Kenali Jenis-jenis Olahraga Lari dan Beserta Manfaatnya
Ilustrasi Berlari © Unsplash/Sporlab

Lari merupakan cabang olahraga yang paling diminati, dan banyak dilakukan oleh orang-orang kapanpun waktunya. Di pagi hari, sore hari, atau malam hari, olahraga ini tetap dapat dilakukan. Mau di dalam ruangan melalui alat olahraga treadmill ataupun di luar ruangan, olahraga ini juga tetap cocok. Olahraga lari juga termasuk olahraga yang mudah untuk dilakukan, karena untuk melakukannya tidak diperlukan alat-alat yang sulit didapatkan.

Akan tetapi, terdapat beberapa hal yang harus kamu ketahui sebelum memulai olahraga lari. Seperti olahraga lainnya, cabang olahraga ini juga memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, banyak orang yang tidak tahu bahwa olahraga lari terdiri dari beberapa jenis dan jenis ini memiliki manfaat yang berbeda-beda pula.

Jenis-jenis olahraga lari yang akan dijelaskan selanjutnya bukanlah jenis-jenis seperti lari jarak pendek atau sprint, lari jarak menengah, lari estafet, ataupun marathon, sebagaimana cabang olahraga lari di dunia olimpiade dilakukan. Jenis-jenis olahraga lari yang ada di bawah ini adalah jenis yang bisa semua orang lakukan, tanpa perlu adanya latihan terlebih dahulu.

Lari dasar atau base run

Lari Dasar © Unsplash/Tara Glaser
Lari Dasar © Unsplash/Tara Glaser

Jenis lari ini adalah jenis yang paling mendasar, tanpa adanya target jarak ataupun kecepatan lari yang diharuskan. Jaraknya tidak terlalu jauh, contohnya adalah 7 km, dan kecepatannya cukup dengan kecepatan yang nyaman bagi pelari itu sendiri.

Lari ini bisa dilakukan untuk pemula untuk melatih daya tahan, sebelum akhirnya mencoba jenis lari yang lainnya yang cenderung lebih berat. Lari jenis ini juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan karena memicu pembakaran kalori dalam tubuh.

Lari jangka panjang atau long run

Lari Jangka Panjang © Unsplash/Lucas Favre
Lari Jangka Panjang © Unsplash/Lucas Favre

Apabila lari dasar bermanfaat untuk melatih daya tahan, lari jangka panjang merupakan jenis lari untuk melihat sekaligus membangun daya tahan yang sesungguhnya. Jarak dalam lari jangka panjang ini bisa mencapai 20 km, dan tentunya memakan waktu yang cukup lama.

Selain bermain dalam endurance, pelari jangka panjang yang merupakan latihan dari marathon harus bersabar dan cerdik dalam mengatur kecepatan, agar tubuh kuat mencapai titik akhir. Untuk itu, daya tahan sangat diperlukan dalam jenis lari ini. Lari jenis ini juga bermanfaat untuk menurunkan berat badan karena memicu pembakaran kalori dalam tubuh, juga menjaga kesehatan lutut.

Lari interval atau interval run

Lari Interval © Unsplash/Fitsum Admasu
Lari Interval © Unsplash/Fitsum Admasu

Jenis olahraga lari ini adalah kombinasi dari lari pelan dan cepat. Kecepatan berlari bergantian sampai titik akhir, serta dikombinasikan dengan istirahat. Ini merupakan jenis olahraga lari yang cukup berat, tetapi berfungsi untuk meningkatkan ketahanan kecepatan dan memacu kecepatanmu semaksimal mungkin. Contoh pola lari interval adalah berlari 100 meter dengan kecepatan maksimal, lalu jogging 50 meter, dan diulangi 10 kali.

Hill repeats

Hill Repeats - Unsplash
Hill Repeats © MR RUNNING

Ketika kamu menemukan sebuah undakan, tangga, atau bukit di rute saat kamu berlari, maka kamu dapat mempraktikkan olahraga lari jenis ini. Kamu berlari ke atas undakan, tangga, atau bukit tersebut dengan secepat mungkin, lalu turun lagi.

Ulangi proses tersebut untuk membangun kekuatan dan kecepatan. Lari jenis ini selain membakar kalori dalam tubuh, juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan lutut dan melatih otot-otot kaki.

Lari pemulihan atau recovery run

Lari Pemulihan © Unsplash/Emma Simpson
Lari Pemulihan © Unsplash/Emma Simpson

Ini merupakan lari yang harus dilakukan ketika selesai berlari. Seperti namanya, lari pemulihan ini adalah membiarkan tubuh pulih dari kelelahan akibat latihan fisik yang intensif. Lari dengan kecepatan kecil, karena seseorang tidak boleh langsung berhenti dan beristirahat setelah lari yang panjang.

Oleh karena itu, berhentilah dengan perlahan-lahan, dengan lari pemulihan. Lari jenis ini juga penting untuk mengembalikan tempo nafas, detak jantung, dan mencegah terjadinya varises atau pembengkakan pembuluh darah.

Bagaimana dengan jogging? Jogging merupakan olahraga lari yang lebih santai, cocok untuk mengembalikan suasana hati dan juga ketika kamu hendak menikmati lingkungan di sekitarmu. Terlepas dari itu, manfaat lain dari jogging juga tidak terlalu jauh berbeda dengan jenis lari lainnya.

Semua jenis olahraga lagi memiliki manfaat masing-masing. Akan tetapi, dengan mencoba dan melatih semuanya, karena dapat meningkatkan performa lari ataupun olahragamu secara keseluruhan. Jangan lupa diimbangi dengan gaya hidup yang sehat dengan mengkonsumsi makanan yang bernutrisi, dan minum air yang cukup. 

Referensi: Wanabe | Alodokter | Hellosehat