Mengenal Loofah, Spons Berbahan Alami yang Ramah Lingkungan
Loofah | Foto: Intelligent Living

Goodmates, apakah kamu tahu kalau kamar mandi termasuk salah satu penyumbang sampah domestik terbesar dalam rumah tangga? Hal ini bisa terlihat dari banyaknya keperluan mandi yang didominasi dari bahan plastik.

Sebut saja sabun cair atau batang, sampo botol maupun sachet, sikat gigi, sampai pasta gigi. Tidak jarang, spons yang kita gunakan pun terbuat dari plastik karena aspek ekonomis dan sifatnya yang lebih tahan lama.

Dalam hal ini, kamu bisa lo memanfaatkan loofah sebagai pengganti spons plastik. Loofah sendiri merupakan spons mandi berbahan oyong (labu) halus kering yang bersifat ramah lingkungan. Penasaran?

Perbedaan Loofah dengan Shower Puff

Loofah (kiri) dan shower puff (kanan) | Foto: Cleveland Clinic

Dua alat yang paling sering orang gunakan ketika mandi untuk mengangkat atau mengikis sel-sel kulit mati (eksfoliasi) adalah loofah dan shower puffs. Namun, apakah kamu tahu perbedaan keduanya?

Loofah merupakan alat mandi mirip spons berbahan dasar tanaman luffa (oyong atau labu) yang mempunyai banyak serat dengan tekstur kasar apabila terkena air. Alat yang satu ini bisa kamu pakai seperti sarung tangan dan diratakan. Terbuat dari bahan alami, loofah sendiri bersifat ramah terhadap lingkungan.

Sementara itu, shower puff lebih gampang untuk kamu jumpai di pasaran. Alat ini umumnya terbuat dari jaring sintetis misalnya plastik yang terbentuk seperti buntalan. Walaupun menggunakan sabun cair yang sedikit, shower puff mampu menghasilkan busa yang melimpah.

Baca juga: Cantik! Intip 5 Toko Online yang Jual Gamis Vintage

Aturan Pemakaian Loofah

Ilustrasi pemakaian loofah pada kulit | Foto: YouTube

Dalam penggunaannya untuk eksfoliasi, kamu bisa mengaplikasikan loofah untuk bagian tubuh yang kulitnya lebih tebal, seperti area lengan dan tungkai, pergelangan kaki, sampai telapak kaki.

Gosokkan secara lembut di area lengan dan tungkai dengan gerakan melingkar selama 30 detik, kemudian bilas dengan air hangat. Tambahkan pula sabun maupun lulur yang dengan kandungan butiran kasar sebagai scrub bersamaan dengan loofah. Selanjutnya, sikat secara lembut dan bilas kembali menggunakan air. 

Kamu mesti melakukannya sebanyak 1-2 kali setiap minggu untuk meningkatkan kesehatan dan memperoleh tampilan kulit yang lebih cerah. Tidak cuma sel kulit mati yang terangkat, terjadi juga stimulasi produksi zat kolagen yang akan membantu kulit tetap kencang.

Sebagai catatan, kamu mesti menyesuaikannya dengan jenis kulitmu supaya terhindar dari iritasi kulit. Hindari juga menggosok area tubuh terlalu keras atau terlalu sering.

Baca juga: Peduli Lingkungan, Ini 4 Perusahaan dengan Kebijakan Eco Friendly

Membersihkan Loofah secara Tepat

Ilustrasi menggantung loofah di tempat yang tepat | Foto: Kompas.com

Ingatlah bahwa spons mandi tidak boleh kamu letakkan di tempat lembap sehabis pakai karena berpotensi menjadi sarang bakteri. Dengan begitu, teknik merawat loofah secara tepat wajib kamu ketahui.

Apabila selesai kamu gunakan, alangkah baiknya kamu tidak menggantung loofah langsung melainkan mengeringkan dengan handuk terlebih dahulu untuk menyerap air di dalamnya. Selanjutnya, taruhlah di tempat yang kering dan sejuk di luar area kamar mandi.

Riset juga menunjukkan bahwa membersihkan loofah dalam campuran air dengan 10 persen pemutih ampuh untuk menekan risiko kontaminasi bakteri. Caranya tergolong mudah.

Kamu tinggal mencelupkannya selama lima menit, lalu bilas dengan air dingin. Keringkan secara menyeluruh dan simpan di tempat yang bersih.

Adapun untuk menghindari kontaminasi bakeri pada spons, jangan memakainya pada daerah perineum atau jaringan yang berada di antara anus dan kelamin. Soalnya, bakteri jenis E. coli biasa ada di sana.

Baca juga: Takut Lowbat Saat Mudik? Simak Tips Hemat Baterai Smartphone

Cara Membuat Loofah Sendiri di Rumah

Tanaman oyong | Foto: Popmama

Langkah-langkah membuat loofah terbilang lumayan mudah. Sebelum memulai, kamu harus menyiapkan sejumlah bahan berikut, yaitu oyong kering, air, serta ember.

Pertama-tama, kupas kulit oyong kering secara hati-hati. Oyong yang sudah kering mempunyai ciri khas berwarna coklat, beratnya yang ringan, serta akan berbunyi gemericik jika kamu goyangkan. Hentakan pelan-pelan dengan tangan untuk mengeluarkan seluruh bijinya.

Kalau sudah lepas dari biji-bijian, bersihkan loofah dengan air hangat demi menghilangkan getahnya. Kamu juga bisa merendamnya selama 1-2 menit dalam oil essence supaya mengeluarkan aroma khas. Angkat dan ulangi langkah ini sampai tiga kali.

Terakhir, bilas kembali loofah yang sudah terendam. Peras dan tiriskan pada tempat yang kering. Dengan demikian, spons alami ramah lingkungan ini pun siap untuk kamu gunakan.

Referensi: Zerowaset | Liputan 6 | Klikdokter