Mau Bantu Atasi Perubahan Iklim? Ini 6 Aksi Nyata yang Bisa Kita Lakukan
Langkah nyata untuk mengatasi isu lingkungan | Unsplash/Markus Spiske

Salah satu isu terkait lingkungan yang sering dibahas beberapa tahun terakhir adalah climate change atau perubahan iklim. Perubahan iklim dapat menyebabkan keseimbangan ekosistem berubah, sehingga akan berpengaruh besar terhadap lingkungan dan makhluk hidup. 

Beberapa dampak negatif yang dapat terjadi akibat perubahan iklim sangat berbahaya. Seperti mencairnya lapisan es di kutub Utara dan Selatan yang mengakibatkan permukaan air laut naik. Lalu peningkatan air laut juga bisa menyebabkan tenggelamnya pulau kecil dan daerah pesisir. 

Selain itu, terjadi pergeseran musim yang tidak menentu, sehingga musim kemarau yang panjang akan menyebabkan kekeringan, dan curah hujan tinggi akan membuat banjir serta tanah longsor. Dalam jangka panjang, jutaan spesies flora dan fauna bisa punah karena tidak mampu beradaptasi dengan perubahan suhu bumi. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendefinisikan perubahan iklim sebagai sesuatu fenomena yang disebabkan oleh aktivitas manusia, sehingga mengubah komposisi dari atmosfer global dan variabilitas iklim alami pada periode waktu yang diperbandingkan. Komposisi atmosfer global yang dimaksud adalah berupa gas rumah kaca, di antaranya karbon dioksida, metana, nitrogen, dan lain-lain. 

Sebenarnya, gas rumah kaca dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap stabil. Namun, konsentrasi gas rumah kaca yang meningkat akan membuat atmosfer semakin tebal. Sehingga, jumlah panas bumi yang terperangkap di atmosfer semakin banyak, lalu berakibat peningkatan suhu bumi yang disebut dengan pemanasan global.

Meski perubahan iklim menjadi fenomena dunia, namun ada beberapa hal nyata yang bisa Kawan lakukan, untuk membantu mengatasi isu ini. Apa saja contohnya? Yuk, cek informasi berikut!

  • Mengurangi Konsumsi Daging

Mengurangi konsumsi daging adalah cara sederhana yang sangat mudah untuk Kawan lakukan demi mengatasi perubahan iklim. Pasalnya, konsumsi daging merupakan salah satu alasan terbesar penyebab rusaknya lingkungan.  

Mengapa? Ada beberapa alasan, di antaranya karena menghabiskan banyak lahan yang habitat alaminya terpaksa digunakan, mengonsumsi banyak air (yang berkaitan dengan pencemaran), penggembalaan berlebihan dapat menghancurkan tanah, dan produksi daging serta susu berkontribusi terhadap 23 persen emisi gas rumah kaca. 

Jadi menurut beberapa ahli, salah satu cara yang bisa Kawan lakukan untuk mengatasi krisis iklim adalah dengan menyesuaikan pola makan. Kabar baiknya, Kawan dapat beralih ke alternatif daging nabati jika masih sulit berhenti dari daging. Kawan bisa menemukan berbagai produk olahan daging nabati yang lebih ramah lingkungan. 

Namun, jangan sampai benar-benar berhenti makan daging dan protein, ya. Semuanya tetap harus diatur dan sesuai dengan takaran, jangan sampai Kawan malah jadi sakit. 

  • Meminimalisir Penggunaan Plastik

Apakah Kawan tahu, saat ini, ada sekitar 368 juta ton plastik diproduksi per tahun? Bahkan, total perkiraan ada 8,3 miliar ton plastik di bumi. 

Sehingga, sekitar 8 juta ton plastik terbuang ke laut setiap tahun, terutama dari sungai-sungai besar. Saat di laut, plastik akan menangkap racun, lalu dicerna oleh berbagai spesies laut, terhubung dalam rantai makanan, sambil meracuni hewan lain di sepanjang prosesnya. 

Sementara, pencemaran plastik di darat juga tidak kalah berbahaya. Mengapa? Karena bisa menyebabkan 4 hingga 23 kali lipat dampak lebih buruk daripada di lautan, yaitu keracunan tanah dan air tanah.

Lalu, apa saja yang bisa Kawan lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik?

