Mengenal adik kandung Elon Musk yang terlupakan
Kimbal, Elon, dan Tosca | The Sun

Dunia mengenal dan begitu menghormati  Elon Musk atas pencapaiannya yang luar biasa di bidang keantariksaan (lewat SpaceX) dan otomotif (Tesla), tetapi mungkin tak banyak  yang mengenal karya luar biasa adik kandungnya  yang juga seorang  milyarder dan juga mengubah dunia dengan ...cara yang berbeda. Dia memang nyaris tidak dikenal. 

Kimbal Musk namanya. Meski tak seterkenal (dan sesukses) kakaknya, Kimbal  dianggap sebagai “wirausahawan sosial global (global social entrepeneur)” atas upayanya menjadikan Amerika sebagai negara di mana setiap orang akan memiliki akses ke makanan yang sehat.

Menjadi pengusaha berusia 48 tahun, ia memiliki banyak bisnis, termasuk The Kitchen Restaurant Group, organisasi Big Green, dan Square Roots Company.
Pada usia 23, Kimbal dan Elon Musk mendirikan perusahaan perangkat lunak bernama Zip2, yang mereka jual ke Compaq dengan harga 307 juta dolar AS. Itu adalah langkah besar pertama mereka menuju kesuksesan saat itu dan tidak ada yang tahu pada hari itu, dua bersaudara ini benar-benar mengubah cara pandang banyak orang mengenai arti dari   wirausahawan sejati.

Adik Elon Musk milyarder yang kurang dikenal

Dengan perkiraan kekayaan bersih lebih dari $700 juta dolar (dia tidak sekaya saudaranya Elon yang menjadi orang terkaya di dunia), banyak yang percaya bahwa apa yang dia lakukan saat ini membuatnya berpotensi masuk daftar orang-orang terkaya di AS di masa mendatang. Komitmen dan kreatifitasnya membuat Kimbal Musk dinobatkan sebagai salah satu "Most Creative People in Business" (Orang Paling Kreatif dalam Bisnis) oleh Majalah Fast Company.

Pada bulan Maret 2017, Kimbal Musk juga dinobatkan sebagai "The social entrepreneur of the year" ( wirausahawan sosial tahun ini) oleh Schwab Foundation. Kimbal secara dramatis mengubah seluruh dinamika pertanian Amerika dengan mengisyaratkan penduduk kota untuk menjadi petani penuh waktu atau paruh waktu.

Dia melakukan inovasi di seluruh sektor pertanian. Jasa dan jerih payahnya untuk mempertahankan pasokan makanan yang sehat  akan memainkan peran penting dalam mempertahankan kehidupan manusia di masa masa mendatang.   

Kehidupan awal saudara-saudara Musk sangat sederhana, dan mereka tumbuh bersama saudara perempuan mereka Tosca Musk dan dan banyak sepupu mereka.  Di sekolah, Kimbal adalah anak cerdas yang banyak berkompetisi dengan kakaknya selama sekolah menengah. Ibu Kimbal, Maye Musk, adalah ahli gizi terkenal, sementara ayahnya memiliki usaha di bidang engineering. 

Setelah menyelesaikan studi sekolah menengah di Pretoria, Afrika Selatan, Kimbal pindah ke Kanada untuk bertemu dengan saudaranya di Ontario. Memiliki minat yang besar dalam studi bisnis, ia mendaftar di Queen's University di bidang Administrasi Bisnis.

Selama kuliah, Kimbal mulai memulai berbagai usaha dan startup. Pada tahun 1994, usaha pertamanya adalah bisnis lukisan perumahan dengan College Pro Painters, dan pada tahun yang sama, ia bermitra dengan saudaranya Elon untuk memulai perusahaan mereka sendiri, Zip2, yang memfokuskan bisnisnya pada pengembangan dan pemasaran konten-konten yang berkaitan dengan panduan atas suatu kota (city guide) bagi industri surat kabar.

