Saatnya Kontrol Diri untuk Mencegah Overthinking
Ilustrasi overthinking | Foto: Pexels

#FutureSkillsGNFI

Goodmates mungkin sudah menyadari bahwa di sekitar kita, orang-orang bergerak untuk melakukan sesuatu untuk kebaikan diri dan sekitar. Mereka seakan-akan berlomba melawan satu sama lain untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Tuntutan di dekatnya lah yang menjadi pemicu bagi mereka untuk mencari apa yang dapat mereka perbuat agar tidak tertinggal, yang juga memicu pikiran menjadi tidak terkendali dan bahkan overthinking.

Dunia yang semakin terbarukan dengan teknologi dan berbagai inovasi yang datang dari pikiran manusia dapat terolah di pikiran kita menjadi dua bagian. Yang pertama, itu bisa meningkatkan motivasi kita untuk terus mengasah otak kita agar terus belajar dan berkarya. Yang kedua, itu bisa menekan kita terus menerus yang pada akhirnya menjadi beban yang kemudian berakhir merusak pikiran kita, serta menjadi overthinking seperti yang sudah ditulis diatas.

Menyangkut kepada overthinking, hal ini merupakan situasi Ketika kita merasa cemas dan memikirkan suatu hal yang sama terus menerus. Hal ini bukanlah hal yang baik untuk Kesehatan kita karena kita cenderung tenggelam di dalam pikiran dan anggapan-anggapan yang belum tentu akan terjadi, dan disaat yang bersamaan menjadi khawatir terhadap anggapan tersebut. Semakin parah overthinking yang kita alami, hal tersebut bisa membuat kita depresi, perasaan gelisah, dan kelainan Kesehatan mental. Orang-orang yang overthinking aakan merasa kesulitan dalam menentukan dan menindak sesuatu, yang berujung kepada rasa kebingungan karena banyaknya hal yang berada di pikiran, di saat bersamaan, dipertimbangkan olehnya. Sebagai contoh, Ketika ada seseorang sedang dalam fase mencari pekerjaan, dia tentu mendapati tekanan yang ada di segala penjuru, terutama dari keluarga dan teman. Pada saat itu juga dia akan mengalami dilemma terhadap pilihan pekerjaan apa yang akan dia ambil, alasan dia memilih itu, serta apakah dia mampu menjalani  pilihan pekerjaan itu, Jika dia tidak mampu, namun pekerjaan tersebutlah yang merupakan impian dia dan keluarga, tentu banyak pertimbangan yang akan muncul di kepalanya. Tak luput dari persoalan ini, tentu dia akan melihat persaingan di dekatnya, seperti temannya yang mungkin sudah bekerja di tempat yang elit serta memiliki income yang sangat cukup, yang kontras terhadap kondisi dia saat ini.

Tentu hal ini mengkhawatirkan bagi mereka di luar sana yang masi terbelenggu oleh overthinking yang menghantui mereka. Tentu bukanlah mereka yang perlu disalahkan, karena memang patut kita sadari seluruh orang saling bersaing, tanpa memandang bulu, demi kebaikan pribadi. Oleh karena itu, di sinilah penguasaan terhadap diri sendiri sepatutnya menjadi acuan kita untuk dapat lebih peka, dan menyadari bahwa kontrol  terhadap diri sendiri membuat kita meningkatkan percaya diri, dan bahkan menuntun kita ke pemikiran yang lebih sehat. Kedua hal tersebut tentu menguntungkan kita, karena dalam menghadapi tantangan di depan mata, perlu kepercayaan diri dan mindset yang kokoh agar kita dapat melewatinya dengan baik dan sesuai harapan.

Bagaimana melakukan kontrol diri? Perlu ada beberapa hal yang disiapkan Ketika ingin mempelajari serta menguasai hal ini. Dikutip dari forbes, berikut adalah 5 cara untuk meningkatkan kontrol diri:

  1. Menghilangkan segala godaan

Cobalah untuk tidak terikat terhadap godaan yang menyimpang terhadap tujuanmu untuk mengkontrol diri, sebaiknya, kamu bisa mengatur dirimu dengan menghilangkan godaan tersebut. Hal itu dapat membuat kamu bisa lebih mudah dalam mengambil keputusan dan menguatkan dirimu sendiri, sehingga kamu bisa lebih terfokus dalam prioritas yang telah kamu buat dan melakukan sesuatu yang lebih penting.

 

  1. Mengukur perkembanganmu

Menurut Psychology Today, memonitor perkembanganmu sendiri dapat membuat dirimu lebih fokus dalam mencapai seluruh targetmu, Hal tersebut juga membantu kita dalam mengasah diri kita sendiri, dan berkurangnya tendensi untuk lalai dan mengubah kebiasaan tersebut.

  1. Belajar cara menangani stress

Ini dia, kamu perlu mengatur emosimu! Berhenti sejenak, mengatur nafas membantu menurunkan detak jantungmu dan membuatmu lebih tenang. Pastikan kamu juga berolahraga ringan, makan dan minum yang teratur, serta tidur yang cukup. Itu semua dapat meningkatkan fokus, kinerja kognitif otak dan kesehatanmu secara menyeluruh. Belajar cara menangani stress dapat menambah energimu untuk beraktivitas dan kamu dapat terus melakukan hal yang produktif dan terhindar dari rasa kewalahan.

  1. Memprioritaskan sesuatu

Buatlah sususan singkat tentang apa yang akan kamu lakukan hari ini, esok, dan minggu-minggu berikutnya secara teratur. Dari sini kamu bisa mengidentifikasi bahwa kamu memiliki progress dan evaluasi terhadap diri sendiri.

  1. Belajar memaafkan dirimu

Yang lain dan tidak bukan, adalah memaafkan dirimu. Kegagalan adalah hal yang sangat wajar, bahkan itu merupakan keharusan. Tapi kamu perlu maafkan dirimu sendiri, dan lupakan. Terus menerus menekan dirimu sendiri tidak berarti apa-apa. Winston Churchill pernah menulis “sukses dapat berubah dari kegagalan total, menuju kegagalan yang merupakan hasil dari kinerjamu yang penuh antusias.”  Untuk meraih targetmu, 80 persen diperoleh dari sikap, dan sikap yang baik menuntun kepada seseorang yang penuh ceria, dan kamu perlu belajar mengasah dirimu dengan penuh gembira untuk bisa membangun kontrol diri dan mencapai targetmu.

 

Hargai dirimu sendiri, dari situlah kamu dapat menjadi pribadi yang lebih terarah dan tidak teralihkan dari pikiran-pikiran yang tidak penting. Dari sinilah kontrol dirimu akan lebih terjaga, dan kamu bisa melawan dunia, semoga berhasil!

ForbesGoodRxPsychology Today