Mengenal Mikroplastik, Limbah Kecil dengan Ancaman Besar
Ilustrasi│FLY:D/Unsplash

Saat ini permasalahan lingkungan sedang mendapatkan sorotan dari seluruh penjuru dunia. Mulai dari perubahan iklim, penebangan hutan, hingga pencemaran sampah plastik. 

Diantara semua permasalahan lingkungan, pencemaran laut yang disebabkan sampah plastik adalah hal yang cukup menyedihkan. Diproyeksikan bahwa pada tahun 2050 jumlah plastik di lautan akan lebih banyak dari jumlah ikan. 

Salah satu jenis limbah plastik yang mencemari lautan adalah mikroplastik. Mikroplastik adalah plastik yang ukurannya tidak lebih dari 5 mm. Mikroplastik saat ini sudah masuk ke dalam rantai makanan, dimana ukurannya yang sangat kecil memungkinkan untuk dikonsumsi ikan laut. 

Mikroplastik yang dikonsumsi ikan laut ini, kemudian akan berpindah ke tubuh manusia yang mengkonsumsi ikan laut yang sudah tercemar mikroplastik tersebut. Hal inilah yang berbahaya bagi manusia, karena mikroplastik tidak seharusnya masuk ke dalam tubuh manusia.

Plastik dapat menyerap bahan kimia berbahaya yang terlarut dalam air dan semakin kecil ukuran partikel plastik. Ia akan semakin efisien dalam mengakumulasi toksin. Hal ini berarti mikroplastik yang masuk ke dalam tubuh manusia mengandung berbagai bahan kimia serta racun yang berbahaya bagi kesehatan. 

Tidak hanya bagi manusia, mikroplastik juga berbahaya bagi ikan laut yang mengkonsumsinya. Plastik adalah benda yang tidak bisa dicerna oleh ikan, sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan, dan bahkan bisa membunuh ikan laut.

Penyebab pencemaran mikroplastik

Ilustrasi│Naja Bertolt Jensen/Unsplash

Terdapat berbagai hal yang menyebabkan pencemaran mikroplastik, mulai dari pecahan sampah plastik di laut, hingga kegiatan mencuci pakaian. Iya, mencuci pakaian adalah salah satu penyebab pencemaran mikroplastik. Baju yang kita gunakan ini mengandung mikroplastik, tepatnya serat sintetis seperti polyester atau nylon yang juga digunakan di jaring ikan dan senar pancing. 

Ketika kita mencuci 6 kilogram baju dari serat sintetis, secara tidak langsung kita telah membuang sekitar 700.000 serat mikroplastik ke saluran air dan akan berakhir di laut.

Selain itu, seperti yang disinggung sebelumnya, mikroplastik juga berasal dari pecahan sampah plastik, atau lebih tepatnya degradasi sampah plastik yang ada di laut. Sampah-sampah laut yang saat ini mengambang di lautan, adalah salah satu sumber utama dari mikroplastik yang menyebar di lautan.

Dapat menjadi ancaman besar di masa depan

Saat ini ancaman mikroplastik memanglah belum bisa dirasakan. Namun, jika permasalahan ini dibiarkan saja, bukan tidak mungkin bahwa di masa depan akan menjadi ancaman besar bagi manusia.

Dampak mikroplastik memang tidak langsung terlihat, Namun, jika dibiarkan dan masuk ke dalam manusia secara terus menerus, mikroplastik dapat menimbulkan masalah kesehatan serius seperti tumor.

Organisasi dunia dan berbagai negara maju pun sadar akan ancaman itu. Mereka mulai mencari solusi dan menerapkan kebijakan yang bisa menghindarkan manusia dari ancaman bahaya mikroplastik

Maka dari itu, kita tidak boleh diam saja. Mari kita tingkatkan kesadaran tentang limbah mikroplastik, serta lebih bijak dalam menggunakan dan membuang sampah plastik mulai dari sekarang!

Referensi: Waste4ChangeITBUGM