Tenggelam Dalam Media Sosial Sampai Takut Ketinggalan Orang Lain? Kenali Istilah FOMO!
Ilustrasi FOMO | Foto : Alex Green/Pexels

#FutureSkillsGNFI


Setiap hari, sulit rasanya untuk bisa terlepas dari benda kotak ajaib yang selalu dikantongi kemanapun kita pergi. Di dalamnya terdapat sejuta kemudahan mengakses informasi dari seluruh penjuru dunia. Kemajuan zaman melahirkan banyak dampak positif yang dibaliknya selalu ada dampak negatif yang menyertainya.

Melalui ponsel pintar itu, kemudahan mengetahui bagaimana bahagianya kehidupan seseorang semudah membalik telapak tangan. Hanya dengan sentuhan jari maka Goodmates akan melihat sekaligus berasumsi betapa indahnya hidup seseorang.

Media sosial, faktor utama yang mendukung kemudahan akses informasi. Disamping itu ia adalah momok utama penyebab munculnya banyak penyakit modern. Orang-orang pada masa kini mudah sekali terombang-ambing kejamnya media sosial. 

Salah satu dampak buruknya yang akan dibahas disini yaitu ketika orang mulai merasakan dirinya cemas karena takut tertinggal momen membahagiakan bersama orang lain. Singkatnya, itulah yang disebut dengan FOMO.

Apa itu FOMO ?

FOMO (Fear Of Missing Out) pada dasarnya merupakan perasaan takut untuk tertinggal karena tidak mengikuti aktivitas tertentu. Rasa takut ketinggalan ini memiliki persepsi bahwa orang lain yang kita lihat sedang bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik ketimbang diri kita.

FOMO bukan hanya perasaan bahwa mungkin ada hal-hal yang lebih baik yang dapat Goodmates lakukan saat ini, tetapi juga perasaan bahwa Goodmates telah kehilangan sesuatu yang secara fundamental penting yang dialami orang lain saat ini.

Penyebab FOMO

Salah satu penyebab dan mungkin satu-satunya penyebab FOMO adalah media sosial. Terlalu sering mengakses media sosial akan menjadikan Goodmates terfokus pada kehidupan orang lain, bahkan tak sedikit pula yang suka membanding-bandingkan diri dengan kehidupan mereka.

Media sosial menyajikan beragam konten yang dapat dikonsumsi berbagai kalangan. Salah satunya yang paling berpengaruh adalah ketika banyak orang mulai membagikan momen-momen berharga dalam kehidupan mereka. Secara tidak langsung, Goodmates jika terlalu sering melihatnya akan mulai merasa iri dan ingin memiliki kehidupan layaknya mereka.

Orang yang sering menggunakan media sosial merupakan orang yang paling rentan terkena FOMO. Mereka cenderung sering memeriksa feed media sosial teman dan keluarga agar tidak terlewat akan apa yang terjadi dalam hidup mereka. Tapi, seseorang juga bisa terkena FOMO ketika ia mudah sekali terdistraksi notifikasi atau terumpan media sosial orang lain yang menunjukkan orang lain melakukan hal-hal luar biasa sepanjang waktu. 

FOMO memiliki dampak negatif yang sangat serius, orang yang mengalaminya cenderung memiliki kepuasan hidup yang rendah dan mudah merasa cemas.

Cara Mengatasi FOMO

Berikut beberapa langkah yang dapat Goodmates terapkan untuk meminimalisir FOMO.

  • Kurangi Penggunaan Media Sosial

Kurangi waktu Goodmates bercengkrama dengan media sosial secara signifikan. Misalnya, bisa dengan mencoba cuti selama 1 minggu atau bahkan 1 bulan. Bisa juga dengan memberikan batasan penggunaan setiap harinya, misalnya sobat Goodmates hanya diperkenankan untuk mengakses media sosial maksimal 2 jam per-harinya.

  • Ubah Fokus atau Titik Perhatian

Daripada berfokus pada hal yang tidak dimiliki, maka cobalah berfokus pada apa yang telah dimiliki. Ini akan lebih membuat Goodmates lebih bersyukur ketimbang terus menerus memperhatikan hidup orang lain. 

  • Menulis Jurnal (Journaling)

Menulis jurnal harian dapat membantu Goodmates dalam mengalihkan fokus dari validasi publik terhadap apresiasi pribadi atas hal-hal yang membuat hidup Goodmates hebat. 

  • Unfollow orang-orang negatif

Mungkin di media sosial Goodmates sering dibombardir dengan gambar hal-hal yang tidak dimiliki, sehingga perlahan itu menimbulkan rasa iri. Maka lebih baik jika Goodmates melakukan unfollow terhadap orang orang yang memberikan umpan tersebut atau orang yang terlalu menyombongkan diri. 

  • Mencari Koneksi Nyata

Manusia adalah makhluk sosial yang sejatinya selalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, penting untuk menjalin hubungan sosial dengan orang lain alih-alih hanya melakukannya lewat media sosial. Perasaan FOMO akan menghilang perlahan dengan sendirinya jika Goodmates mengutamakan koneksi nyata.

So, berhentilah merasa cemas akan pencapaian orang lain dan berusahalah menikmati setiap detik jalannya kehidupan ini. Bersyukur merupakan kunci utama yang mengundang kebahagiaan ketimbang Goodmates terus membandingkan diri dengan orang lain.

Jangan lupa bahagia, sobat Goodmates !

 

Referensi : Psychology Today | Very Well MindGreatmind