Kenali Languishing, Perasaan Jenuh yang Kerap Dirasa Saat Pandemi
Ilustrasi | Pexels/Andrea Piacqudio

Di tengah padatnya dan keterbatasan aktivitas karena pandemi ini, pernahkah kamu merasa bosan, hampa, dan tidak bersemangat dalam melakukan apa pun? Selain itu, kamu juga kerap mengalami demotivasi dalam melakukan pekerjaan Kawan. Jika iya, mungkin kamu mengalami languishing.

Istilah languishing pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog bernama Corey Keyes sebagai antitesis dari flourishing (berkembang). Istilah ini kerap dideskripsikan sebagai perasaan gelisah, tidak tenang, atau kurangnya minat dalam hidup. 

Languishing juga populer dalam kajian psikologi dalam menggambarkan serangkaian emosi yang kamu alami, yang mungkin kamu sendiri sulit untuk mendeskripsikan. Perlu diketahui languishing bukanlah penyakit mental, tetapi lebih merujuk pada rangkaian emosi. 

Mengenal perasaan languishing

Ilustrasi jenuh | Pexels

Perasaan languishing adalah sekumpulan emosi yang hadir, yang membuat kamu merasa jenuh, hampa, stagnan dan tidak tertarik dengan kehidupan. Termasuk hal-hal yang awalnya membuatmu merasa senang, menjadi biasa saja. 

Kamu mungkin akan merasa susah dan bingung dalam menjelaskan perasaan kamu ke orang lain. Sebab, sebenarnya perasaan tersebut tak bisa disebut stres atau depresi. Kamu hanya merasa hidup sedang stagnan.

Perasaan ini tidak sama dengan depresi, meskipun keduanya sama-sama memengaruhi kondisi emosional. Dalam hal ini, kamu memang tidak mengalami depresi, tetapi juga sedang tidak baik-baik saja. 

Perasaan ini kerap membuatmu merasa ada yang berbeda, tetapi tidak sampai membuatmu mengalami emosi negatif yang ekstrem. Memang cukup sulit untuk mendeskripsikan perasaan ini. Namun, perasaan ini kerap dialami oleh sebagian orang. Para ahli kerap menyebut perasaan ini sebagai titik tengah antara masalah kesehatan mental dan keadaan mental yang baik. 

Gejala languishing

Foto: Pexels

Beberapa orang akan mengalami gejala languishing secara berbeda-beda. Beberapa orang merasa bahwa mereka merasa sulit fokus pada tugas dan memerlukan waktu lebih lama dari biasanya dalam menyelesaikannya. 

Namun, beberapa orang juga ada yang merasa tak bersemangat melakukan apa pun. PsychCentral menjelaskan ada beberapa gejala seseorang mengalami languishing, seperti berikut ini: 

  • tidak mood dalam melakukan sesuatu 
  • merasa gelisah =, tetapi tak sampai cemas atau gugup
  • tidak merasa sedih, namun juga tidak merasa bahagia 
  • kesulitan menyelesaikan beberapa pekerjaan, terutama pada hari-hari tertentu 
  • merasa terasing dari kehidupan, sosial, orang-orang, tetapi tak sampai membencinya
  • bersikap tak peduli atau bodo amat serta tak tertarik pada apa pun merasa teramat lelah dan burnout

Mengatasi perasaan languishing

Ilustrasi | Pexels

Pastikan kamu tak membiarkan perasaan ini begitu saja. Hal ini tentunya akan mengganggu produktivitas dan karier kamu. Jika kamu sedang mengalami perasaan tersebut, tak perlu khawatir. Berikut ini terdapat cara mengatasi perasaan languishing untuk Goodmates. 

1. Mengambil cuti 

Merasa jenuh, tidak semangat dan sulit fokus akan memengaruhi pekerjaan. Maka dari itu, cobalah untuk mengambil cuti beberapa hari. Isilah waktu cuti dengan kegiatan bersantai dan melakukan hal-hal yang tak sempat kamu lakukan ketika bekerja. 

Cobalah untuk lepas dan rehat sejenak dari rutinitas dan mengisinya dengan hal-hal yang kamu sukai. Seperti, memasak, menonton video streaming, atau melakukan hobi yang membuat pikiran lebih segar. 

2. Journaling 

Menulis buku harian atau membuat jurnal memang telah lama disebut memiliki manfaat bagi kesehatan mental dan juga mengatasi perasaan languishing. Dengan menulis jurnal, dapat membantu kamu dalam menumpahkan perasaan dan pikiran. Ini juga dapat menjadi cara untuk mencatat segala hal positif yang Kawan lakukan dalam satu hari. 

3. Belajar hal baru 

Cobalah untuk belajar hal baru, selain berdampak positif bagi otak. Ini juga membantumu lebih fokus dan bersemangat. Saat ini juga telah banyak kelas-kelas atau kursus yang disediakan secara gratis yang dapat kamu coba. 

4. Mengubah suasana bekerja 

Suasana kerja akan sangat memengaruhi mood dalam bekerja. Jika kamu saat ini sedang WFH, kamu dapat membereskan tempat kerja dengan lebih baik. Buatlah suasana kerja senyaman mungkin. 

Kamu juga dapat mencobanya dari hal yang sederhana, seperti mengganti warna dinding, mendekor ulang atau membeli kursi kerja yang nyaman. 

5. Terapi bersama profesional

Jika kamu telah mencoba berbagai cara, tetapi perasaan languishing tak kunjung pergi, cobalah pergi ke profesional. Kamu dapat mengunjungi seorang psikolog atau psikiater yang dapat membantu untuk menggali perasaan.

Seorang psikiater, Magavi dari John Hopkins Medicine mengungkapkan bahwa cognitive behavioral therapy (CBT) dapat membantu seseorang untuk kembali berpikir positif. 

Jika kamu merasakan languishing, cobalah untuk mengatasinya. Di dalam kehidupan, terlebih di masa pandemi saat ini, sangat wajar jika perasaan ini hadir. Pastikan untuk berpikir positif dan tetap semangat. 

Referensi: glints | psychcentral