Mengasah Kreativitas Tanpa Batas Bersama Komunitas Kreatif Disabilitas
Komunitas Kreatif Disabilitas | IDN Times Sumsel

Banyak orang berkata bahwasannya keterbatasan menjadi pagar bagi kita untuk menghasilkan karya. Faktanya, setiap orang memang memiliki keterbatasan dalam diri, tetapi keterbatasan bukan jadi alasan kita untuk berhenti mengembangkan diri dan juga menghasilkan karya hebat.

Hal tersebut juga berlaku bagi sosok-sosok disabilitas hebat yang tergabung dalam Komunitas Kreatif Disabilitas (KKD) yang berlokasi di Sumatera Selatan. Mereka mampu memecah steriotipe dengan membentuk kreativitas yang bernilai jual besar.

Bersatu untuk hasilkan keuntungan besar

KKD Sumsel | Tribun Sumsel
KKD Sumsel | Tribun Sumsel

Dikutip dari IDN Times, sebelum bergabung dalam KKD, para sosok disabilitas ini ternyata telah membentuk home industri sebelumnya. Mereka menggunakan keahliannya untuk membuat tas dan masker. Tetapi sayang, industri hebat ini tidak banyak dilirik oleh masyarakat.

Berkat adanya pendampingan dari Dinas Koperasi Sumsel, para penyandang disabilitas ini dapat bergabung dengan Komunitas Kreatif Disabilitas untuk menghasilkan karya yang lebih hebat lagi.

Bahkan dikatakan setiap harinya para penyandang disabilitas yang banyaknya terdiri dari tuna rungu dan tuna wicara ini berhasil memproduksi setidaknya lima tas atau produk lainnya dalam satu hari saja. Keren, 'kan?

Merekrut dari rumah ke rumah

Ternyata untuk membentuk Komunitas Kreatif Disabilitas bukanlah perkara yang mudah. Ketua KKD Lega Raharja dikutip dari Britabrita menyebutkan bahwa untuk merekrut anggota baru, Lega harus mencari dari rumah ke rumah.

Mendatangi dari rumah ke rumah merupakan salah satu cara KKD untuk mencari para penyandang disabilitas agar dapat bergabung bersama komunitas yang telah dibentuk sejak 2018 tersebut agar dapat bekerja dalam naungan Dinas Koperasi Sumsel.

Lega juga menyatakan bahwa hal yang menjadi kendala dalam Komunitas Kreatif Disabilitas adalah komunikasi sebab mereka tidak dapat berkomunikasi seperti pada umumnya. Hal tersebut dapat disiasati dengan melakukan teknik pembelajaran dengan sistem tertulis.

Siap menyentuh pasar internasional

Tas Blongket dari KKD | Sripoku
Tas Blongket dari KKD | Sripoku

Setelah diresmikannya Komunitas Kreatif Disabilitas pada tahun 2020 dan mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa mesin jahit, membuat para anggota penyandang disabilitas ini semakin bersemangat berkarya.

Tidak hanya tas dengan sentuhan khas Sumatera Selatan yang terbuat dari kain khas Palembang, mereka juga membuat berbagai barang yang tak kalah hebatnya. Di antaranya ada tas, masker untuk menghadang masyarakat dari COVID-19, pernak-pernik, dan juga konektor.

Harga tas yang menjadi primadona KKD adalah 350 ribu rupiah. Harga tersebut dibandrol akibat mahalnya bahan untuk membuat tas, tak heran membuat tas tidak hanya dibutuhkan penjahit yang handal, tetapi juga bahan yang kuat seperti kain kualitas tinggi, tali, pembolong, dan bahan-bahan yang kuat.

Komunitas Kreatif Disabilitas juga menyatakan bahwasannya mereka siap untuk bisa memperkenalkan produk mereka ke pasar internasional. Semoga saja hal tersebut bisa terwujud ya, Goodmates.

Referensi: IDN Times |  Britabrita | Tribun Sumsel