Tak lama setelah berdiri, Zip2 berhasil mendapatkan kontrak dari beberapa perusahaan media besar, seperti The New York Times dan Chicago Tribune.  Pada tahun 1999, Zip2 diakuisisi oleh AltaVista yang ketika itu sudah dibeli oleh Compaq. Dengan nilai akuisisi sebesar lebih dari 307 juta dolar AS dan 34 juta dolar AS dalam bentuk kepemilikan saham.  

 Proyek Zip2 memberinya begitu banyak motivasi untuk menjadi investor terkemuka di industri perangkat lunak dan teknologi. Bersama Elon, Kimbal berinvestasi dalam usaha baru bernama X.com, platform perbankan dan layanan keuangan online.

Pada kuartal pertama tahun 2000, perusahaan besar Confinity mengumumkan untuk bergabung dengan X.com, dan dalam waktu singkat, X.com memutuskan untuk menghentikan semua operasi perbankan internet lainnya kecuali layanan uang PayPal. Pada tahun 2001, perusahaan itu sendiri berganti nama menjadi PayPal.

Dengan eBay menjadi salah satu perusahaan e-commerce online terkemuka saat itu, keduanya menjual X.com ke eBay dengan harga saham hampir 1,5 miliar dolar. Ini baru permulaan bagi Musk bersaudara. Semakin banyak uang yang mereka peroleh, semakin mereka menjadi bersemangat.

Setelah usaha yang sukses ini, Elon mulai mengejar masa depannya di sektor energi sementara di sisi lain, Kimbal pergi ke New York untuk belajar seni kuliner di French Culinary Institute yang terkenal itu.

Setelah lulus, Kimbal dan istrinya, Jen Lewin, melakukan perjalanan keliling AS untuk mencari lokasi yang sempurna untuk mendirikan restoran mereka. Sebelum memilih lokasi terakhir di Boulder Colorado, pasangan ini mengunjungi tempat-tempat seperti Chicago, San Diego dan Los Angeles.

 Pada April 2004, Kimbal dan Lewin mengontrak Chef Hugo Matheson dan akhirnya membuka The Kitchen Boulder, sebuah bistro berbasis komunitas. 

Kimbal dan Chef Mattheson | Boulder Daily camera

Awalnya, mereka memperluasnya ke lantai atas gedung yang sama, menambahkan Lounge koktail bernama The Kitchen Upstairs. Pada tahun 2011, pencapaian besar Kimbal lainnya adalah peluncuran restoran kasual perkotaan Amerika bernama Next Door , yang terletak tepat di sebelah restoran awal Kimbal.

Saat ini, dia memiliki 16 lokasi Next Door American Eatery dan The Kitchen, termasuk di Denver, Boulder, dan Fort Collins. Untuk menyediakan makanan yang baik dan sehat bagi setiap orang Amerika, The Kitchen kini telah menjadi jaringan restoran di seluruh AS.

Berbagai gerai dan organisasi kuliner, termasuk Food & Wine, Zagat’s, Gourmet, OpenTable, dan James Beard Foundation, telah menempatkan “The Kitchen” sebagai salah satu restoran top di negara ini. Hal ini didasarkan pada kualitas makanan dan pengalaman bersantap selama di restoran. 

Sembari menjalankan bisnis restorannya, Kimbal juga bekerja sebagai CEO OneRiot, yang terkenal karena menyediakan solusi email marketing (pemasaran melalui email). Setelah beberapa tahun, ketika Walmart Labs mengakuisisi OneRiot, Kimbal Musk meninggalkan perusahaan tersebut.

Terlepas dari bisnis pribadinya, Kimbal Musk telah aktif di  Growe Foundation sejak tahun 2004 dan secara aktif bekerja untuk membuat lebih banyak taman sekolah di AS.

