Ketahui Berbagai Kode pada Kemasan Plastik di Sekitar Kita
Kode Kemasan Plastik | Foto: Mali Maeder/Pexels.com

Plastik sudah menjadi sangat dekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Selain praktis, bahan yang satu ini juga serbaguna. Tidak jarang kemasan plastik menjadi pilihan untuk membawa, menyimpan, serta menjaga kualitas dari makanan maupun minuman. Namun, tahukah kamu bahwa tertera berbagai kode pada kemasan plastik?

Meski fungsional, kamu harus tetap waspada, mengingat tidak semua plastik bersifat aman untuk digunakan. Beberapa di antaranya bahkan dapat mencemari makanan akibat kontaminasi zat kimia dari dalam plastik.

Untuk mengetahui mana plastik yang aman, kamu bisa mengintip kode yang tertera pada kemasan. Umumnya, terdapat kode berbentuk segitiga beserta angka dan huruf di bawahnya. Berbeda kode berarti berbeda juga bahan baku dan dampak yang ditimbulkannya. Nah, apa saja kode-kode tersebut? Simak informasi selengkapnya di sini.

1. PETE atau PET (Polyethylene Terephthalate)

Kemasan plastik kode 1 | Foto: detikhealth

Jika kamu menemukan tanda PET atau kode angka 1, berarti kemasan tersebut berguna untuk cukup satu kali saja. Walaupun bersifat kuat, plastik jenis ini tidak tahan dengan suhu di atas 60 derajat celcius.

Bahan ini sanggup menghalangi air, oksigen, serta karbon dioksida untuk keluar-masuk dalam kemasan. Tidak heran, PET berguna untuk kemasan minuman bersoda, obat kumur, juga air mineral.

Hindari menggunakan PET berulang kali. Sebab, lapisan polimer dan zat karsinogenik yang terkandung bisa terlarut ke makanan atau minuman seiring waktu. Larutnya bahan tersebut dapat memicu timbulnya racun DEHA yang mengakibatkan gangguan hati, hormon, reproduksi, dan memicu kanker.

2. HDPE (High-density Polyethylene)

Berbagai kode kemasan plastik | Foto: Forge Recycling UK

Kode nomor 2 mengartikan bahwa suatu kemasan mempunyai bahan dasar plastik HDPE. HDPE mempunyai ketahanan yang baik terhadap suhu tinggi sehingga aman digunakan dan terbebas dari bahaya reaksi kimia, antara wadah dengan makanan.

Plastik ini acap kali sebagai bahan pembuatan botol plastik untuk minuman, kotak bekal, kemasan sampo, detergen, hingga cairan pemutih. Sebagai jenis plastik yang sering terdaur ulang, HDPE pun lumayan aman terpakai berulang kali.

3. PVC (Polyvinyl Chloride)

Sejauhi ini, terdapat dua jenis PVC, yakni bentuk kaku dan fleksibel (lunak). Penggunaan PVC yang bersifat kaku umumnya terlihat pada bahan bangunan, seperti pipa, pagar, dan bingkai jendela. Di sisi lain, PVC yang fleksibel dipakai sebagai plastik pembungkus makanan (food wrap), penampung sampah medis, juga plastik gulung (shrink wrap).

Mengingat PVC mengandung zat klorin yang beracun, hindari menggunakan jenis plastik ini dalam kemasan makanan maupun minuman. Apabila zat aditif tersebut terlepas, tentunya akan membahayakan kesehatan akibat paparannya.

4. LDPE (Low-density Polyethylene)

Dengan simbol LDPE atau PE-LD, plastik berlabel nomor 4 sering dimanfaatkan sebagai kantong plastik (kresek) daur ulang, seperti yang biasa dijumpai di swalayan. Selain itu, LDPE juga terdapat pada tas belanja, kantong roti dan makanan segar, sampai cup kemasan cup yoghurt.

Sesuai dengan namanya, jenis plastik yang satu ini terbuat dari bahan low-density polyethylene yang bersifat elastis dan kuat dengan daya tahan yang lama. Oleh sebab itu, plastik berkode 4 aman dipakai berulang kali.

5. PP (Polypropylene)

Berbekal sifat tahan terhadap suhu tinggi, bahan kimia, dan minyak, tidak heran apabila plastik dengan kode angka 5 (polypropylene) merupakan opsi terbaik untuk menyimpan bahan makanan. Kamu bisa juga menggunakan jenis plastik ini dalam microwave, tetapi dengan petunjuk pemakaian yang sesuai.

Jenis plastik PP berguna sebagai tempat makanan maupun minuman. Contohnya pada botol minum dewasa maupun bayi, kemasan makanan ringan atau snack, sedotan plastik, serta botol kemasan saus dan sirup.

6. PS (Polystyrene)

Kemasan dengan kode angka 6 merupakan plastik yang terbuat dari polistirena. Jenis plastik ini tergolong aman sebagai bahan tempat telur, sendok atau garpu plastik, tempat makan styrofoam, serta kontainer plastik.

Walaupun aman, alangkah lebih baik jika kemasan PS tidak dipakai untuk makanan atau minuman yang panas. Soalnya, plastik ini bisa mengeluarkan styrene yang bersifat karsinogenik alias menyebabkan pertumbuhan sel kanker.

7. Lain-lain

Kode plastik 7 untuk lainnya | Foto: Akurat

Label other atau lain-lain digambarkan dengan kode angka 7 dalam segitiga panah dengan huruf O di bawahnya. Umumnya, kode ini menggunakan bahan plastik seperti penjelasan di atas, seperti ABS (acrylonitrille butadiene styrene), SAN (styrene acrylonitrille), PC (polycarbonate), serta nilon.

Simbol ini dapat berada di plastik untuk botol minum olahraga, galon air, sampai CD. Perlu tahu juga bahwa wadah berkode 7 tidak boleh dipanaskan dan dipakai berulang kali karena mengandung Bisphenol-A (BPA) yang cukup berbahaya.

Itulah penjelasan mengenai berbagai kode pada kemasan plastik. Pengetahuan dasar semacam ini tentu dapat membantu kita dalam memastikan apakah benda-benda berbahan plastik di rumah aman digunakan atau tidak.

Referensi: IDNTimes | Tempo | SehatQ | Alodokter