  • Hindari memakai plastik saat belanja. Usahakan pakai kantong belanja khusus, tote bag, atau apapun yang bisa digunakan kembali. 
  • Kurangi pembelian botol minuman plastik. Biasakan membawa botol minum atau termos saat bepergian.
  • Kurangi memesan makanan dari luar (takeaway), perbanyaklah memasak
  • Coba untuk belanja pakaian dari thrift store atau toko baju bekas. Industri fast fashion berdampak pada terbuangnya jutaan mikroplastik saat pencucian baju. 
  • Mendaur ulang plastik yang memang bisa digunakan kembali

 

  • Memakai Jasa Transportasi Publik

Jika Kawan memiliki mobilitas yang tinggi, usahakan untuk meningkatkan pemakaian jasa transportasi umum. Hal ini berlaku terutama di kota-kota besar yang sangat padat oleh berbagai kendaraan pribadi. 

Dengan kendaraan umum, jejak karbon juga akan lebih menurun. Hal ini terjadi karena sebagian besar angkutan kereta api tidak memakai bahan bakar fosil, tapi jaringan listrik. Jaringan listrik sendiri digerakkan oleh sumber emisi yang rendah, seperti tenaga air. Sehingga sangat berpengaruh jika sekelompok besar orang berpindah memakai transportasi umum. 

  • Mengurangi Bepergian dengan Pesawat

Penerbangan menyumbang sekitar 2,5 persen dari emisi CO2 global dan 3,5 persen dari pemanasan global secara keseluruhan, karena senyawa yang tersebar di pesawat.

Jika Kawan bisa mengurangi untuk terbang lebih sedikit dari biasanya, atau mengganti alternatif kendaraan, Kawan dapat memberi efek positif yang tidak sedikit. Hal ini akan mengurangi jejak karbon secara signifikan, jika semakin banyak orang yang melakukannya. 

  • Hemat Konsumsi Energi Dalam Rumah

Sekitar 20 persen emisi gas rumah kaca di Amerika Serikat ternyata berasal dari pemanasan, pendinginan, dan pembangkit listrik rumah tangga. Sementara di Indonesia, pemakaian energi dari rumah juga termasuk cukup tinggi. 

Jadi, cara sederhana yang bisa Kawan lakukan adalah dengan menghemat energi di rumah. Matikan lampu jika tidak gunakan, jangan terlalu sering pakai AC, cabut perangkat listrik jika tidak perlu, dan lain-lain. 

  • Speak Up!

Berbagai kegiatan tadi tentu akan lebih baik jika dilakukan oleh banyak orang. Sebagai seorang individu, masing-masing dari kita dapat ikut serta mendorong perubahan, baik dalam skala besar maupun kecil. 

Di antaranya bisa dengan menyebarkan informasi mengenai isu perubahan iklim kepada orang terdekat, saudara, kenalan, rekan kerja, dan lain-lain. Bahkan, Kawan juga bisa bergabung dengan gerakan pecinta lingkungan dan ikut serta berpartisipasi dalam kampanye mengenai lingkungan. 

Bukan tidak mungkin, sebuah riset pada 2015 di 50 negara bagian Amerika Serikat menunjukkan, ada peningkatan 1 persen dalam aktivisme lingkungan. Terbukti, negara-negara dengan tingkat partisipasi lebih tinggi dalam aktivisme lingkungan juga memiliki tingkat emisi karbon yang lebih rendah. 

Jika Kawan memang berniat untuk terlibat mengurangi krisis perubahan iklim, Kawan bisa ikut bersuara untuk menyebarkan pesan positif. Dengan kumpulan orang-orang yang bertujuan sama, kebijakan dapat diubah secara perlahan-lahan. Contohnya saja, penggunaan plastik yang sudah dilarang di sebagian besar supermarket atau toko-toko di kota besar. 

Itulah beberapa aksi nyata yang dapat Kawan lakukan untuk membantu atasi isu perubahan iklim. Bagaimana, sudah siap melakukannya?

 Referensi:

Knowledge Centre Perubahan Iklim - Mengenai Perubahan Iklim (menlhk.go.id)

What Can I Do About Climate Change? | Earth.Org - Past | Present | Future

https://theconversation.com/5-ways-families-can-help-tackle-climate-change-126512