Pada tahun 2011, ia mendirikan The Kitchen Community, sebuah organisasi nirlaba untuk menciptakan Learning Gardens, di mana anak-anak diajari berbagai aspek makanan, makan sehat, gaya hidup, dan lingkungan.

Untuk mempromosikan kegiatan taman belajar, Kimbal telah menetapkan sebagian penjualan dari masing-masing restoran The Kitchen untuk disumbangkan ke masyarakat melalui The Kitchen Community. 

Saat ini, The Kitchen Community  telah membuka lebih dari 400 Taman Pembelajaran, menjangkau lebih dari 100.000 siswa di Chicago, Los Angeles, Memphis, Indianapolis, dan Denver.

Sementara saudaranya Elon Musk sedang menjelajahi planet lain untuk menemukan tempat hidup baru bagi manusia, Kimbal fokus pada masalah di bumi, salah satunya adalah  krisis kekurangan makanan. Menurut penelitian organisasi pangan dan pertanian PBB, hampir sepertiga pasokan pangan dunia terbuang sia-sia. Dengan laju pertumbuhan eksponensial populasi dunia, kekurangan makanan dan sumber daya hidup lainnya adalah prediksi umum. Dari situlah mendirikan Square Roots, startup urban farming (pertanian di perkotaan).

Square Roots urban farming | FoodNavigator USa

Untuk menciptakan beberapa teknik penanaman makanan yang lebih andal, Square Roots berusaha membangun kampus-kampus pertanian hidroponik dengan teknologi climate-control , dalam ruangan, dan pertabniab vertikal yang dapat dipertahankan bahkan di lingkungan kota yang tercemar.

Terletak di Brooklyn, perusahaan ini telah mengembangkan modul yang luar biasa dalam bentuk pertanian hidroponik di dalam kontainer yang dapat digunakan untuk menanam sayuran bahkan tanpa perlu pestisida. Hingga saat ini, para ilmuwan telah berhasil menanam tanaman mint, basil, dan beberapa sayuran hijau.

Modul kontrol perangkat lunak yang menakjubkan mendukung sistem pencahayaan dan irigasi LED, yang berarti dapat dipasang di mana saja, yang  memungkinkan pemiliknya  mengakses bahan-bahan makanan segar dengan mudah.

Proses memproduksi sayuran yang berlokasi di kota yang mudah diakses ini akan secara drastis mengurangi kemungkinan pembusukan yang selama ini terjadi dalam rangkaian distribusi.  Selain itu, menanam makanan di lingkungan yang dikontrol dengan ketat juga akan meningkatkan kualitas dan hasil tanaman dibandingkan tanaman yang ditanam di pertanian tradisional.

Saat ini, Square Roots memasok herbal segar ke hampir 70 toko di New York City, yang berarti sejumlah besar petani generasi berikutnya adalah penduduk kota yang tidak pernah berharap untuk bekerja di bidang pertanian. Itulah visi dan tujuan sebenarnya dari perusahaan ini untuk menyediakan makanan sehat  bagi orang Amerika.

Sumber:

Paradox, Ob. “Elon Musk's Forgotten Billionaire Brother: Kimbal Musk.” Complexob7, Complexob7.com, 30 November. 2021, https://complexob7.com/elon-musks-forgotten-billionaire-brother-kimbal-musk/.

“Fertile Ground: Why Food Is the New Internet: Kimbal Musk: TEDxMemphis.” Fertile Ground: Why Food Is the New Internet | Kimbal Musk | TEDxMemphis, http://www.worldeconomy.ch/fertile-ground-why-food-is-the-new-internet-kimbal-musk-tedxmemphis.html.

Okezone. “Mengenal Kimbal Musk, Adik Orang Terkaya Dunia Berharta Fantastis : Okezone Economy.” Https://Economy.okezone.com/, 25 Nov. 2021, https://economy.okezone.com/read/2021/11/25/455/2507171/mengenal-kimbal-musk-adik-orang-terkaya-dunia-berharta-fantastis