Writing Therapy: Kegiatan Menulis yang Menyehatkan
Writing theraphy untuk kesehatan | Foto: hitesh choudary/Pexels

Writing therapy atau terapi dengan cara menulis adalah salah satu bentuk kegiatan yang menyehatkan, baik bagi mental maupun fisik. Bentuk tulisannya bisa bermacam-macam. Mulai dari jurnal, tulisan terfokus, hingga lirik lagu (songwriting).

Sebagai terapi yang mudah untuk kamu lakukan, writing therapy sudah ada sejak lama. Manusia sudah menyadari bahwa menulis adalah aktivitas yang baik untuk kesehatan sejak zaman dahulu.

Pada abad ke-4 Sebelum Masehi (SM), beberapa kelompok di Mesir menganggap rangkaian kata-kata memiliki kekuatan penyembuhan. Saking percayanya, di perpustakaan kota Alexandria ada tulisan berbunyi “Tempat Penyembuhan Jiwa.”

Meski begitu, asal mula dari terapi menulis modern muncul dari istilah bibliotherapy (abad ke-5 SM). Bibliotherapy adalah terapi jiwa menggunakan buku-buku dan bacaan, seperti puisi dan cerita non fiksi untuk meningkatkan self awareness dan kesehatan mental pasien. Orang zaman dulu mengenal terapi ini untuk menyembuhkan melancholia atau depresi mendalam.

Writing Theraphy Sangat Menyehatkan

Writing therapy menyehatkan mental dan fisik | Foto: SHVETS production/Pexels

Terapi menulis biasanya berguna untuk mengatasi penyakit mental seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis. Terapis akan meminta pasien untuk menulis pengalaman traumatisnya selama 15–20 menit.

Baca juga: Bangkitkan Semangat Kuliah dengan Menonton 3 Film Ini

Sebuah studi pada tahun 2002 menyatakan bahwa kelompok orang yang melakukan hal ini, mengaku mendapatkan pandangan baru yang lebih baik tentang pengalaman buruknya.

Sementara itu, hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwa kegiatan menulis tentang emosi dan rasa stress juga mampu menyehatkan fisik. Mereka menyatakan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan daya tahan tubuh orang yang menderita HIV/AIDS, asma, hingga penyakit tulang. 

Jenis-Jenis Terapi Menulis Masa Kini

Menulis surat adalah salah satu bentuk terapi | Foto: Ylanite Koppens/Pexels

Pada masa kini, terapi menulis tidak selalu membutuhkan terapis sebagai pemandu. Tren menulis jurnal yang meningkat pesat seperti bullet journaling dan jurnal rasa syukur (gratitude journal) membuat kegiatan menulis untuk melepas penat turut menjadi bagian dari keseharian banyak orang.

Menurut terapis Elizabeth Sullivan, ada 3 jenis terapi menulis yang bisa Goodmates lakukan secara mandiri. Pertama menulis bebas (free writing), yaitu menulis apa saja yang muncul dalam pikiran.

Baca juga: Mengenal Konsep Green Building dan Penerapannya di Indonesia

Kedua menulis puisi. Goodmates bisa menemukan inspirasi kata-kata dari alam atau bahkan kenangan-kenangan masa kecil. Ketiga, menulis surat untuk orang terdekat atau orang yang membuat perasaan kamu menjadi tidak enak.

Cara Melakukan Writing Therapy

Tak harus menulis tangan, mengetik juga bisa menjadi sarana writing therapy | Foto: SHVETS production/Pexels

Untuk merasakan manfaat dari terapi ini, Goodmates tidak perlu melakukannya setiap hari. Cukup alokasikan waktu sekitar 15 menit selama 4–5 hari per minggu. Tak hanya menulis tangan, Goodmates juga bisa memanfaatkan aplikasi catatan digital, seperti Notion dan One Note.

Tulislah hal-hal yang memiliki kaitan dengan apa yang Goodmates rasakan. Bisa jadi tentang rasa sedih, khawatir, kecewa, atau emosi-emosi positif, seperti kebahagiaan dan rasa syukur. Jangan membatasi diri saat menulis karena Goodmates bisa mengutarakan semuanya dengan bebas.

Baca juga: Sedang Patah Hati? 5 Musisi Indie Ini Punya Lagu Untukmu

Bila Goodmates bingung untuk menentukan topik tulisan, saat ini ada banyak prompt atau ide terapi menulis di internet. Cukup cari kata kunci “Journaling prompt” di mesin pencari, Goodmates akan menemukan ratusan topik menulis sesuai kebutuhan.

Misalnya “Ceritakan hal-hal menarik tentang dirimu” untuk tulisan tentang self love atau “apa tempat kesukaanmu saat kecil?” untuk tulisan tentang menemukan jati diri. Menarik, bukan?

Demikian penjelasan tentang tentang writing therapy yang menyehatkan. Tunggu apalagi, segera buka aplikasi catatan atau buku diary dan mulai menulis agar Goodmates merasa lega dan sehat jiwa raga.

Referensi: The Human Condition | Psych Central | Psycom