Komunitas GERD Anxiety: Berbagi Untuk Menguatkan
Ilustrasi Cemas © Unsplash/PeopleImages

Apakah kamu pernah mendengar istilah GERD? GERD merupakan singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease. Istilah tersebut adalah kondisi naiknya asam lambung yang lebih parah ketimbang penyakit maag. Sebab situasi ini membuat badan terasa seperti terbakar.

Menurut dokter ahli gastroenterologi dikutip dari CNN, Ari Fahrial Syam, keadaan naiknya asam lambung menuju kerongkongan ini umumnya ditandai nyeri pada bagian dada atau sensasi seperti terbakar dan, mulut akan terasa pahit. GERD kemudian bertambah dengan rasa cemas dalam diri manusia yang berlebihan, yang kemudian disebut sebagai GERD anxiety.

GERD anxiety merupakan salah satu penyakit berupa gejala kecemasan. Pengidapnya terkadang sering menyalah artikan ini sebagai penyakit lainnya, dikarenakan banyak sekali gejala yang dialami pengidap ini. Seseorang bisa secara tiba-tiba merasakan sesak napas dan sakit kepala hebat ketika kambuh.

Selain itu, pengidap bisa tiba-tiba merasakan susahnya untuk menelan, seperti ada yang tersangkut di tenggorokannya. Bisa saja mereka merasa pusing sampai rasanya mau jatuh, hingga merasakan jantung berdegup kencang.

Hal-hal tersebut adalah salah satu dari banyaknya gejala GERD, dan sering disalahartikan sebagai serangan jantung ataupun stroke. GERD anxiety merupakan gangguan kecemasan yang dapat disebabkan oleh pola tidur dan pola makan yang tidak baik dan teratur.

Gaya hidup dimana orang-orang tidak memiliki waktu tidur yang cukup dengan konsumsi kafein yang berlebihan, ditambah makan makanan pedas dengan kondisi perut yang kosong sangatlah tidak baik. Biasanya juga semuanya dipengaruhi oleh tekanan sosial, dari pergaulan dan pekerjaan mereka sehari-hari.

Anxiety Care Indonesia

Anxiety Care Indonesia © anxietycare.or.id
Anxiety Care Indonesia © anxietycare.or.id

Anxiety Care Indonesia merupakan salah satu komunitas bagi penyintas anxiety untuk berkumpul dan bebas tanpa dipungut biaya. Komunitas ini bergerak melalui akun Instagram mereka, dan membagikan konten-konten yang membahas seputar GERD anxiety dengan konten tulisan, video, webinar, hingga podcast. Mereka fokus membantu pengidap GERD lain dengan bertukar cerita dan berbagi pengalaman.

Komunitas-komunitas ini bergerak atas pengetahuan masyarakat yang masih minim terhadap GERD. Mulai dari anggapan bahwa GERD adalah penyakit yang mematikan sampai anggapan bahwa GERD muncul atas perasaan pengidap yang berlebihan atas sesuatu.

Di sini, Anxiety Care Indonesia membahas spesifik mengenai GERD anxiety. Apakah GERD menyebabkan kematian? Lantas, berbagi pengalaman tentang pantangan makanan dan berbagai informasi lain.

GERD anxiety bisa muncul atas berbagai macam hal. Kondisi saat ini yang paling relevan terhadap timbulnya anxiety dalam diri manusia adalah pandemi COVID-19. Tentunya, kondisi pandemi menimbulkan kecemasan berlebihan di dalam diri masyarakat.

Untuk itu, hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir pengidap GERD yang selalu dilingkupi ketakutan adalah memberikan kekuatan untuk selalu berpikir positif. Meskipun berada di tengah situasi pandemi COVID-19, kita semua tetap bisa beraktivitas di dalam rumah dengan menjaga kebersihan dan jarak. Yakinkan pengidap bahwa segala ketakutan yang mereka rasakan tidak akan benar-benar terjadi.

Rasa cemas pengidap terhadap ketakutan yang akan terwujud membuat GERD mereka kambuh. Mereka dapat saling menguatkan untuk berpikir positif dengan menemukan hobi yang menyenangkan ataupun menemukan lingkungan yang tepat. Begitu juga dengan bergabung pada komunitas Anxiety Care Indonesia.

Menekuni hobi ditambah melakukan kegiatan yang menyenangkan dan menghibur, ditambah dikelilingi orang-orang yang memiliki kecemasan yang sama untuk saling menguatkan dan suportif dapat dilakukan oleh pengidap GERD. Pengalaman masing-masing orang terhadap GERD anxiety tentunya berbeda-beda, sehingga berbagi cerita dapat memberikan dampak positif, yaitu pengetahuan baru mengenai GERD anxiety.

Selain memiliki ruang komunitasnya sendiri di aplikasi Whatsapp, Anxiety Care Indonesia juga sering mengadakan acara-acara webinar untuk menambah pengetahuan audiens mereka mengenai GERD anxiety.

Mereka mengundang ahli-ahli di bidang ini dan juga penyintas GERD anxiety yang mampu membagikan pengalamannya. Konten-konten seperti ini mampu menjadi penguat sekaligus pengingat antar pengidap GERD juga audiens secara luas.

Referensi: Instagram | Cureus | CNN