendahara dibikin kesal sama kelakuan teman sekelas yang ketika ditagih sukanya main kucing-kucingan. Sebaliknya, ketika diajak ke kantin untuk membeli jajan malah berada di garis paling depan. Sabar, ya, bendahara.

  1. Penggagal rencana

Jadi begini, sebagian besar teman sekelas sudah menyetujui akan mengadakan sesuatu, entah itu jalan-jalan, makan-makan, bikin seragam atau kegiatan bersama lainnya. Mereka sudah antusias menyusun rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan. Tiba-tiba ada diantara mereka yang mempunyai usulan berbeda dan memaksakan pendapatnya hingga menyebabkan perpecahan dan akhirnya rencana yang sudah disusun pun gagal. Ikut nimbrung di kelas sebelah saja kali, ya?

  1. Hanya bermain bersama gengnya

Bukanlah hal yang baru jika manusia suka berkelompok karena memang manusia adalah makhluk sosial. Manusia pun cenderung berkelompok bersama orang-orang yang dianggap memiliki persamaan dengan dirinya. Akan tetapi, membentuk kelompok sendiri (geng) menjadi sesuatu yang menyebalkan jika terjadi di dalam kelas. Ya, perkumpulan orang-orang dengan jumlah tertentu tersebut bisa merusak ekosistem kekompakkan kelas. Tidak jarang mereka hanya mau bermain dengan geng mereka saja.

Kehidupan masa sekolah memang diwarnai dengan berbagai cerita suka dan duka. Semenyebalkan apa pun perilaku teman sekelas, toh mereka akan tetap menjadi bagian dari kenangan di kehidupan kita. Bisa jadi di masa depan perilaku yang menyebalkan tersebut  akan menjadi sesuatu yang bisa membuat kita tertawa.