Mengenal Hobi Produktif Masa Kini, Journaling dan Berbagai Jenisnya
Hobi Journaling | Foto: Jess Bailey/Unsplash.com

Istilah journaling bisa dibilang masih cukup jarang terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, lain cerita kalau yang digunakan adalah sebutan “menulis diari”. Padahal, menulis buku diari pada dasarnya merupakan kegiatan journaling juga.

Aktivitas journaling mungkin terlihat seperti sesuatu yang biasa-biasa saja. Ibarat kata semua orang pun bisa melakukannya, cukup bermodalkan alat tulis dan sarana menulis seperti buku. Namun begitu, ternyata journaling lebih dari sekadar pekerjaan biasa.

Apa itu journaling?

Ilustrasi journaling | Foto: Cottonbro/Pexels.com

Secara harafiah, journaling berarti menulis jurnal. Kegiatan yang satu ini kian digemari banyak orang apalagi selama masa pandemi seperti sekarang. Hobi journaling pun tidak memandang usia, baik tua maupun muda boleh-boleh saja melakukan kegiatan ini setiap harinya. 

Walaupun terkesan sederhana, journaling bisa menjadi hobi produktif untuk mewadahi ekspresi diri sendiri. Selain itu, journaling juga bisa mengisi waktu luang dan menjadi media mengabadikan momen dalam hidup.

Alat-alat yang dibutuhkan untuk memulai journaling tidaklah rumit. Kamu bisa memilih buku tulis sesuai dengan jenis journaling yang diinginkan. Selain buku, beragam alat tulis seperti spidol, pensil warna, sampai highlighter dapat dimanfaatkan sesuai selera.

Jenis-jenis journaling

Menulis jurnal itu banyak jenisnya, ada yang disesuaikan dengan waktu, isi jurnal, sampai tujuan penulisannya. Berikut ini beberapa jenis journaling yang perlu kamu ketahui.

1. Gratitude journal

Ilustrasi journal | Foto: Bich Tran/Pexels.com

Tidak jarang kita terlalu fokus terhadap penyesalan atau kekecewaan karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Akhirnya, kita pun sampai lupa untuk mensyukuri apa yang sudah didapatkan selama ini.

Berkaca dari kasus tersebut, gratitude journal hadir sebagai wadah kamu untuk menuliskan segala hal yang membuat kamu merasa berterima kasih setiap harinya. Coba renungkan kembali nikmat Tuhan apa yang kamu peroleh. Contohnya masih bisa bernapas, merasakan kebahagiaan, bangun pagi, dan sebagainya.

Menyisihkan waktu beberapa menit untuk menulis gratitude journal setiap harinya bisa membantumu menemukan rasa syukur atas setiap hal kecil maupun besar di dalam hidup. Dengan begitu, kamu pun bisa lebih tenang dalam menjalani hidup.

2. Morning journal

Sesuai dengan namanya, morning journal adalah jurnal yang ditulis di pagi hari setelah bangun tidur. Cara melakukannya pun sangat gampang, kamu bebas menuliskan apapun tanpa perlu berpikir panjang atau terlalu serius.

Biasanya, jurnal pagi hari ini berisikan ide, keinginan, dan hal yang kamu pikiran sesudah terbangun. Selain itu, morning journal juga dapat diisi dengan rencana maupun kegiatan apa yang akan kamu lakukan pada hari tersebut. 

Pagi hari sendiri merupakan waktu yang dinilai tepat, di mana tubuh dan otak masih segar untuk menuangkan ide-ide untuk hari itu. Kalau mau rutin menulis jurnal pagi setiap hari, usahakan kamu bangun lebih pagi, ya biar kegiatanmu bersiap-siap di pagi hari jadi tidak terganggu.

3. Self-reflective journal

Apabila morning journal dimulai pada awal hari sebelum berkegiatan, maka self-reflective journal adalah kebalikannya alias ditulis pada akhir hari.

Jurnal refleksi diri berisi tentang semua hal yang telah kamu lakukan dalam satu hari itu. Kamu dapat menceritakan aktivitas sekaligus perasaanmu sejak pagi sampai malam hari. Hitung-hitung ini akan membantu kamu mengingat apa saja yang sudah dilewati pada hari itu.

Di sisi lain, dari sekian banyak hal yang kamu lalui seharian, tentunya ada yang bisa kamu pelajari atau petik sebagai bagian untuk refleksi diri supaya bisa bertumbuh dari hari ke hari.

4. Reading journal

Kebiasaan membaca buku bisa memberikanmu banyak ilmu dan wawasan baru. Dari kegiatan tersebut, kami bisa lo membuat jurnal tersendiri untuk melakukan tracking terhadap seberapa banyak kamu membaca setiap harinya. Misal, 5 halaman per hari, 1 bab per hari, atau sebagainya.

Di samping itu, poin-poin ide untuk isi jurnalmu seperti alasan kenapa kamu tertarik membaca buku tersebut, rangkuman isinya, hal-hal menarik yang dijumpai, sampai review buku secara keseluruhan.

Lebih lanjut, adanya reading journal pun dapat mengoptimalkan informasi maupun pengetahuan yang diperoleh selama membaca, sekaligus menjadikan pengalaman membaca kamu jadi lebih seru.

Menarik sekali bukan berbagai jenis journaling? Selain yang disebutkan di atas, kamu juga bisa membuat jurnal versi kamu sendiri sesuai kebutuhan. Bagaimana, tertarik untuk mencoba?

Referensi: Rencanamu | PramborsFM | Ziliun