Melihat Keindahan Kampoeng Cyber di Kota Pelajar
Kampoeng Cyber © Kampoengcyberdaya

Apakah kamu pernah berkunjung ke Kampoeng Cyber? Apabila kamu merupakan warga Yogyakarta, atau berkunjung ke daerah tersebut, kamu harus mengunjungi tempat ini. Kampoeng Cyber terletak tidak jauh dari Taman Sari, destinasi wisata di Yogyakarta yang juga sangat terkenal.

Bahkan, kalau kamu tengah berkunjung ke Taman Sari, pasti kamu melewati Kampoeng Cyber. Lokasinya berada di Kecamatan Kraton, tepatnya di Patehan, Taman KT.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata ‘kampung’ didefinisikan sebagai kelompok rumah yang merupakan bagian kota, yang merupakan halaman daerah atau tempat kelahiran. Kata ‘kampung’ juga identik dengan daerah desa, dan terkadang belum modern, karena jauh dari perkembangan teknologi. Lantas, bagaimana bisa sebuah kampung dinamakan Kampoeng Cyber?

Lebih dekat dengan Kampoeng Cyber

Kampoeng Cyber © Kejar Mimpi
Kampoeng Cyber © Kejar Mimpi

Letaknya di Yogyakarta. Dibuat oleh seorang warga di daerah Patehan bernama Antonius Sasongko Wahyu Kusumo. Ia berhasil mentransformasikan kampungnya menjadi kampung modern, dengan sentuhan digital.

Tempat ini indah dengan mural yang dilukis di sepanjang jalannya. Dilengkapi dengan koneksi internet yang sangat memadai yang dapat diakses oleh siapapun, kegiatan sehari-hari warganya menjadi sangat canggih.

Hal ini juga berdampak pada mata pencaharian dan perekonomian warga sekitar. Di destinasi wisata ini mereka dapat menjadikan sumber pemasukan dan berjualan berbagai macam barang mulai dari pakaian batik, lukisan, sampai kerajinan tangan.

Kalau kamu berkunjung ke sini, jangan lupa berkeliling dan lihat usaha-usaha yang dimiliki oleh warga di sekitar, ya. Dengan teknologi dan koneksi internet ini pula, masyarakat dapat mengembangkan bisnisnya melalui media sosial ataupun melalui platform bisnis resmi Kampoeng Cyber, di kampoengberdaya.com.

Tentunya, hasil tersebut digunakan kembali untuk mengembangkan fasilitas-fasilitas yang ada untuk Kampoeng Cyber. Canggihnya, kampung ini tidak bergantung pada sistem administrasi daerah Yogyakarta.

Untuk tingkatkan literasi digital

Rupanya, Antonius menciptakan Kampoeng Cyber untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital di era yang semakin modern ini. Dikutip dari The Jakarta Post, digitalisasi telah memudahkan hidupnya dan internet adalah bagian yang tak terpisahkan dari dirinya terlebih ketika dia mulai memfokuskan diri pada karir freelancer. Koneksi internet membuat pekerjaannya menjadi lebih fleksibel, terkhusus ketika dia sedang Work From Home (WFH).

Literasi digital yang tidak ingin ia rasakan sendirian awalnya dimulai dari kepercayaannya bahwa semua orang dapat mencapai ilmu pengetahuan dan informasi tanpa batas yang lebih baik. Mereka juga dapat bekerja secara online dan berkoneksi dengan publik yang lebih luas.

Hal ini dibuktikan dengan bagaimana warga di Kampoeng Cyber mengimplementasikan teknologi pada bisnisnya masing-masing. Tentunya, warga dapat menjangkau pasar yang lebih luas dengan teknologi ini.

Selain memperkenalkan internet, Antonius juga mengajarkan warga cara menggunakan komputer serta surat elektronik. Sejak tahun 2015, warga Kampoeng Cyber telah memiliki komputer di rumahnya masing-masing.

Meskipun sudah dilingkupi dengan kemajuan teknologi seperti komputer dan internet, tempat ini juga masih memiliki nuansa Jawa yang kuat. Terlihat dari rumah-rumah warganya yang masih sederhana dan ciri khas dari tempat ini, saat mural di dinding yang meski mengandung pesan dan simbol-simbol modern, tetap memiliki ciri khas Tanah Jawa.

Usaha tersebut membuahkan hasil, karena terbukti dengan jumlah kepala keluarga yang tidak lebih dari angka 100. Seluruh warganya sudah melek teknologi dan setiap rumahnya dilengkapi dengan internet dan komputer.

Warga dari usia belia sampai tua juga aktif dengan teknologinya masing-masing, membuat kampung ini semakin istimewa karena kemajuan teknologi yang begitu kuat dapat dirasakan di sini.

Banyak tokoh-tokoh terkenal yang telah berkunjung ke tempat ini. Salah satunya adalah Mark Zuckerberg, CEO dari Facebook. Daerah ini diharapkan menjadi tempat percontohan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia, karena mau tidak mau seluruh masyarakat harus mulai melek teknologi dan belajar untuk hidup berdampingan dengannya. Bagaimana, tertarik untuk berkunjung ke Kampoeng Cyber?

Referensi: Kampoeng Cyber | KBBI | Patehan | The Jakarta Post