Mengenal HIIT Cardio, Solusi Olahraga di Rumah Saja
HIIT Cardio | Foto: Pexels

HIIT Cardio adalah singkatan dari high intensity interval training, sebuah latihan kardio dalam intensitas yang tinggi. HIIT Cardio biasanya dilakukan dalam waktu yang singkat, tetapi memiliki dampak yang besar dan tentunya bermanfaat positif bagi tubuh. Hal ini membuat HIIT menjadi salah satu solusi berolahraga di rumah saja.

Dalam HIIT, paru-paru akan memompa oksigen lebih sehingga menyebabkan peredaran darah ke jantung lebih cepat. Hal ini juga menyebabkan pembakaran kalori juga semakin cepat. Kalau biasanya kamu membakar 400 kalori dalam 2 jam jogging, dengan HIIT Cardio, kamu hanya membutuhkan waktu 40 menit.

Jadi, HIIT sangat cocok buat kamu yang ingin menurunkan berat badan tapi tidak ingin ribet harus keluar rumah. HIIT Cardio adalah olahraga full-body workout yang juga bermanfaat untuk mengencangkan otot. Untuk lebih jelasnya, mari simak beberapa manfaat dari HIIT Cardio.

Membakar kalori dalam waktu singkat

Illustrasi HIIT Carido | Foto: Pexels

HIIT Cardio adalah pilihan olahraga yang mampu membakar kalori dalam waktu yang singkat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2015, HIIT Cardio yang dilakukan dalam waktu 30 menit faktanya mampu membakar 25 hingga 30 kalori. Tentu saja lebih banyak dibandingkan latihan angkat beban, lari, dan bersepeda dalam waktu yang sama.

Pada penelitian tersebut, HIIT dilakukan dalam jangka waktu 20 detik dan istirahat 40 detik, kemudian diulang kembali dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Hasil menunjukkan bahwa HIIT Cardio hanya membutuhkan sepertiga waktu olahraga pada berlari dan bersepeda untuk pembakaran kalori yang sama.

Hal ini menunjukan bahwa latihan HIIT Cardio yang intens mampu membakar kalori lebih efisien. Bagi kamu yang ingin menurunkan berat badan, HIIT Cardio bisa menjadi solusi tepat.

Meningkatkan metabolisme tubuh

HIIT Cardio untuk metabolisme | Foto: Pexels

Salah satu keunikan dari berolahraga HIIT Cardio adalah kemampuan untuk membuat tubuh kamu terus melakukan pembakaran kalori, dalam rentang waktu beberapa jam setelah selesai berolahraga. Peningkatan metabolisme ini bahkan lebih baik dibandingkan jogging atau latihan beban.

Pada umumnya, dengan latihan HIIT yang memiliki intensitas tinggi akan membuat metabolisme tubuh akan tetap bekerja secara maksimal. Metabolisme tubuh bisa meningkat meskipun tubuh sudah beristirahat.

Baik untuk kesehatan jantung dan tekanan darah

Illustrasi kesehatan jantung | Foto: Pexels

Manfaat lain dari HIIT Cardio adalah mampu menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah. Terutama bagi seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

Para ahli menyarankan untuk melakukan olahraga HIIT Cardio sebanyak 4 kali seminggu dalam durasi waktu 20 hingga 30 menit. Ini disebabkan penderita obesitas sangat rentan terkena masalah pada jantung dan tekanan darah tinggi.

HIIT Cardio untuk menambah massa otot

HIIT Cardio untuk menambah masa otot | Foto: Pexels

HIIT Cardio juga mampu menambah massa otot untuk kamu yang melakukan HIIT secara teratur. Namun, kamu juga harus berhati-hati dan tidak disarankan untuk melakukan HIIT terlalu sering.

Jika melakukan HIIT terlalu sering, kamu berpotensi mengalami resiko nyeri otot, radang sendi, dan cidera lainnya. Maka, pastikan kamu harus mendapatkan istirahat yang cukup dan memberikan jeda setidaknya satu hari setiap latihan yang kamu lakukan.

Menurunkan kadar gula darah

Illustrasi kadar gula darah | Foto: Pexels

Ada banyak penelitian yang membuktikan bahwa HIIT Cardio bisa membantu menurunkan kadar gula darah. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menunjukan HIIT efektif menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2.

Selain menurunkan kadar gula darah, resistensi insulin yang biasanya dialami oleh penderita diabetes juga bisa mengalami perbaikan. Bagi kamu yang dalam kondisi sehat, manfaat ini juga bisa dirasakan sehingga bisa terhindar dari resiko diabetes.

Nah, buat Goodmates yang masih bingung HIIT Cardio itu seperti apa, ada beragam gerakan yang bisa dilakukan, seperti plank, mountain climber, jumping jack, push up, sit up, squat, dan gerakan lainnya. Namun, yang perlu diperhatikan adalah pembagian waktu pada setiap setnya.

Kamu bisa memilih empat sampai lima gerakan. Setiap gerakan dilakukan dalam waktu 20 hingga 30 detik, dan diikuti istirahat 30 hingga 40 detik sebelum masuk ke gerakan selanjutnya. Bagi kamu yang pemula, bisa lakukan HIIT dalam 2 hingga 3 set, dan bisa ditambah sesuai dengan kemampuan. Ingat, jangan lupa beristirahat yang cukup, ya, Goodmates!

Referensi: hellosehat | alodokter