Mata Mudah Lelah Saat WFH, Waspada Digital Eye Strain
ilustrasi seseorang alami digital eye strain. | Sumber: Prostock-Studio / Getty Images / Verywell Health

Semenjak pandemi, hampir semua orang kebanyakan beraktivitas dari rumah. Mulai dari bersekolah secara jarak jauh juga bekerja dari rumah. Gadget pun menjadi teman seharian sehingga mata menjadi mudah lelah.

Kalau sudah fokus mengerjakan pekerjaan, banyak orang lupa untuk mengambil istirahat sejenak. Lupa merenggangkan tubuh, lupa minum air putih. Padahal seharian duduk di depan layar dekstop juga gak baik untuk kesehatan.

Pernah tidak setelah seharian online, mulai dari meeting online sampai mengerjakan pekerjaan di laptop membuat matamu merasa lelah? Atau leher dan pundak yang terasa kaku? Kadang bisa jadi kamu gak menyadarinya, gejala tadi baru terasa setelah selesai menggunakan laptop atau komputer.

Jika kamu pernah mengalami gejala seperti itu, kamu harus mewaspadai digital eye strain. Digital eye strain atau yang juga disebut sebagai computer vision syndrome (CVS) merupakan salah satu jenis masalah mata dan penglihatan. Masalahnya mencakup mata yang gatal dan berair juga kering dan merah.

Mata akan terasa lelah dan tidak nyaman. Kamu juga mungkin akan mengalami kesusahan untuk fokus. Penyebabnya bisa dikarenakan penggunaan komputer atau perangkat digital atau e-reader dan smartphone dalam jangka waktu yang lama. 

Begini cara menghindari digital eye strain

ilustrasi aturan 20-20-20. | Sumber: BBC
ilustrasi aturan 20-20-20. | Sumber: BBC

Bagi Goodmates yang sedang WFH atau bersekolah jarak jauh dari rumah, tentu gak mungkin menghindari penggunaan perangkat digital. Namun, kamu bisa melakukan tips berikut ini untuk mencegah mengalami digital eye strain yang dirangkum dari Healthline.

Pernah mendengar aturan 20-20-20? Kalau sudah terlalu fokus mengerjakan sesuatu, jangankan untuk meregangkan tubuh dan mengistirahatkan mata, kadang minum air putih pun bisa terlupa. Nah, teknik 20-20-20 ini bisa mulai kamu terapkan untuk bantu mengurangi digital eye strain.

Caranya dengan fokus mengerjakan satu kegiatan selama 20 menit. Kemudian, setiap selesai 20 menit lihatlah kepada objek yang berada sejauh 20 kaki atau 6 meter untuk mengistirahatkan mata selama 20 detik.

Tapi, jangan hanya mengandalkan teknik 20-20-20 saja ya Goodmates. Jika telah berada di depan layar sejak pagi, mungkin pada saat jam makan siang kamu dapat berjalan-jalan sebentar untuk melihat cahaya natural dari alam sekalian menghirup udara segar.

Hal satu ini juga jarang disadari. Kadang kalau lagi WFH kita memiliki posisi  bekerja nyaman masing-masing, padahal belum tentu hal itu baik bagi postur tubuh dan dapat memicu digital eye strain.

Letakkan layar sejauh kurang lebih sepanjang lengan tangan, kamu juga perlu melihat layar pada level yang sama dengan letak mata atau sedikit di bawahnya. Tips lainnya, besarkan ukuran teks pada layar sesuai kenyamananmu untuk membaca.

Tingkat pencahayaan ruangan dan layar perangkat digital juga memiliki pengaruh. Layar yang terlalu terang atau terlalu redup dapat menjadi salah satu penyebab digital eye strain yang kamu alami. Atur kecerahan perangkatmu sesuai dengan kebutuhan..

Jangan lupa mengedipkan mata. Umumnya, jumlah kedipan mata yang normal sebanyak 15 kali dalam satu menit. Namun, saat menggunakan perangkat digital, jumlah kedipan tersebut bisa berkurang hingga setengah dari jumlah normal.

Itu dia beberapa tips untuk mencegah digital eye strain saat sedang beraktivitas menggunakan perangkat digital. Selamat mencoba, Goodmates!

Referensi: Cedars Sinai | Healthline | Beautynesia