Kiat-Kiat Agar Komunitasmu Selalu Solid dan Kompak
Komunitas Solid dan Kompak | Foto: Hannah Busing/Unsplash.com

Komunitas merupakan suatu perkumpulan bagi mereka yang mempunyai kesamaan hobi, minat, latar belakang, atau tujuan. Dibutuhkan kemampuan yang baik agar membuat komunitas selalu solid dan kompak.

Bergabung ke dalam sebuah komunitas itu tidak ada ruginya, lo. Selain bisa mengembangkan soft skill maupun hard skill, kamu juga bisa bertemu dengan orang-orang baru di luar sana.

Saat ini, ada banyak sekali komunitas yang bertebaran dari skala kecil sampai skala besar. Meskipun begitu, tidak semua komunitas bisa tetap solid dan kompak seterusnya. Kira-kira kenapa, ya, Goodmates?

Dalam sebuah komunitas, pasti terdapat banyak kepala dengan ide maupun pemikirannya masing-masing. Maka, perbedaan pendapat bukan menjadi hal yang aneh untuk ditemui.

Oleh sebab itu, solidaritas dan kekompakan menjadi hal utama supaya keutuhan komunitas kamu bisa tetap terjaga. Nah, berikut ini Goodside rangkum kiat-kiat yang bisa diterapkan biar komunitas kamu selalu solid dan kompak.

Adakan pertemuan secara rutin

Ilustrasi pertemuan komunitas | Foto: Matheus Bertelli/Pexels.com

Istilah “kopdar” atau kopi darat mungkin menjadi kata yang lebih lazim didengar untuk mengggantikan kata “pertemuan” dalam sebuah komunitas. Entah dilaksanakan seminggu atau sebulan sekali, kopdar merupakan hal wajib yang tidak boleh dihilangkan dari komunitas.

Kopdar dapat menjadi sarana yang tepat bagi anggota komunitas untuk saling mengakrabkan diri, terlebih jika ada anggota yang baru bergabung. Dengan mengadakan kopdar secara rutin, kedekatan antaranggota dan kepercayaan dalam komunitas kamu pun akan semakin terbangun.

Aktivitas kopdar sendiri bersifat fleksibel dan dapat diisi dengan berbagai hal seperti berbincang-bincang ringan sambil meminum kopi. Barulah di agenda kopdar yang selanjutnya, bisa dilakukan diskusi atau brainstroming terkait isu-isu yang berhubungan dengan komunitasmu.

Perlu diingat juga, ketika menentukan jadwal pertemuan, usahakan waktunya disesuaikan dengan anggota-anggota yang lain supaya semuanya dapat hadir.

Dahulukan visi-misi bersama

Dalam sebuah komunitas, penting untuk menciptakan visi dan misi yang jelas supaya tujuan yang ingin dicapai oleh komunitas tersebut dapat direalisasikan. Di sisi lain, suatu komunitas tentu terdiri atas anggota yang beragam dengan latar belakangnya masing-masing.

Hal inilah yang menyebabkan perselisihan pendapat menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, kamu tidak perlu kaget apabila sewaktu-waktu terjadi konflik internal.

Kalaupun peristiwa itu sudah kadung terjadi, tanamkan kembali kesadaran bahwa semua anggota komunitas wajib mendahulukan visi-misi bersama tanpa terkecuali. Wajib juga untuk menurunkan ego masing-masing, sebab inti dari sebuah komunitas adalah kerukunan dan kebersamaan.

Lakukan kegiatan team building

Ilustrasi kegiatan team building | Foto: RODNAE Production/Pexels.com

Sesuai dengan namanya, kegiatan team building perlu diadakan untuk mempersatukan seluruh anggota dalam rangka membangun keharmonisan dalam komunitas, sekaligus meningkatkan motivasi dan kerja sama tim.

Aktivitas luar ruangan (outbound), misalnya adu yel-yel, tarik tambang, serta pesan berantai menjadi ide yang bagus untuk diterapkan pada acara yang diadakan secara offline.

Di samping itu, kamu juga tidak perlu risau apabila kegiatan harus dilaksanakan secara online. Beragam situs penyedia permainan online beregu, seperti Gartic.io, Codenames, hingga Kahoot! tidak kalah menarik untuk dicoba.

Libatkan anggota komunitas

Meskipun terlihat sepele, aksi yang satu ini sangat penting untuk membangun fondasi komunitas yang solid dan kompak. Selain itu, para anggota pun akan mempunyai rasa memiliki sehingga dapat menciptakan anggota yang loyal terhadap komunitas.

Semua anggota wajib untuk dilibatkan dalam berbagai kegiatan komunitas. Misalnya pengambilan keputusan, perencanaan acara, diskusi isu, serta kegiatan lainnya yang berhubungan dengan perkembangan komunitas.

Supaya lebih fleksibel, bisa pula dilakukan polling atau jajak pendapat ketika proses pengambilan keputusan, apapun hasil yang keluar harus diterima dengan lapang dada. Contohnya sewaktu diskusi terkait kegiatan wisata ke luar kota, setiap anggota wajib menyumbangkan pendapatnya untuk kota pilihan yang akan dijadikan tujuan bersama.

Semoga apa yang sudah Goodside rangkum bisa membantu kamu dalam mewujudkan komunitas yang solid dan kompak, ya. Adanya rasa solidaritas dan kekompakan tentu dapat menyokong perkembangan komunitasmu ke depannya.

Referensi: Hipwee | Rukita Coliving