Mengenal KPSGI, Tempat Berkumpulnya Para Pencinta Sugar Glider Indonesia
Hewan sugar glider | Foto: David Clode/Unsplash

Hewan dapat menjadi salah satu pelipur lara sewaktu bosan maupun sedih. Tidak sedikit orang yang menjadikan hewan sebagai teman kesayangan. Mulai dari anjing, kucing, ikan, burung, sampai tupai sugar glider.

Kebanyakan orang mungkin lumrah mendengar atau menjumpai komunitas pencinta hewan yang populer, seperti kucing dan anjing. Namun, ada juga wadah perkumpulan bagi mereka yang menyukai binatang sugar glider.

Apabila kamu adalah salah satunya, barangkali ini dapat menjadi tempat yang cocok buatmu. Penasaran? Berikut Goodside rangkum penjelasannya.

Mengenal Hewan Sugar Glider Lebih Dekat

Hewan sugar glider | Foto: Dng Ph Chitri/Unsplash

Sugar glider atau dalam bahasa Indonesia bernama tupai terbang adalah binatang marsupial (berkantung) dari keluarga mamalia, seperti koala dan kangguru. Hewan dengan berat rata-rata mencapai 3 ons ini bersifat nokturnal alias aktif di malam hari.

Masa hidupnya sendiri dapat mencapai 12 sampai 15 tahun dengan daya tahan tubuh yang bagus dan jarang terjangkit penyakit menular.

Baca juga: Anti Bosan Saat Meeting, Zoom Hadirkan Fitur Avatar

Uniknya, kamu dapat membawa binatang ini keluar jalan-jalan menggunakan tas khusus (bonding pouch). Sugar glider juga bisa kamu latih selayaknya anjing yang akan menuruti kemauan pemiliknya.

Awal Mula Terbentuknya KPSGI

Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia regional Depok | Foto: Pojoksatu.id

KPSGI atau Komunitas Pencinta Sugar Glider Indonesia telah berdiri sejak 7 April 2011, sebagai wadah berkumpulnya para penyuka sugar glider se-Indonesia, terutama di Bandung.

Kehadiran komunitas ini murni dengan tujuan mulia untuk melestarikan, sekaligus mensosialisasikan sugar glider kepada masyarakat luas. Sesama anggota juga dapat berkumpul dan berbagi informasi mengenai penanganan hewan tersebut.

Selaku perkumpulan para pencinta hewan, seluruh anggota tidak boleh memperjualbelikan sugar glider dengan mengatasnamakan komunitas. Apabila ingin bertransaksi, mereka boleh menjual peliharaan milik mereka atas nama masing-masing. Tugas komunitas di sini hanyalah untuk melestarikan.

Baca juga: Fakta Menarik Moon Knight, Serial Marvel yang Rilis 30 Maret 2022

KPSGI seiring perkembangannya sudah mempunyai lebih dari 4.000 anggota tersebar di seluruh Indonesia dan tergabung dalam 13 regional, seperti daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi).

Adapun untuk kawasan luar Jabodetabek, terdapat pula komunitas regional Solo, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Manado, Makassar, serta sejumlah wilayah lainnya.

Regional Tangerang adalah salah satunya. Mereka selalu mengadakan kegiatan gathering sebagai sarana bertukar informasi dan bersosialisasi kepada masyarakat mengenai sugar glider.

Bahkan, mereka juga menyelenggarakan lomba dengan tujuan bisa menyediakan wadah kepada sesama pencinta satwa, menambah wawasan dan pemahaman, sekaligus memperluas koneksi.

Bagi kamu pemelihara sugar glider maupun tidak, kamu dapat bergabung ataupun mendapatkan informasi lengkap tentang sugar glider, sekaligus komunitas lewat halaman Facebook KPSGI dan akun Twitter @klubsugarglider.

Merawat Sugar Glider ala Komunitas

Ilustrasi makanan sugar glider | Foto: iStockphoto

Memelihara sugar glider memang memerlukan kesabaran dan ketelatenan ekstra. Kamu harus bersedia meluangkan waktu untuk merawat, sering mengelus-elus, memandikan, sampai memotong kukunya.

Baca juga: Ternyata 4 Hewan Ini Bisa jadi Indikator Lingkungan yang Bersih

Pemilik juga wajib menjaga kondisi kandang selalu bersih. Untuk bahan kandangnya sendiri sebaiknya memakai besi supaya lebih kuat, bukan plastik, mengingat hewan yang satu ini mempunyai gigi yang tajam.

Berbicara mengenai pakan, sebaiknya sugar glider tidak perlu diberi makan selama satu hari apabila baru saja datang dari hutan. Adapun pemberian makan selanjutnya boleh berupa bubur bayi, buah-buahan manis, serta serangga seperti ulat dan jangkrik mengingat hewan ini merupakan jenis omnivora (pemakan segalanya).

Jangan pula memberinya makan biji-bijian maupun buah dengan kadar lemak yang tinggi, misalnya durian, alpukat, dan nangka karena akan mengganggu proses metabolismenya.

Peliharaan sugar glider biasanya juga akan membuat making (tanda) unik semacam cairan untuk sang pemiliknya. Tanda tersebut menunjukkan bahwa "kita adalah milik mereka" bukan mereka milik kita.

Menarik sekali bukan komunitas yang satu ini? Syarat untuk menjadi anggota pun tidak harus sudah mempunyai sugar glider. Paling penting, mau terus belajar dan sharing. Goodmates, tertarik untuk bergabung?