Mengenal 3 Komunitas Perempuan Indonesia yang Aktif dalam Isu Pemberdayaan
Komunitas Perempuan Indonesia | Foto: Dokumentasi Generation Girl

Ada banyak komunitas yang bisa kamu ikuti untuk memberdayakan orang lain. Seperti halnya berbagai komunitas perempuan di Indonesia. Bukan sekadar komunitas, biasanya mereka melakukan ragam kegiatan dan pemberdayaan.

Bergabung di komunitas yang tepat bisa jadi sarana terbaik untuk pengembangan diri. Selain itu, Goodmates juga akan bertemu dengan berbagai orang dari latar belakang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama.

Tak hanya itu saja, mengikuti komunitas juga bisa menambah relasi baru buat kamu. Berbicara tentang komunitas perempuan, berikut tiga komunitas yang bisa kamu ikuti.

1. Generation Girl

Logo Generation Girl | Foto: Generation Girl

Komunitas pertama datang dari Generation Girl (GenG), organisasi non-profit yang bertujuan untuk mengenalkan perempuan ke bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Math) sejak dini.

GenG berdiri pada 2018 oleh 3 perempuan, yakni Anbita Nadine Siregar, Crystal Widjaja, dan Vania Radmila Alfitri, di bawah yayasan Generasi Maju Berkarya yang berbasis di Jakarta.

Baca juga: Kiat Menjadi Alpha Woman, Wanita Tangguh dan Penuh Percaya Diri

Organisasi non-profit ini memiliki 3 program utama. Di antaranya Holiday Club, program bootcamp yang terbuka secara gratis untuk anak-anak perempuan kelas 3 SMP hingga 12 SMA.

Bootcamp ini biasanya hadir selama seminggu dengan mendatangkan para mentor yang berasal dari latar belakang STEM. Gunanya, untuk memberikan pelatihan seputar ilmu komputer, pengembangan website, pengembangan aplikasi, dan lainnya.

Selanjutnya, program Electives x khusus untuk wanita berusia 18 tahun ke atas. Program ini cocok untuk kamu yang ingin meningkatkan karier atau keterampilan teknis dengan pemecahan masalah intensif dan keterampilan berpikir kritis.

Holiday Club 2019 | Foto: Dokumentasi Generation Girl

Lewat program ini, GenG mengajak perusahaan-perusahaan untuk bekerja sama dengan membekali mahasiswa dan profesional muda untuk mempersiapkan di dunia kerja. GenG telah Bekerja sama dengan perusahaan besar, seperti Tokopedia, Google, Microsoft, Gojek, dan sebagainya.

Baca juga: Writing Theraphy: Kegiatan Menulis yang Menyehatkan

Terakhir ada Electives Lite, program workshop yang bertujuan untuk perempuan dari berbagai latar belakang dan usia. Workshop berkaitan dengan keterampilan teknis, seperti design thinking, cara membangun produk yang sukses, problem solving, critical thinking, dan sebagainya.

Kini, GenG sudah menjangkau lebih dari 20.000 perempuan muda Indonesia. Jika berminat dan tertarik untuk berpartisipasi di dalam kegiatan STEM, kamu bisa mengujungi instagram mereka.

2. Perempuan Berkisah

Logo Perempuan Berkisah | Foto: Perempuan Berkisah

Selanjutnya ada Komunitas Perempuan Berkisah, sekaligus media pemberdayaan perempuan dan ruang aman berbagi pengetahuan dan pembelajaran berbasis etika feminis. Perempuan berkisah berdiri dari hasil pemikiran Alimah Fauzan.

Pada awalnya, Perempuan Berkisah hanya sebuah media pembelajaran berbasis website, yang menyajikan kisah-kisah pemberdayaan perempuan di berbagai daerah. Seiring berjalannya waktu, Perempuan Berkisah mulai merambah ke media sosial facebook, tiktok, dan instagram.

Di media sosial, mereka mengkampanyekan isu-isu feminis, seperti relationship, kesehatan mental, kesehatan alat reproduksi, self-love, dan isu terkait lainnya. Adapun program kegiatan Perempuan Berkisah, seperti penguatan kapasitas perempuan melalui media, pendampingan perempuan korban kekerasan, dan pemberdayaan ekonomi solidaritas perempuan.

Baca juga: Pentingnya Soft Skill untuk Berkarier dan Pengembangan Diri

Terakhir, program pemberian bantuan langsung bagi perempuan penyintas kekerasan dengan berkolaborasi bersama komunitas Save Janda. Akhir 2020 lalu, Perempuan Berkisah mulai melakukan perekrutan anggota dan pembentukan kepengurusan daerah untuk enam wilayah di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah-Yogyakarta DIY, Sumatra, dan Indonesia Timur.

3. WEWAW

Logo WEWAW | Foto: WEWAW Indonesia

Woman Empower Woman at Work (WEWAW) merupakan komunitas sosial yang berfokus untuk memberikan edukasi, referensi, dan pendampingan bagi perempuan muda dalam bekerja, baik berkarier maupun berbisnis.

WEWAW terbentuk atas inisiasi pendirinya, yakni Jessica Carla yang mengalami ketidaknyamanan akan stigma dan stereotip negatif terhadap wanita berambisi bekerja. Komunitas yang berdiri sejak 2020 ini memiliki program unggulan berupa mentorship.

Program tersebut memberikan bimbingan secara eksklusif dan intensif selama 6 bulan secara gratis dari para mentor WEWAW yang berpengalaman di bidangnya. Fokus utama program ini untuk membantu para penerima mentorship guna menetapkan dan mencapai ambisi karier atau bisnisnya.

Foto mentorship batch 1 | Foto: Dokumentasi WEWAW 

Selain itu ada WAW Club, ruang virtual untuk wanita muda Indonesia berusia 17 –29 tahun yang ingin mengembangkan dirinya dengan berbagi dan berkreasi bersama. Ada juga kelas-kelas menarik seputar pengembangan diri, karier, dan bisnis.

Itulah tiga komunitas perempuan yang terlibat aktif dalam pemberdayaan perempuan. Memang sudah sepantasnya para perempuan untuk saling mendukung dan menjaga. Lewat komunitas tersebut, kamu akan menyadari bahwa memiliki kepedulian bisa berdampak besar.

Referensi: Muslimah Daily | Perempuan BerkisahWEWAW Indonesia