Menambang Bitcoin Ternyata Berdampak pada Lingkungan
Ilustrasi│MichaelWuensch/Pixabay

Bitcoin mungkin adalah hal yang sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Bitcoin dan mata uang kripto sempat menjadi perbincangan di seluruh dunia karena harganya yang terbang tinggi pada tahun 2021 kemarin.

Melihat harga yang melambung tinggi, banyak orang yang kemudian tertarik untuk berinvestasi atau bahkan menambang bitcoin untuk mendapatkan keuntungan. Namun, dibalik itu semua, aktivitas menambang bitcoin ternyata memiliki dampak untuk lingkungan. Selengkapnya, bisa kamu simak di bawah ini.

Bitcoin mining meninggalkan jejak karbon yang besar

Bitcoin mining atau penambangan bitcoin adalah istilah yang digunakan untuk menyebut aktivitas menghasilkan bitcoin. Penambangan ini memerlukan komputer untuk memecahkan rumus atau teka-teki matematika komputasi yang kompleks.

Aktivitas penambangan ini sangat rumit, untuk sebuah komputer dengan spesifikasi tinggi sekalipun. Aktivitas penambangan bitcoin sangat rumit, bahkan membutuhkan komputer dalam jumlah yang tidak sedikit.

Aktivitas penambangan menggunakan banyak komputer ini tentu membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang besar. Dilansir dari IDN Times, aktivitas penambangan bitcoin meninggalkan jejak karbon sebesar 360 kg, jauh lebih besar dari rata-rata transaksi visa yang hanya sejumlah 500 mg. Jejak karbon sendiri adalah jumlah emisi atau gas rumah kaca, yang berdampak buruk pada lingkungan serta kesehatan manusia.

Aktivitas penambangan bitcoin meninggalkan jejak karbon begitu banyak. Penyebabnya, karena penambangan masih menggunakan listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Apalagi aktivitas penambangan bitcoin umumnya harus menghidupkan komputer selama 24 jam penuh.

Limbah elektronik juga meningkat karena bitcoin mining

Ilustrasi│rebcenter-moscow/Pixabay

Karena aktivitas penambangan bitcoin sangat rumit, maka komputer-komputer yang digunakan tidak akan bertahan lama karena harus melakukan pekerjaan yang amat berat.  Dilansir dari CNBC Indonesia, penambangan bitcoin menghasilkan hingga 30.700 ton limbah elektronik.

Komputer yang digunakan untuk aktivitas penambangan bitcoin, umumnya hanya bisa bertahan kurang dari 2 tahun. Komputer yang akhirnya sudah tidak digunakan karena sudah usang ini akhirnya menjadi limbah elektronik yang menumpuk.

Peningkatan harga bitcoin memicu peningkatan aktivitas penambangan

Harga bitcoin yang melambung naik menjadi motivasi bagi para penambang bitcoin di seluruh dunia. Namun, peningkatan harga bitcoin juga memicu peningkatan aktivitas penambangan bitcoin, yang akhirnya juga akan berakibat pada semakin besarnya dampak yang dihasilkan pada lingkungan.

Dampak kepada lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas penambangan sebenarnya bisa diminimalisir dengan regulasi lingkungan yang ketat. Di sisi lain, dilansir dari CNN Indonesia, 65% persen aktivitas penambangan bitcoin di dunia terjadi di Xinjiang, China, yang memiliki regulasi lingkungan longgar.

Maka dari itu, kita semua harus mulai menumbuhkan kesadaran akan dampak yang dihasilkan dari penambangan bitcoin ini. Jejak karbon dalam jumlah yang sangat besar yang dihasilkan dari penambangan bitcoin, jika dibiarkan saja bisa memperparah perubahan iklim di bumi.

Referensi: IDN TimesCNBC IndonesiaCNN Indonesia