Main Tamiya Bersama Komunitas Street Mini 4WD Indonesia
ilustrasi street mini 4WD | Foto: Andrea Oliverio/Pinterest

Siapa yang masih ingat dengan permainan tamiya? Untuk kamu yang merupakan generasi 90-an mungkin cukup akrab dengan mainan satu ini. Mainan bentuknya yang mirip seperti mobil mini ini pernah menjadi tren di Indonesia.

Ternyata, nama asli permainannya bukan tamiya. Penyebutan tamiya sendiri merupakan nama dari sebuah perusahaan di Jepang.

Pada 1948, tamiya lebih terkenal sebagai produsen mainan rakitan. Hingga pada 1982, perusahaan mulai merilis mobil rakitan yang terkenal dengan 4WD (4 Wheel Drive) Mini Racer. Kemudian, nama tamiya justru lebih identik dengan mainan mobil mini berdinamo tersebut.

Nah, salah satu alasan tamiya menjadi nge-tren di Indonesia adalah serial animasi "Dash! Yonkuro" yang tayang di TVRI saat 1990-an. Animasi ini menceritakan sekumpulan anak pembalap Mini 4WD.

Jika kamu ingin merasakan kembali nostalgia masa-masa menyenangkan bermain tamiya pada masa kecil, komunitas Street Mini 4WD Indonesia siap menemani kamu menyusuri jejak nostalgia. Tidak hanya bernostalgia, komunitas ini juga menawarkan cara asik untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Mengenal Komunitas PLAY:ON!

ilustrasi cara bermain street mini 4WD | Foto: Rizki/Kabar Banten
Cara bermain street mini 4WD | Foto: Rizki/Kabar Banten

Selain karena animasi "Dash! Yonkuro", permainan Mini 4WD pertama kali mendapat popularitas yang sangat tinggi di Italia. Awal mulanya, terdapat sekelompok anak di Kota Messina, Pulau Sicily yang mencoba melakukan eksperimen dengan melakukan balapan Mini 4WD di jalan seperti yang terdapat di animasi "Dash! Yonkuro".

Baca juga: Bertambah Tinggi, Begini Perjalanan Menara Eiffel di Industri Penyiaran Radio Perancis

Kemudian, hobi ini menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Indonesia bahkan memiliki komunitas yang berisikan para orang yang memiliki minat pada Mini 4WD. Komunitas Street Mini 4WD di Indonesia pertama kali hadir pada 2017 lalu di Kota Surabaya.

Mengusung nama yang unik, komunitas yang memiliki nama PLAY:ON! Ini justru menyimpan makna yang mengandung kearifan lokal di balik penamaannya. Mengutip penjelasan oleh Rangga Marvel selaku pelopor Street Mini 4WD dari pemberitaan merahputih.com, semboyan Playon merupakan kata-kata yang dari bahasa Jawa.

Kehadiran Komunitas Playon sebagai Komunitas Street Mini 4WD asal Indonesia, tidak terlepas dari pengaruh kehadiran animasi "Dash! Yonkuro" dan animasi "Let's and Go" yang menyusul pada 2000-an.

Baca juga: Cari Tahu Perbedaan Headphone, Headset, Earphone, dan Handsfree

Cara Asik Main Tamiya

Tamiya keren | Foto: Greenscene

Berbeda dengan penggunaan tamiya, Street Mini 4WD memiliki cara bermain yang berbeda. Street Mini 4WD bisa menggunakan jalur jalanan seperti aspal atau jalan tanah dengan rintangan. Kemudian untuk membelokkan Mini 4WD, akan membutuhkan sebuah tongkat sebagai stick guide untuk mengikuti Mini 4WD yang sedang melaju dari arah belakang.

Pemain harus berlari menyeimbangkan kecepatan diri dengan Mini 4WD untuk tetap stabil mengarahkan Mini 4WD. Misalnya saja harus siap saat berbelok agar tidak menabrak objek atau rintangan di depannya.

Apabila tamiya pada arena khusus untuk lomba kecepatan, Street Mini 4WD memiliki pengaturan yang berbeda dengan kecepatan akan menyesuaikan pemain yang berlari. Mengingat cara bermainnya ini, kamu juga bisa memiliki pengalaman baru menjaga kesehatan tubuh dengan cara yang jauh lebih menyenangkan.

Baca juga: Mengasah Kreativitas Bersama Komunitas Mural Bandung

Manfaat lain yang akan kamu dapatkan dengan bermain Street Mini 4WD adalah aktivitas di luar ruangan yang mampu meningkatkan sikap dan perilaku sosial positif. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan udara segar.

Tak hanya itu, dengan berlari di belakang Street Mini 4WD kamu dapat menjaga bobot tubuh ideal dan mengatur sirkulasi darah. Lalu, karena harus mengendalikan laju Street Mini 4WD, sekaligus dapat meningkatkan fokus, respon, dan koordinasi tubuh agar tetap seimbang.

Hingga kini, komunitas PLAY:ON! Indonesia telah memiliki ribuan anggota di seluruh Indonesia. Bahkan, komunitasnya telah terbentuk di masing-masing kota, seperti di Kota Serang hingga di Banjarmasin.

Referensi: Hai Grid | Kumparan| Merah Putih