Menjelajahi Ibu Kota Islandia di Bulan Ramadan
Ibu Kota Islandia (Reykjavic) | Foto: ThoughtCo

#FutureSkillsGNFI

Tahukah Goodmates bahwa waktu puasa di setiap negara itu berbeda-beda, lo. Ada negara dengan waktu puasa tercepat dan ada juga negara dengan waktu puasa terlama.

Negara dengan waktu puasa tercepat antara lain Selandia Baru, Argentina, dan Afrika Selatan dengan waktu puasa 11--12 jam per hari. Lalu, ada juga negara dengan waktu puasa terlama, salah satunya Islandia tepatnya di ibu kota Reykjavic.

Agar Goodmates tidak semakin penasaran untuk menambah rasa ingin tahu dan menambah semangat puasa Goodmates, kali ini kita bakal jalan-jalan ke Reykjevik. Mari kita mencari tahu suasana masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Letak Geografis Reykjavik

Reykjavik | Foto: iStock

Reykjavik adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di lslandia. Jumlah populasi di Reykjavik kurang lebih sebanyak 135.422 orang. Adapun Reykjavic terkenal sebagai pusat komersial, pemerintahan, dan pusat kebudayaan Islandia.

Letak georafis Reykjavik ada di barat daya Islandia, dua derajat selatan Lingkaran Arktik. Maka, kota ini hanya mendapat empat jam sinar matahari pada hari terpendeknya di musim dingin dan di musim panas mendapatkan hampir 24 jam siang hari.

Wah, kira-kira dalam sehari masyarakat Reykjavik menghabiskan berapa jam, ya, untuk menjalankan ibadah puasa?

Baca juga: Forum Indonesia Mudah, Wadah Buat Kamu yang Ingin Nongkrong Idealis

Waktu Puasa di Reykjavik

Ilustrasi buka puasa | Foto: daily sabah

Setelah mengetahui keadaan geografis di Reykjavik, kita dapat tahu bahwa Reykjavik ini menjadi kota yang memiliki durasi puasa terpanjang, nih, Goodmates. Bagi muslim yang menjalankan ibadah puasa di Reykjavic, mereka wajib untuk menjalankan puasa selama 19 hingga 22 jam perhari, lo.

Adapun waktu imsak di Reykjavic pada pukul 03.00 pagi dan waktu berbuka pukul 09.00 malam. Hal itu karena syarat puasa dalam Islam mulai sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Wah, cukup lama, ya, Goodmates?

Baca juga: Ramadan Produktif dengan Membangun Kebiasaan Baru

Suasana Ramadan di Reykjavik

Suasana buka puasa | Foto: BCC

Jumlah masyarakat muslim di Islandia tidak banyak. Bahkan, hanya beberapa umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa. Hal tersebut karena belum banyak orang Islandia yang mengetahui tentang ibadah puasa ataupun bulan Ramadan.

Maka, suasana Ramadan di Islandia tidak ramai seperti suasana Ramadan di Indonesia. Meskipun demikian, menurut Asti seorang WNI yang tinggal di Reykjavic saat tiba Idulfitri suasananya sangat berbeda dan lebih terasa.

Bukan tanpa sebab, ialah karena suasananya ramai daripada dengan suasana di bulan Ramadan. Hal tersebut karena komunitas WNI dan umat Islam di Islandia mengadakan makan bersama usai salat Idulfitri.

Baca juga: Kebiasaan Positif Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19

Melihat Masjid di Reykjavik

Masjid pertama di Islandia | Foto: CNN

Di Reykjavik juga terdapat masjid. Masjid tersebut bernama Masjid Reykjavic. Adapun masjid ini terletak di distrik Armuli dan buka pada 2002 oleh Asosiasi Muslim Islandia setelah mendapat izin oleh pemerintah kota Reykjavic.

Uniknya, masjid ini merupakan tempat berkumpulnya umat muslim di Reykjavic. Di masjid ini juga pernah terdapat cerita unik, yaitu pada 2014 ketika bulan Ramadan, Asosiasi Muslim Islandia mengundang Ismaeel seorang warga Amerika untuk memimpin salat. Tak hanya itu saja, ada pula makan malam buka bersama dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Islandia, Luis E. Arreaga.

Itulah suasana ramadan di kota Reykjavik. Apakah Goodmates tertarik untuk berkunjung atau tinggal di sana?

Referensi: Kompas | Thoughtco | Masjid