Dua Komunitas Ini Kenalkan Gaya Hidup Vegan dan Vegetarian
Ilustrasi makanan bagi vegetarian atau vegan | Foto: Health Line/rri.co.id

Terdapat berbagai macam jenis gaya hidup saat ini. Salah satunya adalah vegan dan vegetarian. Mungkin kamu pernah mendengar salah satunya?

Umumnya, kebanyakan orang memahami gaya hidup vegan dan vegetarian sebagai seseorang yang hanya mengkonsumsi sayur mayur dan buah-buahan. Mereka juga menghindari daging-dagingan atau makanan yang berbahan dasar hewani.

Selain itu, banyak yang mengira kedua gaya hidup ini sama. Padahal keduanya memiliki perbedaan. Merangkum penjelasan oleh Alodokter, vegetarian merupakan gaya hidup yang menerapkan pola makan tanpa mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan.

Seperti jenis makanan yang berasal dari daging sapi, daging ayam, daging kambing, hingga makanan laut. Seseorang yang menerapkan gaya hidup vegetarian biasanya memiliki pola makan yang terdiri dari sayuran, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan jamur.

Kemudian gaya hidup vegan memiliki pola makan yang jauh lebih ketat lagi dari vegetarian. Gaya hidup vegan juga menghindari semua bentuk eksploitasi terhadap hewan, termasuk untuk menjadi makanan, pakaian, kosmetik atau tujuan lainnya.

Baca juga: Resep Makanan Simple Ala TikTok untuk Anak Kos

Maka, pola makan vegan tidak hanya menghindari daging hewan layaknya vegetarian saja. Namun, mereka juga menghindari produk susu, telur, dan bahan makanan lainnya yang berasal dari hewan, seperti gelatin, madu, suplemen minyak ikan dan lainnya.

Kalau kamu ingin mencoba gaya hidup vegan maupun vegetarian tetapi kebingungan harus mulai dari mana, bergabung dengan komunitas satu ini mungkin dapat membantu. Apakah komunitas tersebut?

Komunitas Indonesia Vegetarian Society

ilustrasi logo dari Indonesia Vegetarian Society dan Vegan Society of Indonesia | Foto: ivsvsi.org
Logo dari Indonesia Vegetarian Society dan Vegan Society of Indonesia | Foto: ivsvsi.org

Sudah berdiri cukup lama, awalnya Indonesia Vegetarian Society berdiri sebagai Organisasi Vegetarian Indonesia yang bersifat nirlaba atau Non-Governmental Organization (NGO) pada 8 Agustus 1998 di Jakarta.

Indonesia Vegetarian Society juga telah mendaftarkan diri sebagai anggota dari International Vegetarian Union (IVU) sejak tahun 1999, setahun setelah mereka berdiri. Kemudian pada 2016, IVS mendaftar sebagai bagian dari anggota World Vegan Organisation (WVO).

Kini, IVS tidak hanya hadir di Jakarta saja melainkan telah memiliki 62 cabang di seluruh Indonesia. Sebut saja seperti Indonesia Vegetarian Society Palu, Indonesia Vegetarian Society Surabaya, dan Indonesia Vegetarian Society Jambi. Menurut situs resminya, IVS telah memiliki 160.000-an anggota.

Baca juga: Minuman Energi Alami dan Menyehatkan, Wajib Kamu Coba!

Sejak berdiri pada 1998 hingga saat ini, kegiatan yang mereka lakukan meliputi seminar, pameran, bazaar atau festival, dan demo masak. Kemudian, ada pula penyuluhan atau pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi.

IVS juga melakukan penerbitan buku, majalah, dan pedoman vegetarian yang berkaitan dengan kesehatan, lingkungan, hingga moral atau etika. Agar lebih mudah menjangkau masyarakat, IVS juga hadir melalui situs, media sosial, dan kanal Youtube.

Selain itu, IVS juga turut berkontribusi pada gerakan penghijauan dan peduli lingkungan, serta mengadakan kegiatan IVS Charity, yakni bantuan untuk bencana dan bakti sosial.

IVS menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah juga swasta, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi non-pemerintah (LPM), dan Organisasi Vegetarian Dunia. Tak hanya itu, mereka juga menjalin kemitraan bersama outlet atau rumah makan vegetarian dan vegan.

Komunitas Vegan Society of Indonesia

Ilustrasi makanan vegan | Foto: Ella Olsson/Pexels

Masih berada di satu organisasi yang sama dengan IVS, Komunitas Vegan Society of Indonesia merupakan organisasi vegan (tanpa susu, telur dan madu) yang berdiri sejak 8 Agustus 2009 di Jakarta.

Komunitas ini bersifat nirlaba dan telah terdaftar sebagai anggota dari International Vegetarian Union (IVU) pada 2010 dan menjadi anggota World Vegan Organisation (WVO) pada 2017.

Baca juga: Mengenal Dunia Perfilman Bersama Si Damar, Komunitas Sineas Muda Semarang

Berdasarkan informasi melalui situs resminya, visi dan misi serta program yang ada pada komunitas Vegan Society of Indonesia melingkupi menyebarluaskan dan mensosialisasikan informasi seputar kehidupan vegan di Indonesia.

Tak sampai di situ, mereka juga turut mengedukasi masyarakat mengenai kaitan pola makan daging dengan efek pemanasan global (global warming). Vegan Society of Indonesia juga ingin menjadi pelopor gerakan pembaruan untuk menciptakan budaya dan peradaban baru, sebuah dunia yang saling menghargai dan mencintai semua bentuk kehidupan.

Mereka juga berperan aktif dalam membantu pemerintah untuk mengentaskan berbagai masalah. Seperti halnya gizi buruk pada masyarakat melalui berbagai penyuluhan atau edukasi gizi yang mengacu pada konsep empat sehat terbaru.

Kedua komunitas ini juga suka membagikan berbagai informasi seputaran vegan melalui akun Instagram @veganindonesia. Nah, kalau kamu memiliki ketertarikan untuk mencoba gaya hidup vegan maupun vegetarian, bergabung dengan salah satu komunitas ini dapat menjadi pilihannya.

Referensi: Alodokter | Instagram @ivs.vsi | @veganindonesia | IVS VSI