Mengenal Dunia Perfilman Bersama Si Damar, Komunitas Sineas Muda Semarang
ilustrasi Si Damar, Komunitas Sineas Muda Semarang yang siap mewadahi anak muda untuk mempelajari bidang perfilman | Foto:Jon Tyson/Unsplash

Menikmati film menjadi salah satu hobi yang banyak masyarakat meminatinya. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, semuanya memiliki selera perfilman masing-masing. Berawal dari kegemaran, biasanya mulai muncul ketertarikan untuk mengenal bidang perfilman secara lebih jauh.

Nah, kalau kamu sudah cukup umum menemukan komunitas pecinta film, komunitas yang satu ini memiliki nilai tambah yang membedakannya dengan komunitas pencinta film lainnya.

Jika kamu memiliki minat untuk mengenal lebih jauh perihal bidang perfilman, kamu mungkin ingin mempertimbangkan untuk bergabung bersama komunitas satu ini.

Si Damar: Komunitas Sineas Muda Semarang

ilustrasi kegiatan screening film produksi oleh Si Damar | Foto: Kompas.com
Ilustrasi kegiatan screening film produksi oleh Si Damar | Foto: Kompas.com

Di Kota Semarang, bukan hanya wisata budaya dan kulinernya saja yang terkenal, tetapi juga terdapat komunitas yang bertujuan untuk mewadahi keinginan para anak muda. Di sana, banyak pelajar yang ingin meningkatkan kemampuan serta wawasannya mengenai proses di balik layar film dan bagaimana pengelolaannya.

Baca juga: Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Fenomena Crazy Rich Palsu

Komunitas Sineas Muda atau terkenal dengan nama Si Damar ini berdiri sejak 30 Maret 2021 lalu. Mengutip pemberitaan oleh Kompas.com, komunitas ini lahir dari ide dua anak muda lulusan SMAN 2 Semarang, yakni Faris Amar dan Ikhlasul Haq.

Awalnya, mereka berdua memiliki keresahan karena tidak tersedianya tempat untuk menampung minat dan bakat yang mereka miliki pada bidang perfilman.

Kemudian, bersama dengan teman-teman sebayanya, mereka resmi membentuk suatu komunitas yang memiliki tujuan untuk menaungi anak-anak muda yang memiliki minat sama pada bidang perfilman. Tak lain tak bukan untuk untuk belajar, berdiskusi, dan berkarya.

Selain memiliki visi dan misi untuk menjadi wadah bagi para anak muda berkarya, Faris Amar yang juga merupakan ketua dan CEO dari Si Damar memiliki impian untuk bisa mengembangkan industri film Kota Semarang.

Meski baru berdiri, komunitas yang mempunyai kurang lebih sebanyak 60 anggota ini sudah pernah menorehkan berbagai prestasi. Seperti film "Ketika Bocah itu Bermimpi" yang menjadi finalis dalam Boden International Film Festival di Sweden dan Lift-Off Global Network Film.

Baca juga: Usai Tur, Harry Styles Konfirmasi Rilis Album Baru

Kemudian, ada juga film "Pangarep" sebagai song design winner di Euro Music Video Awards serta menjadi finalis pada International Music Video Awards (IMVA) pada tahun 2022 ini.

Di samping kedua film tersebut, Si Damar juga pernah memproduksi dua film lainnya, yakni "A boulder" dan "Natasya Balloon: Art in Beauty Texture". Dalam memproduksi sebuah karya film, Si Damar dapat menghabiskan dana hingga sebesar Rp20 juta. Namun, jumlah besarnya dana juga sesuai dengan tingkat keterlibatan tim, kerumitan proses pembuatan film, dan deretan proses lainnya.

Kegiatan Si Damar

Ilustrasi film | Foto: Pexels

Kegiatan lain yang rutin mereka lakukan adalah mengadakan kelas-kelas materi dan produksi film, mengadakan screening film, hingga menggelar festival film nasional. Tidak hanya itu, mereka juga adakan kegiatan menonton bioskop bareng anak-anak panti asuhan, berbagi sedekah, dan mengadakan layar tancap kepada masyarakat-masyarakat desa.

Baca juga: Ragam Extension Google Chrome Penyelamat Hidup Mahasiswa

Meski telah memenangkan harga, Si Damar mengaku tidak mengejar eksistensi melainkan lebih fokus untuk mengembangkan komunitasnya. Jauh lebih penting bagi mereka untuk membuat pembuktian karya serta aksi demi mengembangkan bidang perfilman di Kota Semarang yang memiliki banyak potensi.

Bagi Goodmates yang berdomisili di Semarang dan memiliki ketertarikan untuk bergabung, kamu bisa langsung bertanya pada akun resmi Instagram Si Damar di @sidamaofficial. Mayoritas anggota yang dimiliki Si Damar merupakan mahasiswa mulai dari tingkat sekolah menengah pertama (SMP) hingga tingkat perguruan tinggi atau berkuliah. 

Referensi: Kompas.com | Ayo Semarang | @sidamarofficial