Ketahui Manfaat Mengikuti Workshop Bagi Mahasiswa
Ilustrasi sekelompok mahasiswa sedang mengikuti kegiatan workshop. | Sumber: UX Indonesia/Unsplash

Kehidupan sebagai mahasiswa umumnya memang dipenuhi dengan segudang aktivitas. Mulai dari perkuliahan dan tugas-tugas kuliahnya yang padat, mengikuti organisasi di sana-sini, sibuk menjadi relawan panitia acara kampus, hingga ada juga yang melakukan kerja paruh waktu.

Biasanya para mahasiswa mencari banyak pengalaman dan mengumpulkan banyak portofolio serta pencapaian untuk dicantumkan di Curriculum Vitae. Hal ini juga dapat berguna sebagai bekal saat kelak akan memasuki dunia profesi.

Berbicara mengenai mencari banyak pengalaman, mungkin Kawan sudah akrab dengan istilah workshop. Belakangan ini semenjak pandemi, semakin banyak seminar yang digelar dalam bentuk daring atau akrab disebut sebagai webinar, begitu juga dengan workshop kini hadir dalam bentuk virtual. Meski keduanya sama-sama merupakan ajang mencari pengalaman dan menambah wawasan, keduanya berbeda lo Kawan.

Serupa tapi tak sama, kenali perbedaan webinar dan workshop

workshop berbeda dengan webinar, tidak hanya berisi presentasi melainkan juga ada praktiknya. | Sumber: Amélie Mourichon/Unsplash
workshop berbeda dengan webinar, tidak hanya berisi presentasi melainkan juga ada praktiknya. | Sumber: Amélie Mourichon/Unsplash

Workshop atau dalam bahasa Indonesia disebut sebagai lokakarya memiliki perbedaan dalam sistem menjalankan kegiatannya, dilansir dari Practical Adult Insights, workshop umumnya juga disertai dengan praktik langsung. Apabila seminar biasanya digelar dalam bentuk seorang pembicara akan memberikan presentasi mengenai informasi tertentu, sedangkan pada workshop akan terdapat interaksi antara instruktur atau fasilitator dengan partisipan.

Sama seperti seminar yang hadir dalam berbagai macam topik, workshop juga memiliki berbagai macam pilihan kelas lo. Ingin workshop mengenai menjahit? Workshop mengenai kesenian seperti melukis? Atau workshop cara mendekorasi kue? Selain pilihan topiknya yang beragam, workshop juga tersedia dalam bentuk yang beruntun atau berkala. Nah, Kawan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Mengapa harus mengikuti workshop?

Ilustrasi Curriculum Vitae. | Sumber: Markus Winkler/Unsplash
Ilustrasi Curriculum Vitae. | Sumber: Markus Winkler/Unsplash

Sebelum memasuki dunia kerja, tentunya mahasiswa perlu mempersiapkan diri. Salah satunya dengan memaksimalkan CV dan portofolio sebagai penunjang nilai jual diri di hadapan recruiters atau tim HRD. Salah satunya, Kawan dapat memanfaatkan kegiatan workshop.

Mengikuti workshop dapat menambah keterampilan, memperluas wawasan dan mendapatkan pengalaman baru. Sebab, workshop biasanya akan dihadiri dengan orang-orang yang ahli di bidangnya, kesempatan ini dapat Kawan manfaatkan untuk mendapatkan lebih banyak wawasan juga banyak berlatih dan berdiskusi langsung dengan orang yang jauh lebih berpengalaman. Kawan dapat memperoleh sudut pandang baru dan mengembangkan ide-ide baru.

Kemudian, dengan berdiskusi mau tak mau Kawan akan berlatih kemampuan komunikasi dengan lebih baik lagi, hal ini juga dapat meningkatkan kepercayaan diri Kawan. Dengan memperhatikan bagaimana pembicara menyampaikan materi juga dapat membantu Kawan menganalisis kemampuan public speaking-nya yang dapat Kawan terapkan.

Kegiatan ini juga dapat memperluas koneksi Kawan lo, pasalnya menjaga networking sebagai mahasiswa sangatlah penting. Siapa yang tahu kalau Kawan butuh mengerjakan suatu tugas perkuliahan atau sedang mencari tempat magang, ternyata dapat menghubungi salah seorang kenalan di tempat workshop yang pernah diikuti sebelumnya.

Saat liburan, apabila kehabisan ide untuk aktivitas selama masa liburan, Kawan dapat mencoba berbagai macam workshop untuk mengisi waktu luang. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Dapat mengisi waktu luang dengan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat, siapa yang tak mau? Beragam topik yang dihadirkan oleh workshop juga dapat menjadi peluang bagi Kawan untuk menemukan minat dan bakat baru yang mungkin sebelumnya tidak Kawan sadari. Misalnya, siapa sangka ternyata Kawan berbakat dan menikmati kegiatan mendekorasi kue? Hal ini bisa menjadi peluang untuk memperluas pilihan profesi bagi Kawan.

Last but not least, umumnya workshop menyertakan sertifikat sebagai tanda telah menyelesaikan rangkaian kegiatan workshop. Sertifikat ini dapat Kawan cantumkan pada CV, tidak hanya itu, hasil karya Kawan juga dapat menjadi tambahan portofolio. Beberapa workshop juga menyertakan penghargaan bagi kategori-kategori peserta tertentu, apabila Kawan menjadi salah satu peserta yang terpilih, biasanya Kawan akan mendapatkan hadiah juga, loh!

Bagaimana? Sudah siap mengikuti berbagai macam workshop?

Referensi: Daniels | Duexpress | G D Goenka University | Rencanamu ID | Practical Adult Insights | Accurate ID | Suara