Ikuti 5 Langkah Bijak Mengurangi Food Waste dari Rumah
Ilustrasi sisa makanan (food waste) | Foto: Simon Peel/Unsplash

Sampah termasuk sisa makanan (food waste) adalah masalah terbesar yang memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Bahkan, mengutip dari laman United States Environmental Protection Agency (EPA) pada tahun 2018, terdapat sebanyak 81% atau 20,3 ton makanan yang harus berakhir di tempat pembuangan sampah.

Jika permasalahan ini tidak kita kelola dengan baik, tentu dampak negatif tersebut akan semakin memperparah kondisi lingkungan. Maka dari itu, Goodside sudah merangkum sejumlah tips yang bisa kamu terapkan demi mengurangi food waste dari rumah.

Belanja dengan Bijak

Ilustrasi barang belanjaan | Foto: Maddi Bazzoccoo/Unsplash

Kebanyakan orang mungkin merasa bahwa berbelanja secara grosiran alias dalam jumlah yang banyak sekaligus merupakan cara yang efektif. Padahal, cara semacam ini justru berpotensi membuang lebih banyak stok bahan makanan. 

Contohnya, kamu membeli roti tawar lumayan banyak untuk persediaan di rumah. Akibat terlalu sibuk, kamu sampai lupa kalau makanan tersebut masih tersimpan dalam lemari. Sementara itu, rupanya roti sudah mulai berjamur sehingga tidak layak lagi untuk dikonsumsi dan mau tidak mau, harus kamu singkirkan.

Baca juga:

Melansir dari Academy of Nutrition and Dietetics, terdapat beberapa cara untuk meminimalisasi limbah makanan lewat belanja bulanan.

  • Belanja di pasar pada pagi hari karena kualitas makanan akan menurun pada siang hari.
  • Cukup beli bahan yang kamu perlukan.
  • Buat daftar barang apa saja yang harus dibeli.
  • Beli produk segar, seperti ikan ataupun daging sesaat sebelum mengarah ke kasir.

Perhatikan Porsi Makan

Ilustrasi porsi makan | Foto: Louis Hansel/Unsplash

Salah satu pemicu menumpuknya sampah makanan adalah penyajian porsi makan yang berlebihan. Ketahui seberapa banyak porsi makanmu dan ambil secukupnya saja supaya tidak mubazir dan menjadi sampah apabila tidak habis. 

Jika terdapat sisa makanan, alangkah baiknya kamu jangan langsung membuangnya. Sebab, makanan tersebut dapat kamu simpan kembali untuk pagi atau siang berikutnya.

Simpan Makanan dengan Baik

Ilustrasi penyimpanan makanan | Foto: Ello/Unsplash

Kunci utama agar bahan makanan tetap awet dan segar berasal dari cara penyimpanannya. Sebab, jika kamu tidak menyimpan makanan di tempat yang semestinya, makanan tersebut tentu akan lebih cepat basi sehingga terbuang bahkan sebelum tanggal kadaluarsa.

Sebagai contoh, jangan pernah meletakkan daging mentah dan buah-buahan dalam satu wadah yang sama. Hal ini berpotensi membuat buah cepat busuk akibat terkontaminasi oleh bakteri yang bersumber dari daging.

Baca juga:

Mengutip dari situs Medical News Today, terdapat beberapa tips untuk menyimpan makanan dengan benar, antara lain:

  • Pastikan suhu kulkas selalu dingin (di bawah 5°C).
  • Simpan makanan matang pada rak atas kulkas, sedangkan makanan mentah pada rak bawah.
  • Letakkan daging mentah dalam wadah yang tertutup dan pisahkan dari bahan makanan lain.
  • Simpan sisa makanan dalam wadah bening supaya mudah terlihat dan tidak terlupakan.
  • Apabila perlu, bekukan beberapa jenis bahan, seperti daging, buah, dan sayur.

Manfaatkan Kembali Sisa Makanan

Ilustrasi sup tumisan | Foto: Stacey Doyle/Unsplash

Food waste timbul akibat kebiasaan membuang langsung makanan yang tidak habis. Padahal, sisa makanan tersebut dapat kamu olah kembali menjadi hidangan baru yang tidak kalah lezat.

Sisa kulit dan tulang ayam misalnya, yang bisa kamu rebus menjadi sup ayam. Selain itu, potongan batang sayur pun dapat kamu gunakan kembali menjadi kaldu sayuran. Caranya yakni dengan menyaring kaldu tersebut dan menyimpannya dalam kulkas agar bisa kamu gunakan untuk aneka kebutuhan masak di kemudian hari.

Membuat Pupuk Kompos

Ilustrasi membuat pupuk | Foto: Markus Spiske/Unsplash

Selain memperhatikan cara menyimpan makanan, kamu juga bisa menyulap sampah sisa makanan menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Di saat yang bersamaan, tentu langkah ini ampuh untuk mengurangi jumlah sampah yang terbuang secara percuma.

Baca juga:

Mungkin kamu berpikir bahwa proses pembuatan pupuk memerlukan taman atau area yang besar di luar ruangan. Akan tetapi, kamu bisa meramunya sendiri berbekal sisa makanan dalam rumah. Mulai dari sisa-sisa sayur dan buah, ampas kopi, sampai teh.

Referensi: Hello Sehat Popmama | Momsmoney