Menilik Ruang Terbuka Hijau sebagai Area yang Diperhatikan Pemerintah
Daerah Resapan Hijau | Republika

Ruang terbuka hijau atau area hijau merupakan area yang perlu diperhatikan dalam penataan kota oleh pemerintah. Bahkan, keberadaannya telah dituliskan di peraturan pemerintah.

Bukan tanpa alasan, keberadaan area ini dikatakan sebagai 'pahlawan' bagi seluruh penduduk yang dekat dengan daerah tersebut. Sebab memiliki banyak sekali manfaat, pemerintah dan penduduk sekitar wajib untuk menjaganya agar tetap hijau.

Namun sayang, tahun demi tahun berlalu, sebagian ruang terbuka hijau tidak lagi terjaga seperti dahulu kala. Sudah banyak bangunan-bangunan tanpa izin yang sengaja di bangun demi keuntungan sektor ekonomi. Walaupun sudah mendapat izin, terkadang ada saja bangunan yang sengaja di bangun melebihi batas yang telah di tetapkan.

Memang dampak negatif tidak langsung dirasakan saat itu juga. Sebab, ruang terbuka hijau berguna untuk masa jangka panjang yang mungkin tidak semua penduduk merasakannya. Namun, efek itu sebenarnya justru telah dirasakan.

Manfaat ruang terbuka hijau

Ruang Terbuka Hijau | Unsplash - Imat Bagja
Ruang Terbuka Hijau | Unsplash - Imat Bagja

Keberadaan resapan hijau atau area terbuka hijau sangat dibutuhkan, terlebih pada kota-kota besar dengan padat penduduk. Lantas apa manfaatnya? Dilansir dari medco foundation, ruang terbuka hijau memiliki berbagai manfaat sebagai berikut.

  1. Fungsi Ekologis: Produsen oksigen, penyerap polutan dalam udara, penyerap air, paru-paru kota, dan penyedia habitat satwa.
  2. Fungsi Sosial Budaya: Tempat rekreasi, media komunikasi, dan ekspresi budaya lokal.
  3. Fungsi Ekonomi: Sumber produk yang bisa dijual seperti sayur, buah, tanaman, dan lain-lain, pemberian lahan usaha untuk sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan lain-lain.
  4. Fungsi Estetika: Memperindah kota, meningkatkan keamanan dan kenyamanan, menciptakan suasana serasi pun seimbang antara bagian yang telah dibangun dan tidak dibangun.

Dituliskan di atas bahwasannya fungsi keberadaan ruang terbuka hijau adalah sebagai penyerap air. Hal tersebut akan membuat kota terhindar dari banjir kala musim hujan datang. Selain itu, pohon yang sudah ditanam dan menjadi besar dapat menahan tanar bergeser atau longsor.

Kedua bencana di atas tentu saja sangat berbahaya bagi penduduk kota. Beberapa Kota yang sudah kehilangan ruang terbuka hijau adalah Jabodetabek. Rasanya sudah tidak aneh kala musim hujan daerah di sana kerap terjadi banjir. Beberapa ahli telah menyatakan bahwa kota-kota tersebut telah kehilangan banyak sekali RTH yang berfungsi sebagai daerah resapan air.

Daerah yang menjadi resapan air

Daerah Resapan | Unsplash - Bimo Prasetyo
Daerah resapan | Unsplash - Bimo Prasetyo

Walau disebut sebagai resapan air, tetapi area ini cukup dikenal dengan pembangunan dan  parawisata yang menarik. Berikut adalah daerahnya.

Lembang

Goodmates yang senang jalan-jalan pasti mengenal wilayah yang satu ini. Wilayah bagian atas Bandung dan menjadi bagian dari Kabupaten Bandung Utara (KBU) ini menjadi daerah hijau yang cukup banyak didatangi banyak orang akibat banyaknya tempat wisata alam yang sejuk dan indah.

Walaupun begitu, pemerintah tetap mempertahankan sebagian wilayah Lembang untuk tidak dibangun untuk menjaga resapan air agar tidak sampai ke Kota Bandung pada saat musim hujan tiba.

Puncak

Sama seperti Lembang, Puncak pun menjadi daerah resapan yang memiliki tempat wisata yang menarik di dalamnya. Bahkan sudah banyak villa dan hotel di dirikan di sana dengan tujuan untuk singgah para wisatawan.

Namun, tak sembarang tempat bisa dibangun sebagai tempat wisata. Pemerintah setempat pun memiliki peraturan sendiri untuk menjaga keseimbangan wilayah agar tidak terjadi hal yang diinginkan.

Salah satunya dengan ditutupnya Restoran tua yang ikonik bernama 'Rindu Alam'. Setelah habis kontrak, pemerintah memutuskan bahwa tidak akan ada bangunan yang di dirikan di sana sebab daerah tersebut masuk ke dalam daerah resapan.

Kelapa Gading

Kelapa Gading ternyata masuk ke dalam daerah resapan air yang telah ditentukan oleh pemerintah Jakarta. Tetapi sayang sekali, wilayah resapan air tersebut semakin lama semakin sempit sebab adanya pembangunan perumahan dan juga mall yang dipenuhi oleh penduduk.

Bukit Barisan

Tidak hanya di daerah Jawa Barat dan Jakarta saja, Sumatera juga memiliki wisata yang digunakan juga sebagai daerah resapan. Bukit Barisan merupakan salah satu tempat wisata alam yang tidak hanya dikenal oleh penduduk setempat saja tetapi mancanegara juga.

Bahkan daerah yang satu ini telah mendapatkan penghargaan dari UNESCO pada tahun 2004. Di Bukit Barisan juga terdapat Taman Nasional yang ikonik sebab di sana lah keberadaan Rafflesia Arnoldi dan satwa langka seperti Harimau dan Badak Sumatera.

Referensi: Medco Foundation