Mengenal Letter of Acceptance, Salah Satu Syarat Daftar Beasiswa
ilustrasi Letter of Acceptance (LoA), salah satu syarat mendaftar beasiswa. | Sumber: NeONBRAND/Unsplash

Mengingat banyaknya manfaat dan keuntungan yang ditawarkan, bisa mendapatkan beasiswa mungkin menjadi mimpi dari sebagian orang. Kini terdapat berbagai macam jenis beasiswa yang tersedia dengan kelebihannya masing-masing. Apakah kamu salah seorang pemburu beasiswa juga?

Mendaftar beasiswa biasanya memiliki beberapa kriteria dan persyaratan yang perlu dipenuhi. Salah satunya adalah berkas Letter of Acceptance atau yang disingkat LoA. berdasarkan penjelasan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan terdapat dua jenis Letter of Acceptance untuk mendaftar beasiswa untuk perguruan tinggi.

Letter of Acceptance Unconditional merupakan surat resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan penerima beasiswa diterima tanpa syarat sebagai mahasiswa. Penerima beasiswa cukup melakukan registrasi ulang dengan mencantumkan beberapa informasi seperti program studi, durasi studi, awal perkuliahan dan informasi mengenai langkah berikutnya untuk memulai perkuliahan seperti registrasi ulang, pembayaran, dan lainnya.

Mengutip dari Bahasan.id, Unconditional LoA juga dapat menjadi prasyarat untuk mengajukan visa atau izin tinggal sebagai pelajar untuk mendapatkan hak tinggal dan hak-hak lainnya di negara tujuan.

Sedangkan Letter of Acceptance Conditional menurut Lembaga Pengelola Dana Pendidikan merupakan surat pernyataan telah diterima di sebuah perguruan tinggi dengan beberapa persyaratan tertentu yang perlu dipenuhi.

Misalnya, beberapa persyaratan yang telah ditentukan seperti laporan skor TOEFL atau IELTS dengan skor tertentu yang telah ditentukan, tema riset atau penelitian yang dimiliki, dokumen-dokumen pendukung sebagai persyaratan pendaftaran seperti ijazah dan transkrip nilai sekolah, dan lainnya.

Berdasarkan penjelasan oleh Bahasan.id, apabila telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta, pendaftar baru bisa mendapatkan Unconditional Letter of Acceptance sebagai tanda sudah dibebaskan dari syarat-syarat tersebut dan dapat melanjutkan ke proses berikutnya.

Bagaimana cara mendapatkan Letter of Acceptance (LoA)?

melakukan riset sebelum membuat LoA sangatlah penting. | Sumber: Firmbee.com/Unsplash
melakukan riset sebelum membuat LoA sangatlah penting. | Sumber: Firmbee.com/Unsplash

Terdapat beberapa tahapan yang perlu kamu lalui sebelum bisa mendapatkan LoA. Merangkum penjelasan oleh Bahasan.id, hal pertama yang perlu kamu perhatikan adalah tujuan negara dan perguruan tinggi yang kamu minati.

Lakukanlah riset terlebih dahulu saat menentukan jurusan dan universitas apa yang akan kamu tuju. Buatlah pertimbangannya. Kamu juga dapat menerapkan kriteria tertentu saat menentukan pilihan jurusan dan universitas.

Setelah menentukan jurusan, universitas dan negara mana yang akan dituju. Selanjutnya carilah informasi mengenai persyaratan yang diminta oleh jurusan dan universitas pilihanmu. Setiap kampus dan jurusan dari berbagai negara biasanya memiliki persyaratan yang berbeda-beda.

Kamu dapat mengakses informasi melalui situs resmi universitas tersebut. Atau kamu juga dapat memperoleh informasi melalui lembaga konsultasi pendidikan yang menawarkan layanan dan jasa untuk informasi-informasi yang kamu butuhkan.

Bacalah persyaratan tersebut dengan teliti dan cermat. LoA bisa didapatkan setelah kamu mengikuti proses penerimaan melalui tes atau sekadar berdasarkan dokumen-dokumen yang perlu dikirimkan saja. Hal ini tergantung dengan jurusan dan universitas tempat kamu mendaftar.

Menurut Yes Study Abroad, beberapa dokumen yang umum diminta seperti ijazah, transkrip nilai pendidikan sebelumnya, resume atau CV, surat rekomendasi, motivation letter, sertifikat kemampuan bahasa asing (misalnya, TOEFL atau IELTS) dan semuanya perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Referensi: Lembaga Pengelola Dana Pendidikan | Bahasan ID | Yes Study Abroad