Rekomendasi Kegiatan Selama Gap Year, Bikin Kamu Tetap Produktif
Rekomendasi kegiatan produktif selama gap year | Foto: Anastasiya/Pexels

Ketika mulai menginjak tahun terakhir masa sekolah, umumnya banyak siswa kelas 12 yang mulai mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, pilihan kegiatan seusai menamatkan sekolah tidak terbatas pada kuliah saja, lo.

Sebagian mungkin ada yang memilih untuk langsung meniti karier mencari lapangan pekerjaan. Namun, ada pula yang memutuskan untuk memiliki gap year terlebih dahulu.

Apa itu gap year? Sebagian dari Goodmates mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah satu ini. Gap year merupakan sebuah periode ketika seseorang memutuskan untuk rehat sejenak dari proses pendidikan formalnya.

Umumnya, gap year biasa terjadi pada siswa lulusan sekolah menengah atas yang tidak langsung melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Alasan untuk memilih gap year pada setiap orang berbeda.

Baca juga: Pahami Berbagai Jenis Beasiswa yang Perlu Kamu Ketahui

Sebagian mungkin terdorong karena kondisi finansial atau mungkin memiliki rencana lain sebelum benar-benar siap memasuki perguruan tinggi. Ada pula yang memilih gap year untuk belajar mempersiapkan diri menuju tes perguruan tinggi yang mereka inginkan.

Nah, bagi kamu yang berniat memutuskan untuk memilih gap year pada tahun ini, tidak perlu kebingungan. Berikut rekomendasi kegiatan yang bisa kamu lakukan selama periode gap year agar senantiasa menjaga produktivitas diri.

1. Menjadi Relawan

ilustrasi kegiatan relawan | Foto: New Africa/Shutterstock.com/Spotlight
Ilustrasi kegiatan relawan | Foto: New Africa/Shutterstock.com/Spotlight

Salah satu pilihan kegiatan untuk mengisi waktu selama masa gap year adalah menjadi relawan. Kamu dapat melakukan pekerjaan amal, ikut berkontribusi pada sebuah kampanye sosial, atau melakukan misi lainnya sesuai dengan minat.

Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan banyak pelajaran dengan pengalaman sebagai seorang relawan. Mulai dari mempelajari skill baru, menjalin hubungan sosial, melatih rasa empati, bekerja sama dalam tim, hingga belajar cara berkomunikasi yang baik.

Kini, kegiatan relawan telah hadir dengan berbagai macam tema atau isu. Baik yang terselenggara secara offline turun langsung ke lapangan, maupun secara virtual atau online. Kegiatan yang ada pun beragam, kamu bisa membuat pilihan menyesuaikan dengan minat yang kamu miliki.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Universitas, Institut, hingga Politeknik Sebelum Mendaftar

2. Mengikuti Magang

ilustrasi kegiatan magang | Foto: CRCC Asia
Ilustrasi kegiatan magang | Foto: CRCC Asia

Selain menjadi relawan, mengikuti program magang selama masa gap year juga baik untuk menambah pengalaman dan memperluas wawasan. Pasalnya, kegiatan magang di sebuah tempat kerja akan mengantarkan kamu pada pengalaman yang nyata.

Sama seperti kegiatan relawan, program magang yang ada saat ini begitu beragam. Mulai dari pelaksanaannya secara work from home atau work form office, durasinya yang berbeda, hingga benefit dan bidang yang sangat variatif.

Baik kegiatan relawan maupun program magang dapat kamu temukan dengan mudah melalui media sosial. Pilihlah bidang atau posisi magang yang kamu minati. Daftarlah pada program magang yang telah terpercaya dan memiliki track record yang cukup baik.

3. Mengikuti Pelatihan atau Kursus

ilustrasi kursus online | Foto: Digital Connect Mag
Ilustrasi kursus online | Foto: Digital Connect Mag

Yap! Kalau kamu selama ini memiliki minat pada bidang tertentu, kamu bisa banget mengembangkan itu menjadi salah satu kemampuan diri. Misalnya, kamu tertarik menjahit atau memiliki minat pada bidang social media marketing.

Memanfaatkan periode gap year dengan mencoba mengikuti kursus tidak hanya mengisi waktu saja. Dengan kegiatan bermanfaat, kamu akan memberikan feedback yang berguna untuk ke depannya.

Baca juga: Sederet Aplikasi Menyusun Daftar Pustaka, Mudah dan Cepat

Tidak perlu khawatir, kamu bisa memilih ingin mengikuti bentuk pelatihan atau kursus yang ada secara online atau offline. Bahkan, terdapat beragam pilihan online courses yang menyertakan sertifikat berbayar juga gratis. Nantinya, sertifikat ini dapat kamu cantumkan pada CV sebagai bentuk validasi atas kemampuan yang kamu miliki di bidang bersangkutan.

4. Bergabung dengan Komunitas

ilustrasi komunitas | Foto: Ryhme & Reason
Ilustrasi komunitas | Foto: Ryhme & Reason

Selain ketiga pilihan kegiatan sebelumnya, mengikuti komunitas juga bisa memperluas koneksi kamu. Mungkin saja dengan bertemu lebih banyak orang, kamu mendapat berbagai sudut pandang baru.

Selain itu, biasanya komunitas memiliki kegiatan rutinnya sendiri. Hal ini bisa menjadi salah satu hiburan untuk mengisi waktu selama masa gap year.

Pilihlah komunitas yang sesuai dengan minat yang kamu miliki. Misalnya komunitas membaca buku, komunitas mural, komunitas olahraga, atau komunitas lingkungan.

Menemukan komunitas di sekitar kamu juga cukup mudah berkat keberadaan teknologi. Kamu bisa mencarinya melalui media sosial atau internet. Biasanya, mereka sudah menyertakan cara untuk bergabung dan mengikuti program yang mereka selenggarakan.

Itu dia beberapa rekomendasi kegiatan yang bisa kamu coba terapkan untuk selama masa gap year. Meski gap year, hal itu tidak membuat kamu kehilangan masa produktif. Justru, kamu bisa memanfaatkannya untuk berkembang lebih baik.

Referensi: Go Abroad | Indeed | Kompas.com